Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:02 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pendidikan

Wakil Wali Kota Depok sesalkan kasus dugaan pencabulan siswa oleh guru

Kamis, 07 Juni 2018 - 16:05 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Sigit Kurniawan
Wakil Wali Kota Depok. Foto: Hendrik Raseukiy/Elshinta.
Wakil Wali Kota Depok. Foto: Hendrik Raseukiy/Elshinta.

Elshinta.com - Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna miris dengan peristiwa suram yang menciderai lembaga pendidikan di Kota Depok yaitu kasus dugaan pencabulan oleh WAR (23) guru dan pembina pramuka di SDN Tugu 10 Cimanggis. Kasus sangkaan pencabulan yang perkiraan awal ini mendera 15 siswa kelas VI, Rabu (6/6) sudah dilaporakan oleh empat ibu orangtua siswa ke Polresta Depok dan sedang dalam penyelidikan Unit Perlindugan Perempuan dan Anak.

"Peristiwa ini sangat memalukan seperti melempar kotoran di wajah saya. Ini aib di dunia pendidikan. Miris," ujar Abang Pradi kepada wartatan seusai acara siraturrahin dan buka puasa bersama di kediamannya di Jalan Kukusan, Beji, Kota Depok, Rabu (6/6).

Dilaporkan Reporter Elshinta Hendri Isnaini Raseukiy, sebut Pradi, Pemkot Depok mendukung kepolisian untuk meyidik peristiwa ini yang berawal dari laporan empat orangtua siswa SD Tugu 10 Cimanggis.

Aku Pradi, dia sudah menelpon Kadisdik Muhammad Thamrin untuk memintanya segera reponsif. Diakuinya, peristiwa ini mencemari slogan Kota Depok 'Aman, Nyaman, dan Religius yang menjadi pedoman pemerintahan oleh pasangan Wali dan Wakil Wali Kota Depok Muhammad Idris dan Pradi Supriatna dalam memimpin Pemkot Depok.

"Tidak boleh hal seperti ini terjadi di ranah pendidikan. Ini menjadi catatan tersendiri buat kita ke depan dalam merekrut pendidik. Mekanisme kami yang lebih ketat termasuk juga uji kompetensi guru," imbuhnya. 

Seharusnya pemimpin sekolah dan guru lainnya dapat mendeteksi sejak dini pada perilaku guru yang punya karakter asusila ini. Disesalkan ternyata, terketahui ketiaka sudaha ada korban.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Pemerintah negosiasi ulang soal pesawat tempur KFX/IFX

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 14:44 WIB

Uni Eropa salurkan 22 juta dolar AS untuk korban bencana Sulteng

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 14:33 WIB

Ketua MPR minta lapangan tembak Senayan dibuat tertutup

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:22 WIB

ASEAN berkomitmen jaga stabilitas kawasan

Kriminalitas | 19 Oktober 2018 - 14:10 WIB

Terungkap, pencurian modus debt collector di Tangerang

Elshinta.com - Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna miris dengan peristiwa suram yang menciderai lembaga pendidikan di Kota Depok yaitu kasus dugaan pencabulan oleh WAR (23) guru dan pembina pramuka di SDN Tugu 10 Cimanggis. Kasus sangkaan pencabulan yang perkiraan awal ini mendera 15 siswa kelas VI, Rabu (6/6) sudah dilaporakan oleh empat ibu orangtua siswa ke Polresta Depok dan sedang dalam penyelidikan Unit Perlindugan Perempuan dan Anak.

"Peristiwa ini sangat memalukan seperti melempar kotoran di wajah saya. Ini aib di dunia pendidikan. Miris," ujar Abang Pradi kepada wartatan seusai acara siraturrahin dan buka puasa bersama di kediamannya di Jalan Kukusan, Beji, Kota Depok, Rabu (6/6).

Dilaporkan Reporter Elshinta Hendri Isnaini Raseukiy, sebut Pradi, Pemkot Depok mendukung kepolisian untuk meyidik peristiwa ini yang berawal dari laporan empat orangtua siswa SD Tugu 10 Cimanggis.

Aku Pradi, dia sudah menelpon Kadisdik Muhammad Thamrin untuk memintanya segera reponsif. Diakuinya, peristiwa ini mencemari slogan Kota Depok 'Aman, Nyaman, dan Religius yang menjadi pedoman pemerintahan oleh pasangan Wali dan Wakil Wali Kota Depok Muhammad Idris dan Pradi Supriatna dalam memimpin Pemkot Depok.

"Tidak boleh hal seperti ini terjadi di ranah pendidikan. Ini menjadi catatan tersendiri buat kita ke depan dalam merekrut pendidik. Mekanisme kami yang lebih ketat termasuk juga uji kompetensi guru," imbuhnya. 

Seharusnya pemimpin sekolah dan guru lainnya dapat mendeteksi sejak dini pada perilaku guru yang punya karakter asusila ini. Disesalkan ternyata, terketahui ketiaka sudaha ada korban.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com