Wakil Wali Kota Depok sesalkan kasus dugaan pencabulan siswa oleh guru
Kamis, 07 Juni 2018 - 16:05 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Wakil Wali Kota Depok. Foto: Hendrik Raseukiy/Elshinta.

Elshinta.com - Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna miris dengan peristiwa suram yang menciderai lembaga pendidikan di Kota Depok yaitu kasus dugaan pencabulan oleh WAR (23) guru dan pembina pramuka di SDN Tugu 10 Cimanggis. Kasus sangkaan pencabulan yang perkiraan awal ini mendera 15 siswa kelas VI, Rabu (6/6) sudah dilaporakan oleh empat ibu orangtua siswa ke Polresta Depok dan sedang dalam penyelidikan Unit Perlindugan Perempuan dan Anak.

"Peristiwa ini sangat memalukan seperti melempar kotoran di wajah saya. Ini aib di dunia pendidikan. Miris," ujar Abang Pradi kepada wartatan seusai acara siraturrahin dan buka puasa bersama di kediamannya di Jalan Kukusan, Beji, Kota Depok, Rabu (6/6).

Dilaporkan Reporter Elshinta Hendri Isnaini Raseukiy, sebut Pradi, Pemkot Depok mendukung kepolisian untuk meyidik peristiwa ini yang berawal dari laporan empat orangtua siswa SD Tugu 10 Cimanggis.

Aku Pradi, dia sudah menelpon Kadisdik Muhammad Thamrin untuk memintanya segera reponsif. Diakuinya, peristiwa ini mencemari slogan Kota Depok 'Aman, Nyaman, dan Religius yang menjadi pedoman pemerintahan oleh pasangan Wali dan Wakil Wali Kota Depok Muhammad Idris dan Pradi Supriatna dalam memimpin Pemkot Depok.

"Tidak boleh hal seperti ini terjadi di ranah pendidikan. Ini menjadi catatan tersendiri buat kita ke depan dalam merekrut pendidik. Mekanisme kami yang lebih ketat termasuk juga uji kompetensi guru," imbuhnya. 

Seharusnya pemimpin sekolah dan guru lainnya dapat mendeteksi sejak dini pada perilaku guru yang punya karakter asusila ini. Disesalkan ternyata, terketahui ketiaka sudaha ada korban.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 16 Januari 2019 - 18:47 WIB
Elshinta.com - PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VIII melalui fungsi Aviasi me...
Senin, 14 Januari 2019 - 21:45 WIB
Elshinta.com - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menye...
Senin, 14 Januari 2019 - 18:44 WIB
Elshinta.com - Bupati Jayawijaya, Provinsi Papua, John Richard Banua mengatakan 12 sekolah...
Minggu, 13 Januari 2019 - 15:21 WIB
Elshinta.com -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyepa...
Jumat, 11 Januari 2019 - 20:47 WIB
Elshinta.com - Indonesia dan Malaysia memiliki kesamaan dalam bidang pendidikan yakni sama...
Jumat, 11 Januari 2019 - 20:35 WIB
Elshinta.com - Menteri Pendidikan Malaysia Maszlee Malik mengatakan pihaknya sedang menjaj...
Jumat, 11 Januari 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Prof. Dr. Sutopo, M.Si dikukuhkan sebagai guru besar ilmu pendidikan fisika...
Kamis, 10 Januari 2019 - 21:39 WIB
Elshinta.com - Sedikitnya 37 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta berpartisipasi me...
Rabu, 09 Januari 2019 - 14:45 WIB
Elshinta.com - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta akan mengadakan kur...
Rabu, 09 Januari 2019 - 14:06 WIB
Elshinta.com - Tahun 2035 akan menjadi puncak bagi Institut Teknologi Malang (ITN) Ma...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)