Rabu, 15 Agustus 2018 | 17:45 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

IPTEK / Aplikasi

Italia rintis penerapan teknologi yang dapat hindari kecurangan pemilu

Kamis, 07 Juni 2018 - 13:57 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Gerakan Cinque Stelle, Italia (sumber foto: https://bit.ly/2M7WCjR)
Gerakan Cinque Stelle, Italia (sumber foto: https://bit.ly/2M7WCjR)

Elshinta.com - Pemilu yang belum lama berlangsung di negeri pizza ini bukan saja membawa perubahan angin baru di dalam pemerintahan, akan tetapi berpotensi memperkenalkan penggunaan teknologi baru dalam sektor publik – yang kerap mendapat kepercayaan rendah di mata masyarakat Italia.

Perdana Menteri terpilih, Giusepe Conte telah menunjuk sejumlah anggota kabinet yang berasal dari Lega Nord, sebuah partai sayap kanan, serta dari Gerakan Cinque Stelle yang anti-kemapanan. Pilihan pada anggota kabinet dari partai politik terakhir inilah yang menunjukkan minat tinggi pada penerapan teknologi blockchain dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagaiman dilansir dari situs Kaskus, blockchain adalah teknologi pencatatan transaksi terintegrasi dengan teknologi modern, dimana  terdapat sebuah kode unik yang tidak dapat dirubah. Salah satu penerapan terpopuler dari penggunaan teknologi blockhain adalah cryptocurrency, mata uang digital yang tidak tersentralisasi.Akan tetapi diluar penerapan di bidang tersebut, terdapat kemungkinan penerapan lainnya, dan sejumlah pihak di Italia tengah serius mendalami penggunaannya.

Gerakan Cinque Stelle (yang artinya Bintang Lima) seperti dilaporkan oleh Forbes, menginginkan supaya teknologi blockchain ini dapat digunakan dalam rangka efisiensi layanan publik. Akan tetapi masih belum jelas persisnya rencana pemerintahan baru dalam menggunakan teknologi ini. Pemimpin Cinque Stelle, Beppe Grillo bergurau bahwa blockchain dapat digunakan untuk menghukum anggota parlemen yang tidak berjalan sesuai kebijakan partai.

“Jika blockchain dapat digunakan dalam politik akan sangat menarik, jadi bila seorang anggota parlemen tidak melakukan pengambilan suara yang sejalan denga program maka dia akan dikeluarkan secara otomatis,” katanya.

Sementara Lorenzo Giustozzi dari BlockchainEdu Association, yang berupaya menyebarluaskan penggunaan teknologi  mengingatkan bahwa masih ada banyak hal yang masih perlu dipelajari.

“Kami sudah yakin dengan penggunannya di bidang pembayaran, dan sudah banyak terjadi revolusi terkait teknologi baru ini, tetapi eksperimen dengan menggunakan jaringan publik dan swasta di bidang lain tak tertutup termasuk untuk pemilu, identifikasi, mengamankan mata rantai logistik, serta pengelolaan data,” ungkap Giustozzi.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asian Games 2018 | 15 Agustus 2018 - 17:34 WIB

Siswa SD gelar aksi teatrikal meriahkan Asian Games

Timnas Indonesia | 15 Agustus 2018 - 17:24 WIB

Tingkatkan skill, 5 pemain Timnas U-16 dikirim ke Portugal

Kecantikan | 15 Agustus 2018 - 17:07 WIB

Perawatan kulit ala Korea, perhatikan pengaplikasiannya

Pemilihan Presiden 2019 | 15 Agustus 2018 - 16:57 WIB

Sandiaga Uno sapa pedagang pasar tradisional di Lombok

Kriminalitas | 15 Agustus 2018 - 16:36 WIB

Polisi tembak pelaku asusila di Garut

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com