Senin, 15 Oktober 2018 | 16:43 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pendidikan

Menristek sebut 7 kampus belum terbukti terpapar radikalisme

Kamis, 07 Juni 2018 - 15:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), M Nasir. Foto: Dody Handoko/elshinta.com
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), M Nasir. Foto: Dody Handoko/elshinta.com

Elshinta.com - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), M Nasir mengatakan, tujuh daftar kampus belum terbukti terpapar radikalisme, masih perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut untuk membuktikannya.

"Belum terbukti, ini persepsi. Riset dari penelitian, penelitian yang menyampaikan tujuh PTN ini. Kalau penelitian diarahkan ke situ semua akan membuka," katanya di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (7/6).

Ditambahkannya, "Ini hanya dugaan. Saya tanyakan mana orangnya, saya minta ditindaklanjuti. Saya sudah koordinasi, saya minta siapa saja yang terlibat di dalamnya. Itu hanya penelitian, samplingnya, di situ letaknya, men-judge gitu. Itu hanya persepsi, pendapat".

Menristek akan memanggil semua rektor universitas negeri yang disebut itu setelah libur Lebaran. "Tanggal 25 Juni 2018 nanti saya akan kumpulkan semua rektor perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia untuk menyikapi radikalisme di dalam kampus," ucapnya, seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Konsultasi | 15 Oktober 2018 - 16:40 WIB

Bagaimana caranya menambah pelanggan baru? 

Aktual Dalam Negeri | 15 Oktober 2018 - 16:38 WIB

PMI bangun Klinik Lapangan di lokasi gempa dan tsunami Sulteng

Elshinta.com - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), M Nasir mengatakan, tujuh daftar kampus belum terbukti terpapar radikalisme, masih perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut untuk membuktikannya.

"Belum terbukti, ini persepsi. Riset dari penelitian, penelitian yang menyampaikan tujuh PTN ini. Kalau penelitian diarahkan ke situ semua akan membuka," katanya di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (7/6).

Ditambahkannya, "Ini hanya dugaan. Saya tanyakan mana orangnya, saya minta ditindaklanjuti. Saya sudah koordinasi, saya minta siapa saja yang terlibat di dalamnya. Itu hanya penelitian, samplingnya, di situ letaknya, men-judge gitu. Itu hanya persepsi, pendapat".

Menristek akan memanggil semua rektor universitas negeri yang disebut itu setelah libur Lebaran. "Tanggal 25 Juni 2018 nanti saya akan kumpulkan semua rektor perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia untuk menyikapi radikalisme di dalam kampus," ucapnya, seperti dilaporkan Reporter elshinta.com, Dody Handoko. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com