Senin, 22 Oktober 2018 | 11:40 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Presiden: Digitalisasi pertanian tingkatkan kompetisi bidang pangan

Kamis, 07 Juni 2018 - 15:26 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Presiden Indonesia Joko Widodo saat melakukan kunjungan ke Indrmayu. Sumber foto: https://bit.ly/2sNSxZ9
Presiden Indonesia Joko Widodo saat melakukan kunjungan ke Indrmayu. Sumber foto: https://bit.ly/2sNSxZ9

Elshinta.com - Presiden RI Joko Widodo mengatakan peran petani akan semakin penting dan strategis di masa datang, sehingga harus terus dikembangkan bersamaan dengan kemajuan digitalisasi teknologi pertanian.

"Kita tidak lagi bisa berdiam diri, tenang duduk-duduk melihat sektor pertanian seperti saat ini. Tetapi sudah saatnya memperbaiki diri berbenah agar produktivitas petani meningkat," kata Presiden Joko Widodo di sela kunjungan kerja meluncurkan Program Kewirausahaan Petani dan Digitalisasi Pertanian di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (7/6) dikutip Antara.

Menurut Presiden, peran petani sangat strategis di seluruh belahan bumi termasuk di Indonesia, karena pangan akan menjadi salah satu komoditas yang menjadi rebutan negara-negara di dunia.

"Untuk itu keharusan melakukan digitalisasi pertanian yang didukung kemampuan kewirausahaan petani, menjadi faktor utama memenangkan persaingan dan kompetisi utamanya di bidang pangan," tegas dia.

Di hadapan sekitar 500 petani, Jokowi menekankan pentingnya mengembangkan teknologi dan kemampuan wirausaha petani saat pascapanen karena disitulah banyak keuntungan yang dapat diperoleh para petani.

"Jadi kalau petani kita masih seperti saat ini hanya menjual gabah, percaya kepada sampai kapan pun tidak akan ada peningkatan kesejahteraan petani," kata Presiden.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 22 Oktober 2018 - 11:37 WIB

Hidayat Nur Wahid minta Presiden berikan contoh politik kebohongan

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:28 WIB

Polisi ringkus penganiaya bocah perempuan

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:19 WIB

BNN konsisten edukasi bahaya narkoba pada pelajar

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:10 WIB

Ribuan siswa peringati Hari Santri di Alun-alun Kebumen

Hukum | 22 Oktober 2018 - 11:01 WIB

KPK panggil lagi Sjamsul Nursalim

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 10:52 WIB

Polisi ringkus juru parkir karena edarkan narkoba

Elshinta.com - Presiden RI Joko Widodo mengatakan peran petani akan semakin penting dan strategis di masa datang, sehingga harus terus dikembangkan bersamaan dengan kemajuan digitalisasi teknologi pertanian.

"Kita tidak lagi bisa berdiam diri, tenang duduk-duduk melihat sektor pertanian seperti saat ini. Tetapi sudah saatnya memperbaiki diri berbenah agar produktivitas petani meningkat," kata Presiden Joko Widodo di sela kunjungan kerja meluncurkan Program Kewirausahaan Petani dan Digitalisasi Pertanian di Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (7/6) dikutip Antara.

Menurut Presiden, peran petani sangat strategis di seluruh belahan bumi termasuk di Indonesia, karena pangan akan menjadi salah satu komoditas yang menjadi rebutan negara-negara di dunia.

"Untuk itu keharusan melakukan digitalisasi pertanian yang didukung kemampuan kewirausahaan petani, menjadi faktor utama memenangkan persaingan dan kompetisi utamanya di bidang pangan," tegas dia.

Di hadapan sekitar 500 petani, Jokowi menekankan pentingnya mengembangkan teknologi dan kemampuan wirausaha petani saat pascapanen karena disitulah banyak keuntungan yang dapat diperoleh para petani.

"Jadi kalau petani kita masih seperti saat ini hanya menjual gabah, percaya kepada sampai kapan pun tidak akan ada peningkatan kesejahteraan petani," kata Presiden.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 22 Oktober 2018 - 11:28 WIB

Polisi ringkus penganiaya bocah perempuan

Senin, 22 Oktober 2018 - 11:19 WIB

BNN konsisten edukasi bahaya narkoba pada pelajar

Senin, 22 Oktober 2018 - 11:01 WIB

KPK panggil lagi Sjamsul Nursalim

Senin, 22 Oktober 2018 - 10:52 WIB

Polisi ringkus juru parkir karena edarkan narkoba

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com