Burung robot untuk amankan pesawat terbang
Elshinta
Kamis, 07 Juni 2018 - 17:04 WIB | Penulis : Administrator | Editor : Administrator
Burung robot untuk amankan pesawat terbang
VOAIndonesia/Reuters

Elshinta.com - Burung dan pesawat terbang sama-sama menggunakan kawasan udara, dan karenanya tabrakan sering tidak bisa dihindari.

Para penguasa bandara sejak lama berusaha mengatasi hal ini dengan berbagai cara, karena tabrakan dengan burung bisa mengakibatkan kerusakan pada mesin jet dan jatuhnya pesawat.

Sebagian bandara menggunakan anjing-anjing khusus untuk mengusir burung yang berada dekat landas pacu, dan bandara lain menggunakan suara dentuman meriam kosong untuk mengusir burung-burung itu. 

Kini sebuah perusahaan Belanda berhasil membuat burung elang robot yang katanya lebih efisien dalam mengusir burung. 

Kebanyakan burung yang tinggal dekat landas pacu lapangan terbang biasanya tidak begitu takut pada anjing ataupun suara dentuman meriam kosong. Tapi kalau melihat burung elang muncul di udara, kebanyakan burung akan berusaha menghindar. Tidak penting apakah elang itu burung sungguhan atau hanya robot. Yang penting robot itu bisa mengepakkan sayapnya.

“Kalau ada burung pemangsa yang meluncur berputar-putar di udara tanpa mengepakkan sayapnya, burung itu sedang mengamati kawasan di bawahnya, dan tidak sedang berburu secara aktif,” kata Wessel Straatman, insinyur dari Clear Flight Solutions.

“Karena itu, burung-burung lain hanya meningkatkan kewaspadaan mereka. Barulah ketika burung elang itu mengepakkan sayapnya, burung-burung lain itu tahu bahwa bahaya mengancam dan mereka akan terbang menjauh,” papar Straatman.

Membuat sayap burung robot yang bisa digerakkan secara berulang-ulang seperti burung yang sedang terbang adalah tugas yang sulit. 

“Sama seperti burung sungguhan, sayapnya harus bisa bergerak dengan luwes supaya bisa mendorong badan burung itu maju diudara,” kata Straatman menambahkan.

Tubuh burung robot itu dicetak dari bahan campuran serat kaca dan nilon dan sayapnya dibuat dengan meniru pola sayap elang yang sesungguhnya. 

Robot itu kini masih diterbangkan dengan menggunakan alat pengontrol jarak jauh, tapi para perancangnya sedang menyusun algoritma yang memungkinkan robot itu terbang pada jalur dan ketinggian tertentu secara otomatis.

Kata pembuatnya, robot itu kini telah berhasil mengusir burung-burung yang banyak terdapat dekat landas pacu di sejumlah bandara dan tempat-tempat penimbunan sampah.

Tapi versi yang berikutnya akan meniru burung elang gundul yang lebih besar, untuk menakuti jenis-jenis burung yang lebih besar. (VOA Indonesia)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menko PMK kagumi tiga drone ciptaan dosen UMM
Minggu, 12 Januari 2020 - 07:27 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy kesengsem dengan has...
AI gantikan Eselon III dan IV, ini komentar Menkominfo
Jumat, 06 Desember 2019 - 21:09 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menilai soal pemangkasan Eselon III dan IV masuk a...
LAPAN luncurkan Dadali, drone pengangkut manusia
Selasa, 24 September 2019 - 20:25 WIB
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin meresmikan peluncuran D...
Penguji sebut robot asmara berpotensi bunuh sang pemilik
Senin, 26 Agustus 2019 - 18:44 WIB
Penguji produk robotik di Realbotix dan Abyss, bernama samaran Brick Dollbanger menyebutkan bahwa ke...
Berteknologi AI, robot asmara ini ancam hubungan intim manusia 
Minggu, 18 Agustus 2019 - 11:19 WIB
Sebuah perusahaan teknologi lokal di Shenzhen, China, mengklaim robot boneka asmara milik mereka dap...
Robot sepak bola ITS juara di Robocup 2019
Selasa, 09 Juli 2019 - 15:52 WIB
Hasil memuaskan dan membanggakan berhasil diraih oleh tim robot sepak bola dari Institut Teknologi S...
Berprestasi di kontes robot internasional, tiga mahasiswa UMM bebas dari skripsi
Senin, 22 April 2019 - 18:27 WIB
Pihak rektorat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan apresiasi kepada tiga mahasiswanya, ...
Tiga mahasiswa UMM mewakili Indonesia di ajang robotik internasional 
Senin, 08 April 2019 - 15:26 WIB
Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang ( UMM) bakal berangkat guna mengharumkan nama Indones...
Robot Gundam setinggi 18 meter siap dipamerkan pada 2020
Selasa, 26 Maret 2019 - 09:53 WIB
Para ilmuwan di Jepang kini berusaha menjembati fiksi ilmiah dan sains, salah satunya melalui robot ...
Siswa SMP ciptakan lengan buatan untuk difabel
Senin, 04 Maret 2019 - 17:46 WIB
Siswa SMP Negeri 1 Tasikmalaya, Alwan Hanif Ramadhan berhasil mengembangkan perangkat lengan buatan ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV