Sabtu, 23 Juni 2018 | 17:27 WIB

Daftar | Login

IPTEK / Robotika

Burung robot untuk amankan pesawat terbang

Kamis, 07 Juni 2018 - 17:04 WIB    |    Penulis : Administrator    |    Editor : Administrator
VOAIndonesia/Reuters
VOAIndonesia/Reuters

Elshinta.com - Burung dan pesawat terbang sama-sama menggunakan kawasan udara, dan karenanya tabrakan sering tidak bisa dihindari.

Para penguasa bandara sejak lama berusaha mengatasi hal ini dengan berbagai cara, karena tabrakan dengan burung bisa mengakibatkan kerusakan pada mesin jet dan jatuhnya pesawat.

Sebagian bandara menggunakan anjing-anjing khusus untuk mengusir burung yang berada dekat landas pacu, dan bandara lain menggunakan suara dentuman meriam kosong untuk mengusir burung-burung itu. 

Kini sebuah perusahaan Belanda berhasil membuat burung elang robot yang katanya lebih efisien dalam mengusir burung. 

Kebanyakan burung yang tinggal dekat landas pacu lapangan terbang biasanya tidak begitu takut pada anjing ataupun suara dentuman meriam kosong. Tapi kalau melihat burung elang muncul di udara, kebanyakan burung akan berusaha menghindar. Tidak penting apakah elang itu burung sungguhan atau hanya robot. Yang penting robot itu bisa mengepakkan sayapnya.

“Kalau ada burung pemangsa yang meluncur berputar-putar di udara tanpa mengepakkan sayapnya, burung itu sedang mengamati kawasan di bawahnya, dan tidak sedang berburu secara aktif,” kata Wessel Straatman, insinyur dari Clear Flight Solutions.

“Karena itu, burung-burung lain hanya meningkatkan kewaspadaan mereka. Barulah ketika burung elang itu mengepakkan sayapnya, burung-burung lain itu tahu bahwa bahaya mengancam dan mereka akan terbang menjauh,” papar Straatman.

Membuat sayap burung robot yang bisa digerakkan secara berulang-ulang seperti burung yang sedang terbang adalah tugas yang sulit. 

“Sama seperti burung sungguhan, sayapnya harus bisa bergerak dengan luwes supaya bisa mendorong badan burung itu maju diudara,” kata Straatman menambahkan.

Tubuh burung robot itu dicetak dari bahan campuran serat kaca dan nilon dan sayapnya dibuat dengan meniru pola sayap elang yang sesungguhnya. 

Robot itu kini masih diterbangkan dengan menggunakan alat pengontrol jarak jauh, tapi para perancangnya sedang menyusun algoritma yang memungkinkan robot itu terbang pada jalur dan ketinggian tertentu secara otomatis.

Kata pembuatnya, robot itu kini telah berhasil mengusir burung-burung yang banyak terdapat dekat landas pacu di sejumlah bandara dan tempat-tempat penimbunan sampah.

Tapi versi yang berikutnya akan meniru burung elang gundul yang lebih besar, untuk menakuti jenis-jenis burung yang lebih besar. (VOA Indonesia)

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Event | 23 Juni 2018 - 17:11 WIB

Shaqiri pastikan kemenangan Swiss 2-1 atas Serbia

Arestasi | 23 Juni 2018 - 16:35 WIB

Densus 88 tembak mati dua terduga teroris

Aktual Dalam Negeri | 23 Juni 2018 - 16:22 WIB

Pemerintah bentuk ad hoc selidiki KM Sinar Bangun

Ekonomi | 23 Juni 2018 - 16:10 WIB

Permintaan uang kartal libur Lebaran capai Rp2 triliun

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Selasa, 19 Juni 2018 - 20:52 WIB

Instagram akan hadirkan fitur pelacak aktivitas

Minggu, 17 Juni 2018 - 13:49 WIB

Gmail baru pasang AI untuk notifikasi

Minggu, 17 Juni 2018 - 12:47 WIB

Instagram akan hapus fitur screenshot stories

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com