Senin, 18 Juni 2018 | 13:09 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

Dalam Negeri / Hankam

DPR minta Kemenag kaji data masjid terindikasi radikalisme

Kamis, 07 Juni 2018 - 20:57 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Sumber foto: https://bit.ly/2xKFFZC
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Sumber foto: https://bit.ly/2xKFFZC

Elshinta.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong Kementerian Agama melalui direktorat jenderal terkait untuk mengkaji lebih dalam data-data yang menyebutkan ada sebanyak 40 masjid di DKI Jakarta yang terindikasi paham radikalisme.

Bambang Soesatyo melalui pernyataan tertulisnya yang dihimpun Antara di Jakarta, Kamis (7/6), menanggapi data dari Biro Pendidikan Mental Spritual (Dikmental) dan Badan Infak Sedekah (Bazis) DKI Jakarta yang menyebutkan ada sekitar 40 masjid di DKI Jakarta yang terindikasi paham radikalisme.

Menyikapi data tersebut, pria yang akrab disapa Bamsoet ini meminta Komisi VIII DPR RI dapat mendorong Kementerian Agama untuk menugaskan Dirjen Bimas Islam dan Balitbangdiklat guna mengkaji data-data dari Biro Dikmental dan Bazis DKI Jakarta.

Selain itu memberikan program pembinaan dan sosialisasi kepada seluruh ulama dan pengurus masjid mengenai pentingnya menanamkan rasa nasionalisme, guna mencegah terjadinya terorisme dan radikalisme dari tempat ibadah.

Bamsoet juga meminta Komisi I DPR RI mendorong Badan Intelijen Negara (BIN) bekerjasama dengan Kementerian Agama untuk segera melakukan pengawasan yang intensif terutama terhadap 40 masjid tersebut agar dilakukan tindakan pencegahan sesuai dengan UU Antiterorisme.

Politisi Partai Golkar ini meminta Komisi III DPR RI mendorong Kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan kajian terhadap informasi yang disampaikan oleh Biro Dikmental dan Bazis DKI Jakarta terkait 40 masjid tersebut agar tidak terjadi salah paham dan keresahan yang mendalam di masyarakat.

"Saya mengimbau seluruh elemen bangsa, baik pemerintah hingga masyarakat untuk bersinkronisasi dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa serta melaporkan kepada pihak berwajib jika mengetahui adanya potensi terorisme maupun radikalisme," katanya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 12:36 WIB

M Iriawan dilantik sebagai Penjabat Gubernur Jabar

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 12:27 WIB

Arus balik mulai terjadi di Garut

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 12:15 WIB

Menhub pastikan semua instansi siap hadapi puncak arus balik

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 11:49 WIB

Bupati Malang akan beri sanksi ASN yang tambah libur

Megapolitan | 18 Juni 2018 - 11:37 WIB

Antrean kendaraan arah Ciawi capai dua kilometer

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com