Presiden resmikan Terminal Baru Bandara Ahmad Yani
Kamis, 07 Juni 2018 - 19:26 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Presiden Indonesia Joko Widodo saat meresmikan Terminal Baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Kamis (7/6). Sumber foto: https://bit.ly/2HsNgvp

Elshinta.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan pengoperasian Terminal Baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, Kamis (7/6).

Dalam kunjungan kerja di Ibukota Provinsi Jawa Tengah hari ini, Presiden yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo juga meresmikan Gedung Menara Pengawas Airnav Indonesia Semarang.

Dihimpun Antara, Presiden Jokowi yang mengenakan kemeja putih lengan panjang tiba di Terminal Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang pada pukul 16.00 WIB. Tampak hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam acara tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Pelaksana Tugas Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko.

Saat memberikan pidato sambutan, Presiden Jokowi mengungkapkan kesedihan dan keprihatinannya melihat kondisi terminal lama Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

"Empat tahun lalu, terakhir saya gunakan terminal lama, saya masuk sedih gitu. Katanya ini bandara internasional tapi kok terminalnya seperti ini, berdesak-desakan, bangunannya juga kumuh banget, bertahun-tahun tidak dibangun," kata Presiden.

Melihat hal itu, Presiden Jokowi kemudian memerintahkan Menteri BUMN dan PT Angkasa Pura I agar membenahi Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Presiden mengucapkan syukur terminal baru sudah selesai dan bisa digunakan dengan arsitektur yang bagus, lingkungan cantik, arus lalu lintas keluar masuk bandara juga dinilai bagus.

Kendati demikian, Presiden Jokowi memerintahkan secara khusus Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terkait dengan penambahan panjang landasan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang menjadi 3.000 meter.

"Landasannya masih kurang panjang, saya minta akhir tahun depan sudah 3.000 meter, tidak seperti sekarang yang hanya 2.500 meter," kata Presiden.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 16 Januari 2019 - 13:49 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mendukung r...
Selasa, 15 Januari 2019 - 15:34 WIB
Elshinta.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendorong pemulihan pasca bencana...
Selasa, 15 Januari 2019 - 13:13 WIB
Elshinta.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangun...
Senin, 14 Januari 2019 - 07:24 WIB
Elshinta.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merampungkan pembang...
Senin, 14 Januari 2019 - 06:35 WIB
Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan pemerintah akan terus membangun b...
Senin, 14 Januari 2019 - 06:23 WIB
Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo menjanjikan fasilitas keuangan untuk perumah...
Minggu, 13 Januari 2019 - 14:55 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta akan mengoptimalkan tiga trase penduk...
Minggu, 13 Januari 2019 - 09:27 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penata...
Rabu, 09 Januari 2019 - 20:49 WIB
Elshinta.com - Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla mengatakan rencana induk rekonstruksi ...
Rabu, 02 Januari 2019 - 13:44 WIB
Elshinta.com - Presiden Indonesia Joko Widodo menargetkan pembangunan rumah sebagai tahap ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)