Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:07 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pendidikan

Penjelasan Unnes soal insiden dalam demonstrasi mahasiswa yang sempat viral

Jumat, 08 Juni 2018 - 06:55 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Mahasiswa Unnes membentangkan poster saat berunjuk rasa menolak kebijakan kampus tentang SPI, Senin (4/6/2018). Sumber foto: https://bit.ly/2Jrei8g
Mahasiswa Unnes membentangkan poster saat berunjuk rasa menolak kebijakan kampus tentang SPI, Senin (4/6/2018). Sumber foto: https://bit.ly/2Jrei8g

Elshinta.com - Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengklarifikasi insiden kericuhan saat demontrasi mahasiswa menuntut penghapusan uang pangkal.

"Saya sudah lihat videonya di Instagram. Tidak betul kalau ada mahasiswa yang tertabrak, apalagi terlindas mobil," kata Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (7/6) malam.

Dari Instagram, sebelumnya beredar video berikut keterangan tentang aksi unjuk rasa mahasiswa Unnes menuntut penghapusan uang pangkal di depan Rektorat Unnes, Kamis sore. Dalam video itu terlihat kericuhan antara mahasiswa peserta aksi dengan petugas keamanan kampus ketika sebuah mobil berwarna hitam yang disebutkan ditumpangi Rektor Unnes akan melintas.

Berikut video itu, disertakan pula keterangan mengenai kronologis terjadinya kericuhan itu yang disebutkan menyebabkan sejumlah mahasiswa luka-luka karena diterjang mobil tersebut.

Namun, Fathur secara tegas membantah informasi tersebut, seraya menegaskan tidak ada mahasiswa terluka karena diterjang mobil dalam aksi yang berlangsung sekitar pukul 17.15 WIB itu.

Bahkan, beberapa mahasiswa sempat menggedor mobil meminta rektor untuk turun, tetapi Fathur menolaknya karena menilai cara yang dilakukan tidak akademis dan cenderung memaksakan kehendak.

"Mahasiswa itu melakukan aksi menuntut penghapusan uang pangkal. Aspirasi mahasiswa sudah kami akomodasi. Beberapa kali, ketua BEM, baik universitas maupun fakultas ketemu saya," katanya.

Sebelum kericuhan itu, Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes itu mengatakan, ketua BEM juga sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan dirinya untuk membahas mengenai uang pangkal.

"Tetapi, maunya mahasiswa ketemu Rektor di panggung (aksi). Ya, ini kan sedang bulan puasa. Saya menghargai aksi mahasiswa karena mereka sedang belajar untuk menyampaikan aspirasi," katanya.

Akan tetapi, Fathur meminta cara yang dilakukan mahasiswa tidak dilakukan secara anarkis dan memaksakan kehendak, sebab segala persoalan bisa didialogkan dan dibicarakan dengan baik.

Sementara itu, Siti Kholipah selaku koordinator aksi menceritakan kronologis insiden itu berawal dari demonstrasi lanjutan yang dilakukan mahasiswa Unnes yang menuntut penghapusan uang pangkal.

"Aksi dilakukan sejak Kamis pagi, sekitar pukul 10.00 WIB. Kami terus melobi agar Pak Rektor mau menemui peserta aksi, tetapi tidak kunjung ditemui," kata Wakil Presiden BEM Unnes itu.

Aksi berlanjut hingga sore hari, kata dia, tepatnya sekitar pukul 17.15 WIB, ada dua mobil, salah satunya ditumpangi Rektor Unnes hendak keluar kampus kemudian dihadang mahasiswa.

"Ada peserta aksi yang menghadang, ada pula yang merebahkan diri di jalan. Namun, dibubarkan oleh petugas keamanan. Ya, ricuh gitu, ada yang ditarik-tarik, didorong petugas keamanan," katanya.

Namun, Kholipah membantah adanya informasi mahasiswa yang tertabrak mobil dalam insiden tersebut karena mobil tersebut berjalan pelan menghindari kerumuman peserta aksi yang menghadang.

"Saya dapat laporan tadi ada satu mahasiswa yang kena asma, tetapi langsung ditangani. Kalau yang tertabrak tidak ada, tadi mobilnya jalan pelan. Ya, memang ricuh dengan petugas keamanan," katanya, dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 15:06 WIB

Pemerintah belum bahas rencana pembelian Sukhoi

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Pemerintah negosiasi ulang soal pesawat tempur KFX/IFX

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 14:44 WIB

Uni Eropa salurkan 22 juta dolar AS untuk korban bencana Sulteng

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 14:33 WIB

Ketua MPR minta lapangan tembak Senayan dibuat tertutup

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:22 WIB

ASEAN berkomitmen jaga stabilitas kawasan

Kriminalitas | 19 Oktober 2018 - 14:10 WIB

Terungkap, pencurian modus debt collector di Tangerang

Elshinta.com - Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengklarifikasi insiden kericuhan saat demontrasi mahasiswa menuntut penghapusan uang pangkal.

"Saya sudah lihat videonya di Instagram. Tidak betul kalau ada mahasiswa yang tertabrak, apalagi terlindas mobil," kata Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (7/6) malam.

Dari Instagram, sebelumnya beredar video berikut keterangan tentang aksi unjuk rasa mahasiswa Unnes menuntut penghapusan uang pangkal di depan Rektorat Unnes, Kamis sore. Dalam video itu terlihat kericuhan antara mahasiswa peserta aksi dengan petugas keamanan kampus ketika sebuah mobil berwarna hitam yang disebutkan ditumpangi Rektor Unnes akan melintas.

Berikut video itu, disertakan pula keterangan mengenai kronologis terjadinya kericuhan itu yang disebutkan menyebabkan sejumlah mahasiswa luka-luka karena diterjang mobil tersebut.

Namun, Fathur secara tegas membantah informasi tersebut, seraya menegaskan tidak ada mahasiswa terluka karena diterjang mobil dalam aksi yang berlangsung sekitar pukul 17.15 WIB itu.

Bahkan, beberapa mahasiswa sempat menggedor mobil meminta rektor untuk turun, tetapi Fathur menolaknya karena menilai cara yang dilakukan tidak akademis dan cenderung memaksakan kehendak.

"Mahasiswa itu melakukan aksi menuntut penghapusan uang pangkal. Aspirasi mahasiswa sudah kami akomodasi. Beberapa kali, ketua BEM, baik universitas maupun fakultas ketemu saya," katanya.

Sebelum kericuhan itu, Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes itu mengatakan, ketua BEM juga sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan dirinya untuk membahas mengenai uang pangkal.

"Tetapi, maunya mahasiswa ketemu Rektor di panggung (aksi). Ya, ini kan sedang bulan puasa. Saya menghargai aksi mahasiswa karena mereka sedang belajar untuk menyampaikan aspirasi," katanya.

Akan tetapi, Fathur meminta cara yang dilakukan mahasiswa tidak dilakukan secara anarkis dan memaksakan kehendak, sebab segala persoalan bisa didialogkan dan dibicarakan dengan baik.

Sementara itu, Siti Kholipah selaku koordinator aksi menceritakan kronologis insiden itu berawal dari demonstrasi lanjutan yang dilakukan mahasiswa Unnes yang menuntut penghapusan uang pangkal.

"Aksi dilakukan sejak Kamis pagi, sekitar pukul 10.00 WIB. Kami terus melobi agar Pak Rektor mau menemui peserta aksi, tetapi tidak kunjung ditemui," kata Wakil Presiden BEM Unnes itu.

Aksi berlanjut hingga sore hari, kata dia, tepatnya sekitar pukul 17.15 WIB, ada dua mobil, salah satunya ditumpangi Rektor Unnes hendak keluar kampus kemudian dihadang mahasiswa.

"Ada peserta aksi yang menghadang, ada pula yang merebahkan diri di jalan. Namun, dibubarkan oleh petugas keamanan. Ya, ricuh gitu, ada yang ditarik-tarik, didorong petugas keamanan," katanya.

Namun, Kholipah membantah adanya informasi mahasiswa yang tertabrak mobil dalam insiden tersebut karena mobil tersebut berjalan pelan menghindari kerumuman peserta aksi yang menghadang.

"Saya dapat laporan tadi ada satu mahasiswa yang kena asma, tetapi langsung ditangani. Kalau yang tertabrak tidak ada, tadi mobilnya jalan pelan. Ya, memang ricuh dengan petugas keamanan," katanya, dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com