Rabu, 15 Agustus 2018 | 17:47 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Dalam Negeri / Hukum

Hakim tolak permintaan Fredrich keluar rutan saat Lebaran

Jumat, 08 Juni 2018 - 15:07 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Tersangka perintangan penyidikan kasus korupsi KTP elektronik atas terdakwa Setya Novanto, Fredrich Yunadi. Sumber foto: https://bit.ly/2JBjQNk
Tersangka perintangan penyidikan kasus korupsi KTP elektronik atas terdakwa Setya Novanto, Fredrich Yunadi. Sumber foto: https://bit.ly/2JBjQNk

Elshinta.com - Majelis hakim menolak permintaan advokat Fredrich Yunadi yang memohon untuk dapat keluar dari rumah tahanan (rutan) Cipinang pada hari raya Idul Fitri 2018 agar dapat sungkem ke ibunya yang sudah berusia lanjut.

"Untuk permintaan itu mohon maaf tidak bisa dipenuhi, nanti keluarga yang dari luar negeri bisa besuk ke rutan untuk bertemu saudara, kalau resmi masuk hari Kamis mungkin bisa, kalau hari raya tidak bisa kami penuhi," kata hakim Saifuddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Jumat (8/6), dikutip Antara.

Sebelumnya, Fredrich mengajukan permintaan tersebut mengingat ibunya yang sudah lanjut usia dan sudah tradisi keluarganya melakukan sungkeman ke orang tua karena dianggap berkan dari Tuhan ibunya masih ada yang tidak diketahui bisa bertahan sampai usia berapa.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Hakim Saifuddin Zuhri menjelaskan bahwa praktik dari permintaan mantan pengacara Setya Novanto tersebut tergantung penasihat umum (PU) dan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Takdir Suhan menjelaskan bahwa pihaknya telah menanyakan kepada pihak rutan Cipinang bahwa jadwal untuk besuk pada hari raya Lebaran tetap ada. Namun, hal tersebut bukanlah maksud dari permintaan Fredrich agar ibunya yang sudah lanjut usia membesuk, melainkan pria berkumis tebal itu ingin melakukan tradisi sungkeman.

Setelah kembali menyampaikan maksudnya dan telah dipahami, Majelis Hakim lantas bermusyawarah menanggapi permintaan Fredrich yang akhirnya tidak menyetujui dirinya keluar tahanan saat Lebaran, melainkan keluarganya yang diperbolehkan membesuk sesuai jadwal di rutan.

"Kami bersumpah penuntut umum kan mendapat balasan dari Allah, insya Allah orang tuanya masih hidup," tegas Fredrich.

Fredrich Yunadi dituntut 12 tahun penjara ditambah denda Rp600 juta subsider 6 bulan kurungan karena terbukti merintangi pemeriksaan mantan Ketua DPR Setya Novanto dalam perkara korupsi KTP-Elektronik.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 15 Agustus 2018 - 17:45 WIB

Waspada, Lumajang masuk potensi 10 besar bencana di Indonesia

Asian Games 2018 | 15 Agustus 2018 - 17:34 WIB

Siswa SD gelar aksi teatrikal meriahkan Asian Games

Timnas Indonesia | 15 Agustus 2018 - 17:24 WIB

Tingkatkan skill, 5 pemain Timnas U-16 dikirim ke Portugal

Kecantikan | 15 Agustus 2018 - 17:07 WIB

Perawatan kulit ala Korea, perhatikan pengaplikasiannya

Pemilihan Presiden 2019 | 15 Agustus 2018 - 16:57 WIB

Sandiaga Uno sapa pedagang pasar tradisional di Lombok

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com