Sabtu, 23 Juni 2018 | 17:23 WIB

Daftar | Login

IPTEK / Aplikasi

Google berpotensi didenda milyaran Euro oleh Uni Eropa terkait Android

Jumat, 08 Juni 2018 - 16:59 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Sundar Pichai CEO Google. sumber foto: https://selnd.com/1lYTKbx
Sundar Pichai CEO Google. sumber foto: https://selnd.com/1lYTKbx

Elshinta.com - Mesin pencarian populer Google berpotensi terkena denda milyaran oleh regulator Uni Eropa terkait sist operasi Android miliknya.Pada bulan Juli nanti, Komisioner Persaingan Eropa, Margrethe Vestager akan mengumumkan keputusannya terkait kasus ini. Apabila ditemukan adanya praktek yang mengurangi persaingan, maka Google dapat didenda lebih besar dari Euro 2.4 milyar (sekitar 39.5 trilyun rupiah), yang terjadi satu tahun lalu dalam kasus terpisah.

Menurut laporan dari Business Insider, selain besaran denda terdapat juga risiko tambahan, yaitu tuntutan untuk dipecah karena merupakan suatu usaha yang cenderung monopoli. Sejumlah taktik yang digunakan Google seperti mengharuskan pabrikan ponsel untuk preinstalasi Google Search dan browser Chrome miliknya menjadi contoh. Tanpa kondisi itu, maka akses kepada Google Play app store tidak diberikan.

Komisi Eropa menuduh bahwa praktek seperti ini justru mematikan persaingan dengan membatasi pilihan bagi konsumen. Diketahui bahwa Android merupakan sistem operasi terpopuler di dunia. Keluhan dari Uni Eropa ini berpotensi untuk mendorong regulator di Amerika Serikat juga untuk bertindak dengan pemikiran serupa.

Situasi ini mengingatkan akan kondisi pasar perangkat lunak di akhir tahun 1990an dengan Microsoft, ketika sistem operasi Windowsnya mendominasi pasar, serta browser Internet Explorer miliknya  dan Media Player miliknya merajai dunia perangkat lunak dan internet.

Selain menghadapi kasus-kasus persaingan ini, Google juga tengah menghadapi ancaman kasus lain terkait iklan online, dimana Google dituduh menggunakan platform iklan AdSensenya  untuk mencegah persaingan di industri periklanan daring tersebut. Praktis terdapat sebuah duopoly yang didominasi oleh Google atau Facebook dalam industri periklanan digital. Majalah Fortune memperkirakan bahwa di 2017 praktis semua pertumbuhan iklan digital didominasi kedua perusahaan tersebut di pasar AS, yang bernilai 72.5 milyar dolar AS (sekitar 1014 trilyun rupiah). Statista melaporkan pada akhir 2017 bahwa 60 persen porsi iklan daring global dikuasai dua perusahaan tersebut. Itu setara dengan 25 persen dari total pembelian iklan dunia tahun 2017.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Event | 23 Juni 2018 - 17:11 WIB

Shaqiri pastikan kemenangan Swiss 2-1 atas Serbia

Arestasi | 23 Juni 2018 - 16:35 WIB

Densus 88 tembak mati dua terduga teroris

Aktual Dalam Negeri | 23 Juni 2018 - 16:22 WIB

Pemerintah bentuk ad hoc selidiki KM Sinar Bangun

Ekonomi | 23 Juni 2018 - 16:10 WIB

Permintaan uang kartal libur Lebaran capai Rp2 triliun

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Selasa, 19 Juni 2018 - 20:52 WIB

Instagram akan hadirkan fitur pelacak aktivitas

Minggu, 17 Juni 2018 - 13:49 WIB

Gmail baru pasang AI untuk notifikasi

Minggu, 17 Juni 2018 - 12:47 WIB

Instagram akan hapus fitur screenshot stories

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com