Rabu, 15 Agustus 2018 | 17:44 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Dalam Negeri / Pendidikan

Menristekdikti ingin Madiun jadi pusat pengembangan kereta api

Jumat, 08 Juni 2018 - 20:17 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam kunjungannya ke Madiun, Jumat (8/6). Sumber foto: https://bit.ly/2Hwe5Ps
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam kunjungannya ke Madiun, Jumat (8/6). Sumber foto: https://bit.ly/2Hwe5Ps

Elshinta.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI (Menristekdikti) M Nasir menginginkan agar Madiun menjadi pusat pengembangan kereta api Indonesia seiring dengan adanya kerja sama antara pendidikan dan industri yang dilakukan Politeknik Negeri Madiun dengan PT INKA (Persero).

"Ini merupakan langkah maju adanya kerja sama antara pendidikan dan industri. Yakni kerja sama yang dilakukan antara Politeknik Negeri Madiun degan PT INKA (Persero)," ujar Nasir saat melakukan kunjungan kerja ke PT INKA (Persero) Madiun dalam rangka penandatanganan kontrak kerja sama PT INKA (Persero) dengan Politeknik Negeri Madiun, di Kota Madiun, Jumat (8/6) dikutip Antara.

Adapun penandatanganan dilakukan oleh Direktur Politeknik Negeri Madiun M Fajar Subkhan dan Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro yang disaksikan langsung oleh Menristekdikti M Nasir dan Menteri BUMN, Rini Soemarno.

Nasir menilai, dua-duanya, baik Politeknik Negeri Madiun maupun PT INKA, menjadi hal yang sangat penting dalam perkembangan pendidikan dan kebutuhan industri yang sekarang sedang digalakkan oleh pemeritah.

"PT INKA di bawah Kementerian BUMN yang mengoordinasikan penggunaan industri maupun industrinya dan kami adalah penyedia sumber daya manusianya lalu di-link-kan menjadi satu yang menurut saya harus terus didorong. Dengan ini mudah-mudahan Madiun menjadi pusat pengembangan kereta api di Indonesia," katanya.

Pihaknya ingin agar tahun ajaran baru 2018, kerja sama tersebut telah terwujud. Adapun program studi nantinya disebut program studi perkeretaapian dengan konsentrasi yang disesuaikan kebutuhan. Terkait tenaga dosennya, nantinya akan diambilkan dari tenaga ahli PT INKA yang totalnya mencapai 142 orang. Bahkan pihaknya siap melakukan rekognisi pembelajaran lampau (RPL).

"Untuk menjadi dosen itu latar belakangnya minimal harus S2. Kalau tenaga ahli dari INKA itu program studinya masih D3 atau SI, tentu tidak cukup. Maka dengan RPL, pengakuan masa pembelajaran di industri akan kami perhitungkan dengan menggunakan Kualifikasi Kompetensi Nasional Indonesia (KKNI) yang diukur melalui Standar Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)," terang dia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asian Games 2018 | 15 Agustus 2018 - 17:34 WIB

Siswa SD gelar aksi teatrikal meriahkan Asian Games

Timnas Indonesia | 15 Agustus 2018 - 17:24 WIB

Tingkatkan skill, 5 pemain Timnas U-16 dikirim ke Portugal

Kecantikan | 15 Agustus 2018 - 17:07 WIB

Perawatan kulit ala Korea, perhatikan pengaplikasiannya

Pemilihan Presiden 2019 | 15 Agustus 2018 - 16:57 WIB

Sandiaga Uno sapa pedagang pasar tradisional di Lombok

Kriminalitas | 15 Agustus 2018 - 16:36 WIB

Polisi tembak pelaku asusila di Garut

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com