MAKI harap putusan hakim pertimbangkan putusan pra peradilan Edward
Jumat, 08 Juni 2018 - 18:06 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Foto: Istimewa.

Elshinta.com - Putusan sela Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang tidak satu suara dalam menolak eksepsi Edward Soeryadjaya, dikritisi oleh Boyamin Saiman dari MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) (8/6). Menurut Boyamin, seharusnya semua pihak menghormati keputusan pengadilan.

“Nah disini ada putusan pra peradilan yang memenangkan kasus Edward, makanya saya lihat putusan sela kemarin adalah bentuk tidak menghormati putusan pra peradilan,” jelas MAKI dalam rilisnya yang diterima Redaksi elshinta.com, Jumat (8/6).

Seharusnya menurut MAKI, semua hakim satu suara dengan hakim ad hoc yang menghormati adanya putusan pra peradian. “Semoga nanti putusan akhir majelis hakim juga akan menjadi putusan pra peradilan sebagai pertimbangan,” tambah Boyamin. Karena jika tidak akan menimbulkan ketidakpastian hukum bagi setiap orang yang ingin mencari keadilan.

Hal yang sama juga disampaikan oleh  Radhy Noviadi Yusuf, tim pengacara Edward Soeryadjaya.”Baru kali ini seseorang yang bukan tersangka harus menghadapi persidangan dan diadili oleh hakim. Sementara putusan pra peradilan sama sekali diabaikan. Penegakan hukum mengalami masalah serius di era Nawacita,” jelas Radhy.

Ia menegaskan  tidak pernah di era pemerintahan sebelumnya, proses hukum berjalan sebrutal ini. "Dulu tak pernah ada putusan hakim yang diabaikan. Tidak pernah ada orang yang bukan tersangka harus diadili oleh hakim " ujarnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 17 Januari 2019 - 19:57 WIB
Elshinta.com - Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Frendiz...
Kamis, 17 Januari 2019 - 18:15 WIB
Elshinta.com - Bos Paramount Enterprise International, Eddy Sindoro membantah dirinya pernah be...
Kamis, 17 Januari 2019 - 14:00 WIB
Elshinta.com - Penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri wajib menjalankan penyita...
Kamis, 17 Januari 2019 - 13:06 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil enam saksi dalam penyidikan ka...
Kamis, 17 Januari 2019 - 10:43 WIB
Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil lima anggota DPRD Kabupaten Be...
Kamis, 17 Januari 2019 - 07:11 WIB
Elshinta.com - Pihak kepolisian akan memanggil Ivan Gunawan untuk dimintai keterangan terk...
Rabu, 16 Januari 2019 - 21:45 WIB
Elshinta.com - Penyidik dari Polres Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengungkap peran te...
Rabu, 16 Januari 2019 - 21:27 WIB
Elshinta.com - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Nusa Tenggara ...
Rabu, 16 Januari 2019 - 20:35 WIB
Elshinta.com - Malang Corruption Watch (MCW) mendesak sekaligus mempertanyakan keseriusan ...
Rabu, 16 Januari 2019 - 20:12 WIB
Elshinta.com - Kapolres Kota Depok Kombes Pol Didik Sugiarto mengungkapkan adanya kemungki...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)