Jumat, 14 Desember 2018 | 00:06 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Politik

PKPI ajak kaum muda ikut bangun Indonesia

Jumat, 08 Juni 2018 - 23:02 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
PKPI ajak kaum muda ikut bangun Indonesia. Foto: Istimewa/Elshinta.
PKPI ajak kaum muda ikut bangun Indonesia. Foto: Istimewa/Elshinta.

Elshinta.com - Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropriyono mengajak kaum pemuda untuk ikut membangun Indonesia. Karena, pemuda punya sejarah penting dalam pembangunan Indonesia, misalnya tahun 1908, 1928, 1945 serta 1998.

Menurut dia, pemuda akan terus memainkan peran penting ke depannya apalagi menjelang pemilihan umum (Pemilu) Serentak 2019 yakni pemilu legislatif dan pemilu presiden.

"Dalam pilpres nanti, pemilh berusia 17-30 tahun berjumlah 30 persen. Jika kita lebarkan menjadi usia 17-38 tahun, jumlah tersebut meningkat hingga 55 persen," kata Diaz dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com, Jumat (8/6).

Namun demikian, Diaz yang merupakan putra dari mantan Kepala BIN A. M. Hendropriyono ini tidak mau partainya disebut sebagai partai anak muda. Sebab, terlalu kecil apabila menyebut PKPI adalah partai anak muda. Akan tetapi, PKPI adalah partai yang berjiwa muda.

Ia menjelaskan PKPI adalah partai yang memahami sejarah perjuangan bangsa, memahami sejarah partai, generasi lama, basis suara serta memahami perubuhana dunia merangkul generasi baru.

"Oleh karena itu, kita lebih dari sekedar memikirkan saat ini saja. Kita adalah #partaizamanWOW karena kita terlalu WOW untuk hanya menjadi partai zaman now," jelasnya.

Sementara mantan Ketua Umum PKPI, A. M. Hendropriyono mengingatkan partai politik merupakan skala kecil dari negara. Menurut dia, kalau kepala negara mengemudikan kapal besar Republik Indonesia bersama-sama jangan sampai kapal ini karam.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 13 Desember 2018 - 21:39 WIB

Empat pekerja selamat dari penembakan di Nduga dievakuasi ke Timika

Hukum | 13 Desember 2018 - 21:26 WIB

KPK: Kakak ipar Bupati Cianjur serahkan diri

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 21:12 WIB

Kodam XVII/Cenderawasih menggelar pengobatan dan khitanan massal

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:58 WIB

Berseragam TNI, murid TK Angkasa bertanam sayur-sayuran

Aktual Dalam Negeri | 13 Desember 2018 - 20:38 WIB

Kapolres Langkat berkunjung ke Markas Batalyon 8 Marinir

Elshinta.com - Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropriyono mengajak kaum pemuda untuk ikut membangun Indonesia. Karena, pemuda punya sejarah penting dalam pembangunan Indonesia, misalnya tahun 1908, 1928, 1945 serta 1998.

Menurut dia, pemuda akan terus memainkan peran penting ke depannya apalagi menjelang pemilihan umum (Pemilu) Serentak 2019 yakni pemilu legislatif dan pemilu presiden.

"Dalam pilpres nanti, pemilh berusia 17-30 tahun berjumlah 30 persen. Jika kita lebarkan menjadi usia 17-38 tahun, jumlah tersebut meningkat hingga 55 persen," kata Diaz dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com, Jumat (8/6).

Namun demikian, Diaz yang merupakan putra dari mantan Kepala BIN A. M. Hendropriyono ini tidak mau partainya disebut sebagai partai anak muda. Sebab, terlalu kecil apabila menyebut PKPI adalah partai anak muda. Akan tetapi, PKPI adalah partai yang berjiwa muda.

Ia menjelaskan PKPI adalah partai yang memahami sejarah perjuangan bangsa, memahami sejarah partai, generasi lama, basis suara serta memahami perubuhana dunia merangkul generasi baru.

"Oleh karena itu, kita lebih dari sekedar memikirkan saat ini saja. Kita adalah #partaizamanWOW karena kita terlalu WOW untuk hanya menjadi partai zaman now," jelasnya.

Sementara mantan Ketua Umum PKPI, A. M. Hendropriyono mengingatkan partai politik merupakan skala kecil dari negara. Menurut dia, kalau kepala negara mengemudikan kapal besar Republik Indonesia bersama-sama jangan sampai kapal ini karam.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com