NTT ekspor 18,2 ton ikan kering
Sabtu, 09 Juni 2018 - 10:37 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2JnguBS

Elshinta.com  - Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (KIPM) Kupang mencatat Provinsi Nusa Tenggara Timur mengekspor komoditi ikan kering sebanyak 18,2 ton ke negara tujuan Timor Leste pada Mei 2018.

"Sejauh ini Timor Leste masih mendominasi permintaan komoditi ikan kering yang diekspor dari NTT, terakhir sebanyak 18,2 ton yang dikirim ke sana pada Mei 2018," kata Kepala KIPM Kupang Jimmy Elwaren di Kupang, Sabtu (9/6).

Pihaknya mencatat nilai ekspor ikan kering ke negara tetangga yang berbatasan wilayah secara langsung dengan NTT di Pulau Timor itu sebesar 52.336 dolar AS.

Ia mengatakan komoditi ikan kering yang diekspor sebagian besar merupakan hasil produksi dari provinsi setempat, selain itu ada pula yang didatangkan dari Kalimantan namun jumlahnya tidak signifikan. Produk ikan kering, lanjutnya, sejauh ini selalu mendominasi jumlah komoditi perikanan yang diekspor ke Timor Leste, bahkan negara tersebut sejauh ini menjadi satu-satunya yang paling konsisten meminta komoditi ikan kering.

Beberapa komoditi lain yang juga diekspor pada Mei 2018 seperti ikan anggoli beku, kerapu beku, lencam, layur, dan tuna beku. "Yang paling dominan itu ikan kering, sementara komoditi lainnya itu berkisar di bawah 2 ton. Semuanya dikirim melalui jalur darat lewat pos perbatasan di Pulau Timor," katanya, seperti dikutip Antara.

KIPM Kupang mencatat, ekspor ikan kering pada Mei tercatat menurun dibandingkan pada April 2018 sebanyak 28 ton lebih. "Jumlah yang diekspor berubah-ubah tergantung permintaan dari negara buyer (pembeli) sesuai kebutuhan mereka," katanya.

Ia menambahkan ikan kering merupakan top lima komoditi ekspor dari provinsi setempat pada Mei 2018 selain ikan cakalang asap, cakalang beku, tuna loin, dan lencam beku. Tujuan ekspor ke berbagai negara selain Timor Leste yakni, Jepang, China, Filipina, dan Brunei Darussalam.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 17 Januari 2019 - 13:26 WIB
Elshinta.com - Penerimaan negara dari industri hulu minyak dan gas bumi di tahun 2018 meni...
Kamis, 17 Januari 2019 - 13:17 WIB
Elshinta.com - Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) Armand Herma...
Kamis, 17 Januari 2019 - 11:01 WIB
Elshinta.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (17/1)...
Kamis, 17 Januari 2019 - 06:53 WIB
Elshinta.com -Kementerian Kelautan dan Perikanan terus mendukung upaya peningkatan ekspor dari ...
Rabu, 16 Januari 2019 - 21:05 WIB
Elshinta.com - Setelah beberapa saat ratusan mantan awak mobil tangki (AMT) Pertamina beru...
Rabu, 16 Januari 2019 - 20:18 WIB
Elshinta.com - Pertambangan merupakan bisnis high risk, dimana membutuhkan modal besar dan meme...
Rabu, 16 Januari 2019 - 13:40 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, pertumbuhan e...
Rabu, 16 Januari 2019 - 13:31 WIB
Elshinta.com - Menteri Perdagangan (Mendag) RI Enggartiasto Lukita menyatakan pembahasan d...
Rabu, 16 Januari 2019 - 09:14 WIB
Elshinta.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menyebutkan maskapai penerbangan seharus...
Selasa, 15 Januari 2019 - 19:35 WIB
Elshinta.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (15/1)...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)