Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Telko

Didorong pertumbuhan bisnis digital Telkom raih pendapatan Rp32,3 Triliun

Senin, 30 April 2018 - 11:57 WIB    |    Penulis : Administrator    |    Editor : Administrator
Logo Telkom
Logo Telkom

Elshinta.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil meraih pendapatan sebesar Rp32,3 triliun sepanjang kuartal I tahun 2018 yang berarti mengalami pertumbuhan sebesar 4,3% di banding kuartal pertama tahun lalu, meskipun di tengah persaingan industri yang kian ketat serta dinamika industri telekomunikasi yang bergeser dari bisnis legacy (voice & SMS) ke bisnis Digital. Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA) di kuartal pertama 2018 ini sebesar Rp16,1 triliun, dengan laba bersih sebesar Rp5,73 triliun.

Pendapatan BUMN ini didominasi oleh segmen data, internet and IT service yang menghasilkan pendapatan sebesar Rp15,9 triliun naik 23,3% dibandingkan periode 2017 yang sebesar Rp12,9 triliun. “Bisnis data, internet & IT service meningkat seiring dengan semakin tingginya penggunaan smartphone, bertambahnya pelanggan IndiHome dan meningkatnya layanan ICT Solution untuk pelanggan korporasi,” ujar Direktur Keuangan Telkom Harry M Zen di Jakarta, Senin (30/4).

Dalam segi operasional hingga kuartal pertama 2018, pelanggan fixed broadband tercatat 5,74 juta dengan  layanan IndiHome mencatatkan pertumbuhan yang cukup pesat, yakni bertambah sebesar 97% dari tahun sebelumnya menjadi sebanyak 3,5 juta pelanggan. Peningkatan jumlah pelanggan IndiHome tersebut berkat perluasan dan peningkatan kualitas jaringan, perbaikan sistem Information Technology (IT), peningkatan produktivitas teknisi dan tenaga pemasaran  serta didukung oleh program pemasaran yang agresifSementara itu, layanan mobile broadbandTelkomsel juga mencatat pertumbuhan  jumlah pelanggan yang cukup meyakinkan, yakni tumbuh 21,3% menjadi 108,73 juta pelanggan.  

Untuk Capital Expenditure (Capex) pada kuartal pertama tercatat mencapai Rp6,1 triliun. Capex terutama digunakan untuk membiayai pembangunan BTS,  perluasan jaringan akses dan infrastruktur backbone termasuk penyiapan Satelit Merah Putih dan pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang menunjang bisnis fixed and mobile broadband.

Telkomsel, entitas anak usaha Telkom, membukukan pendapatan sebesar Rp21,9 triliun dengan EBITDA Rp12,0 triliun dan laba bersih Rp6,4 triliun. Bisnis digital Telkomsel pada tiga bulan pertama 2018 menunjukkan peningkatan sebesar 24,8% dengan capaian sebesar Rp10,5 triliun. Angka ini membuat komposisi bisnis digital menjadi 48% dari total pendapatan Telkomsel, meningkat dari komposisi periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 38%. Hal ini sesuai dengan prediksi perusahaan dimana terjadi pergeseran perilaku pengguna layanan seluler dari pemakaian voice dan SMS ke pemakaian layanan data.  

Telkomsel pada kuartal pertama 2018 ini telah menyelesaikan penambahan BTS (Base Transceiver Station) sebanyak 6.944 unit BTS baru yang semuanya adalah BTS 4G. Dengan penambahan ini maka  total BTS yang aktif hingga kuartal pertama 2018 adalah sebanyak  167.649 unit dimana sekitar 70% di antaranya adalah BTS 3G/4G.

Pendapatan IndiHome tercatat sebesar Rp2,5 triliun atau meningkat 48,0% dibanding tahun lalu. Sedangkan pendapatan dari Segmen Enterprise adalah sebesar Rp8,6 triliun. Untuk segmen enterprise, perusahaan tetap fokus pada penyediaan layanan ICT (Information and Communication Technology) Solutions terintegrasi dengan mengedepankan keunggulan pada keragaman smart enabler platform.

Untuk segmen wholesale and international business, tercatat pendapatan sebesar Rp2,2 triliun atau tumbuh 32,3% dibanding tahun lalu. Hal ini didukung dengan telah beroperasinya sistem kabel laut SEA-US dan SEA-ME-WE5.

Melihat pertumbuhan bisnis digital yang cukup pesat, Harry M Zen mengatakan, "Dinamika yang terjadi di industri saat ini menambah keyakinan Telkom bahwa bisnis data dan layanan digital merupakan masa depan industri telekomunikasi. Tidak hanya pada mobile broadband, namun segmen enterprise, IndiHome dan wholesale and international business, kami harapkan akan menjadi pendorong utama bisnis Telkom di masa mendatang untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis perusahaan. Perseroan senantiasa meningkatkan kapabilitas digitalnya dan terus berinovasi dengan dukungan smart network and IT infrastructure dalam melayani pelanggan serta memberikan customer experience terbaik.”

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Pemerintah negosiasi ulang soal pesawat tempur KFX/IFX

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 14:44 WIB

Uni Eropa salurkan 22 juta dolar AS untuk korban bencana Sulteng

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 14:33 WIB

Ketua MPR minta lapangan tembak Senayan dibuat tertutup

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:22 WIB

ASEAN berkomitmen jaga stabilitas kawasan

Kriminalitas | 19 Oktober 2018 - 14:10 WIB

Terungkap, pencurian modus debt collector di Tangerang

Elshinta.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil meraih pendapatan sebesar Rp32,3 triliun sepanjang kuartal I tahun 2018 yang berarti mengalami pertumbuhan sebesar 4,3% di banding kuartal pertama tahun lalu, meskipun di tengah persaingan industri yang kian ketat serta dinamika industri telekomunikasi yang bergeser dari bisnis legacy (voice & SMS) ke bisnis Digital. Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA) di kuartal pertama 2018 ini sebesar Rp16,1 triliun, dengan laba bersih sebesar Rp5,73 triliun.

Pendapatan BUMN ini didominasi oleh segmen data, internet and IT service yang menghasilkan pendapatan sebesar Rp15,9 triliun naik 23,3% dibandingkan periode 2017 yang sebesar Rp12,9 triliun. “Bisnis data, internet & IT service meningkat seiring dengan semakin tingginya penggunaan smartphone, bertambahnya pelanggan IndiHome dan meningkatnya layanan ICT Solution untuk pelanggan korporasi,” ujar Direktur Keuangan Telkom Harry M Zen di Jakarta, Senin (30/4).

Dalam segi operasional hingga kuartal pertama 2018, pelanggan fixed broadband tercatat 5,74 juta dengan  layanan IndiHome mencatatkan pertumbuhan yang cukup pesat, yakni bertambah sebesar 97% dari tahun sebelumnya menjadi sebanyak 3,5 juta pelanggan. Peningkatan jumlah pelanggan IndiHome tersebut berkat perluasan dan peningkatan kualitas jaringan, perbaikan sistem Information Technology (IT), peningkatan produktivitas teknisi dan tenaga pemasaran  serta didukung oleh program pemasaran yang agresifSementara itu, layanan mobile broadbandTelkomsel juga mencatat pertumbuhan  jumlah pelanggan yang cukup meyakinkan, yakni tumbuh 21,3% menjadi 108,73 juta pelanggan.  

Untuk Capital Expenditure (Capex) pada kuartal pertama tercatat mencapai Rp6,1 triliun. Capex terutama digunakan untuk membiayai pembangunan BTS,  perluasan jaringan akses dan infrastruktur backbone termasuk penyiapan Satelit Merah Putih dan pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang menunjang bisnis fixed and mobile broadband.

Telkomsel, entitas anak usaha Telkom, membukukan pendapatan sebesar Rp21,9 triliun dengan EBITDA Rp12,0 triliun dan laba bersih Rp6,4 triliun. Bisnis digital Telkomsel pada tiga bulan pertama 2018 menunjukkan peningkatan sebesar 24,8% dengan capaian sebesar Rp10,5 triliun. Angka ini membuat komposisi bisnis digital menjadi 48% dari total pendapatan Telkomsel, meningkat dari komposisi periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 38%. Hal ini sesuai dengan prediksi perusahaan dimana terjadi pergeseran perilaku pengguna layanan seluler dari pemakaian voice dan SMS ke pemakaian layanan data.  

Telkomsel pada kuartal pertama 2018 ini telah menyelesaikan penambahan BTS (Base Transceiver Station) sebanyak 6.944 unit BTS baru yang semuanya adalah BTS 4G. Dengan penambahan ini maka  total BTS yang aktif hingga kuartal pertama 2018 adalah sebanyak  167.649 unit dimana sekitar 70% di antaranya adalah BTS 3G/4G.

Pendapatan IndiHome tercatat sebesar Rp2,5 triliun atau meningkat 48,0% dibanding tahun lalu. Sedangkan pendapatan dari Segmen Enterprise adalah sebesar Rp8,6 triliun. Untuk segmen enterprise, perusahaan tetap fokus pada penyediaan layanan ICT (Information and Communication Technology) Solutions terintegrasi dengan mengedepankan keunggulan pada keragaman smart enabler platform.

Untuk segmen wholesale and international business, tercatat pendapatan sebesar Rp2,2 triliun atau tumbuh 32,3% dibanding tahun lalu. Hal ini didukung dengan telah beroperasinya sistem kabel laut SEA-US dan SEA-ME-WE5.

Melihat pertumbuhan bisnis digital yang cukup pesat, Harry M Zen mengatakan, "Dinamika yang terjadi di industri saat ini menambah keyakinan Telkom bahwa bisnis data dan layanan digital merupakan masa depan industri telekomunikasi. Tidak hanya pada mobile broadband, namun segmen enterprise, IndiHome dan wholesale and international business, kami harapkan akan menjadi pendorong utama bisnis Telkom di masa mendatang untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis perusahaan. Perseroan senantiasa meningkatkan kapabilitas digitalnya dan terus berinovasi dengan dukungan smart network and IT infrastructure dalam melayani pelanggan serta memberikan customer experience terbaik.”

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com