Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:03 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Telko

Penurunan jumlah pelanggan Indosat dipapar Juni, usai registrasi

Senin, 04 Juni 2018 - 12:05 WIB    |    Penulis : Administrator    |    Editor : Administrator
Foto by Telko.id
Foto by Telko.id

Elshinta.com - Paska program registrasi yang digelar pemerintah, semua operator mengalami penurunan jumlah pelanggan. Tak pelak, kondisi ini membuat operator pun harus mengatur ‘langkah’ agar dapat menambah jumlah pelanggan lagi.

Hal yang sama dirasakan juga oleh Indosat Oordeoo. Dari laman Telko.id yang kami lansir, berapa besar penurunannya, CEO Indosat Oordedoo, Joy Wahyudi, enggan mengungkapkan penurunan pelanggannya.

“Iya turun. Tapi kami belum bisa bilang turun berapa. Pasti double digit turunnya,” ujarnya usai konferensi media di Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (31/9).

Sampai akhir kuartal satu 2018 lalu, Indosat masih memiliki pelanggan 96 juta. Namun, paska registrasi kartu prabyar Joy pun masih belum mau mengungkapkan.

Joy juga membantah jika jumlah pelanggan nya kini tinggal 60 jutaan. “Tidak benar itu 60 jutaan, terlalu banyak. Program registrasi kartu prabayar memang ada dampaknya terhadap penurunn pelanggan sebesar double digit, tapi saya belum bisa bilang angkanya,” ungkap Joy menjelaskan.

Berdasarkan data kuartal I 2018, Indosat memiliki 96 juta pelanggan. Angka ini terdiri atas 94,8 pelanggan prabayar dan 1,4 juta pascabayar.

Jumlah pelanggan tersebut turun dari 110,2 juta nomor pada akhir 2017. Penurunan ini merupakam imbas dari program registrasi kartu prabayar.

Kendati mengalami penurunan, Joy meyakini jumlah pelanggannya akan terus tumbuh, baik dari pelanggan lama atau baru. “Akhir Juni (kuartal II) nanti baru bisa dilihat, karena kan angkanya itu masih terus bergerak,” tuturnya.

Yang pasti, Joy melihat bahwa paska program registrasi ini, ada perubahan konsumen. Di mana konsumen tidak mudah beradaptasi. Yang biasanya membeli perdana untuk mendapatkan akses internet yang murah, kini harus mengisi ulang atau reload, atau membeli paket internet.

Asumsi bahwa isi ulang voucher lebih mahal pun ditampik oleh Joy.  Menurut nya, Indosat mengeluarkan harga yang sama untuk kartu perdanan maupun isi ulang voucher. Bahkan, diyakini nya juga, bahwa operator lain melakukan hal yang sama. Itu sebabnya, Indosat akan mengurangi jumlah paket nomor perdana di pasaran untuk menyikapi dari perubahan sikap masyarakat.

Terlebih, nomor sekarang menjadi lebih berharga dibandingkan dulu yang sering kali dijadikan calling card atau pakai buang. (Telko.id)

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Pemerintah negosiasi ulang soal pesawat tempur KFX/IFX

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 14:44 WIB

Uni Eropa salurkan 22 juta dolar AS untuk korban bencana Sulteng

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 14:33 WIB

Ketua MPR minta lapangan tembak Senayan dibuat tertutup

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:22 WIB

ASEAN berkomitmen jaga stabilitas kawasan

Kriminalitas | 19 Oktober 2018 - 14:10 WIB

Terungkap, pencurian modus debt collector di Tangerang

Elshinta.com - Paska program registrasi yang digelar pemerintah, semua operator mengalami penurunan jumlah pelanggan. Tak pelak, kondisi ini membuat operator pun harus mengatur ‘langkah’ agar dapat menambah jumlah pelanggan lagi.

Hal yang sama dirasakan juga oleh Indosat Oordeoo. Dari laman Telko.id yang kami lansir, berapa besar penurunannya, CEO Indosat Oordedoo, Joy Wahyudi, enggan mengungkapkan penurunan pelanggannya.

“Iya turun. Tapi kami belum bisa bilang turun berapa. Pasti double digit turunnya,” ujarnya usai konferensi media di Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (31/9).

Sampai akhir kuartal satu 2018 lalu, Indosat masih memiliki pelanggan 96 juta. Namun, paska registrasi kartu prabyar Joy pun masih belum mau mengungkapkan.

Joy juga membantah jika jumlah pelanggan nya kini tinggal 60 jutaan. “Tidak benar itu 60 jutaan, terlalu banyak. Program registrasi kartu prabayar memang ada dampaknya terhadap penurunn pelanggan sebesar double digit, tapi saya belum bisa bilang angkanya,” ungkap Joy menjelaskan.

Berdasarkan data kuartal I 2018, Indosat memiliki 96 juta pelanggan. Angka ini terdiri atas 94,8 pelanggan prabayar dan 1,4 juta pascabayar.

Jumlah pelanggan tersebut turun dari 110,2 juta nomor pada akhir 2017. Penurunan ini merupakam imbas dari program registrasi kartu prabayar.

Kendati mengalami penurunan, Joy meyakini jumlah pelanggannya akan terus tumbuh, baik dari pelanggan lama atau baru. “Akhir Juni (kuartal II) nanti baru bisa dilihat, karena kan angkanya itu masih terus bergerak,” tuturnya.

Yang pasti, Joy melihat bahwa paska program registrasi ini, ada perubahan konsumen. Di mana konsumen tidak mudah beradaptasi. Yang biasanya membeli perdana untuk mendapatkan akses internet yang murah, kini harus mengisi ulang atau reload, atau membeli paket internet.

Asumsi bahwa isi ulang voucher lebih mahal pun ditampik oleh Joy.  Menurut nya, Indosat mengeluarkan harga yang sama untuk kartu perdanan maupun isi ulang voucher. Bahkan, diyakini nya juga, bahwa operator lain melakukan hal yang sama. Itu sebabnya, Indosat akan mengurangi jumlah paket nomor perdana di pasaran untuk menyikapi dari perubahan sikap masyarakat.

Terlebih, nomor sekarang menjadi lebih berharga dibandingkan dulu yang sering kali dijadikan calling card atau pakai buang. (Telko.id)

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com