Senin, 22 Oktober 2018 | 11:41 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pendidikan

Rektor universitas swasta se-Riau deklarasi lawan radikalisme-terorisme

Sabtu, 09 Juni 2018 - 14:28 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2sJ73SN
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2sJ73SN

Elshinta.com - Sejumlah rektor perguruan tinggi swasta yang ada di Provinsi Riau mendeklarasikan untuk bersama melawan radikalisme dan terorisme di kampus.

Deklarasi tersebut berlangsung di kampus Universitas Lancang Kuning (Unilak), di Kota Pekanbaru, pada Jumat (8/6) malam. Hadir dalam deklarasi ini, yaitu Tektor Unilak Dr. Hasnati SH MH, Rektor Universitas Islam Riau Prof.Syafrinaldi. Kemudian Rektor Universitas Pasir Pangaraian, Universitas Kuantan Singingi, perwakilan UNIRRAB, STIKES Hangtuah, STMIK, Universitas Persada Bunda dan perwakilan dari pimpinan perguruan tinggi yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) wilayah Riau.

Pelaksanaan deklarasi ini juga disaksikan oleh Kapolda Riau Irjen Pol Nandang, Komandan Korem 031/Wirabima Brigjen TNI Sonny Aprianto, dan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Provinsi Riau Marsma TNI Rakhman Haryari, perwakilan pemprov Riau, jajaran dosen dan lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta se-Riau.

"Unilak menjadi perguruan tinggi swasta pertama yang menghubungi saya untuk mengadakan deklarasi penolakan paham radikalisme dan terorisme. Saya sangat mengapresiasi hal tersebut," kata Ketua APTISI Wilayah Riau Zainal Abidin, seperti dikutip Antara.

Rektor Unilak Dr Hasnati, menjelaskan deklarasi tersebut dilakukan atas keprihatinan yang terjadi di lingkungan Universitas Riau beberapa waktu lalu, yang ternyata telah disusupi oleh terduga teroris. Ia berharap semoga dengan deklarasi ini dapat mencegah radikalisme dan terorisme agar tidak merebak dan masuk ke dunia pendidikan. "Ke depan kita sama-sama menciptakan mahasiswa yang merupakan bibit generasi emas untuk membela negara," ujarnya.

Kapolda Riau Irjen Pol Nandang mengatakan sektor pendidikan, khususnya perguruan tinggi, sangat berperan penting dalam menjaga keamanan dan melawan terorisme melalui perannya di institusi pendidikan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 22 Oktober 2018 - 11:37 WIB

Hidayat Nur Wahid minta Presiden berikan contoh politik kebohongan

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:28 WIB

Polisi ringkus penganiaya bocah perempuan

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:19 WIB

BNN konsisten edukasi bahaya narkoba pada pelajar

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:10 WIB

Ribuan siswa peringati Hari Santri di Alun-alun Kebumen

Hukum | 22 Oktober 2018 - 11:01 WIB

KPK panggil lagi Sjamsul Nursalim

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 10:52 WIB

Polisi ringkus juru parkir karena edarkan narkoba

Elshinta.com - Sejumlah rektor perguruan tinggi swasta yang ada di Provinsi Riau mendeklarasikan untuk bersama melawan radikalisme dan terorisme di kampus.

Deklarasi tersebut berlangsung di kampus Universitas Lancang Kuning (Unilak), di Kota Pekanbaru, pada Jumat (8/6) malam. Hadir dalam deklarasi ini, yaitu Tektor Unilak Dr. Hasnati SH MH, Rektor Universitas Islam Riau Prof.Syafrinaldi. Kemudian Rektor Universitas Pasir Pangaraian, Universitas Kuantan Singingi, perwakilan UNIRRAB, STIKES Hangtuah, STMIK, Universitas Persada Bunda dan perwakilan dari pimpinan perguruan tinggi yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) wilayah Riau.

Pelaksanaan deklarasi ini juga disaksikan oleh Kapolda Riau Irjen Pol Nandang, Komandan Korem 031/Wirabima Brigjen TNI Sonny Aprianto, dan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Provinsi Riau Marsma TNI Rakhman Haryari, perwakilan pemprov Riau, jajaran dosen dan lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta se-Riau.

"Unilak menjadi perguruan tinggi swasta pertama yang menghubungi saya untuk mengadakan deklarasi penolakan paham radikalisme dan terorisme. Saya sangat mengapresiasi hal tersebut," kata Ketua APTISI Wilayah Riau Zainal Abidin, seperti dikutip Antara.

Rektor Unilak Dr Hasnati, menjelaskan deklarasi tersebut dilakukan atas keprihatinan yang terjadi di lingkungan Universitas Riau beberapa waktu lalu, yang ternyata telah disusupi oleh terduga teroris. Ia berharap semoga dengan deklarasi ini dapat mencegah radikalisme dan terorisme agar tidak merebak dan masuk ke dunia pendidikan. "Ke depan kita sama-sama menciptakan mahasiswa yang merupakan bibit generasi emas untuk membela negara," ujarnya.

Kapolda Riau Irjen Pol Nandang mengatakan sektor pendidikan, khususnya perguruan tinggi, sangat berperan penting dalam menjaga keamanan dan melawan terorisme melalui perannya di institusi pendidikan.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 22 Oktober 2018 - 11:28 WIB

Polisi ringkus penganiaya bocah perempuan

Senin, 22 Oktober 2018 - 11:19 WIB

BNN konsisten edukasi bahaya narkoba pada pelajar

Senin, 22 Oktober 2018 - 11:01 WIB

KPK panggil lagi Sjamsul Nursalim

Senin, 22 Oktober 2018 - 10:52 WIB

Polisi ringkus juru parkir karena edarkan narkoba

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com