Rektor universitas swasta se-Riau deklarasi lawan radikalisme-terorisme
Sabtu, 09 Juni 2018 - 14:28 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2sJ73SN

Elshinta.com - Sejumlah rektor perguruan tinggi swasta yang ada di Provinsi Riau mendeklarasikan untuk bersama melawan radikalisme dan terorisme di kampus.

Deklarasi tersebut berlangsung di kampus Universitas Lancang Kuning (Unilak), di Kota Pekanbaru, pada Jumat (8/6) malam. Hadir dalam deklarasi ini, yaitu Tektor Unilak Dr. Hasnati SH MH, Rektor Universitas Islam Riau Prof.Syafrinaldi. Kemudian Rektor Universitas Pasir Pangaraian, Universitas Kuantan Singingi, perwakilan UNIRRAB, STIKES Hangtuah, STMIK, Universitas Persada Bunda dan perwakilan dari pimpinan perguruan tinggi yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) wilayah Riau.

Pelaksanaan deklarasi ini juga disaksikan oleh Kapolda Riau Irjen Pol Nandang, Komandan Korem 031/Wirabima Brigjen TNI Sonny Aprianto, dan Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Provinsi Riau Marsma TNI Rakhman Haryari, perwakilan pemprov Riau, jajaran dosen dan lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta se-Riau.

"Unilak menjadi perguruan tinggi swasta pertama yang menghubungi saya untuk mengadakan deklarasi penolakan paham radikalisme dan terorisme. Saya sangat mengapresiasi hal tersebut," kata Ketua APTISI Wilayah Riau Zainal Abidin, seperti dikutip Antara.

Rektor Unilak Dr Hasnati, menjelaskan deklarasi tersebut dilakukan atas keprihatinan yang terjadi di lingkungan Universitas Riau beberapa waktu lalu, yang ternyata telah disusupi oleh terduga teroris. Ia berharap semoga dengan deklarasi ini dapat mencegah radikalisme dan terorisme agar tidak merebak dan masuk ke dunia pendidikan. "Ke depan kita sama-sama menciptakan mahasiswa yang merupakan bibit generasi emas untuk membela negara," ujarnya.

Kapolda Riau Irjen Pol Nandang mengatakan sektor pendidikan, khususnya perguruan tinggi, sangat berperan penting dalam menjaga keamanan dan melawan terorisme melalui perannya di institusi pendidikan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 18 Januari 2019 - 00:35 WIB
Elshinta.com - Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja bersama jajarannya mel...
Rabu, 16 Januari 2019 - 18:47 WIB
Elshinta.com - PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VIII melalui fungsi Aviasi me...
Senin, 14 Januari 2019 - 21:45 WIB
Elshinta.com - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menye...
Senin, 14 Januari 2019 - 18:44 WIB
Elshinta.com - Bupati Jayawijaya, Provinsi Papua, John Richard Banua mengatakan 12 sekolah...
Minggu, 13 Januari 2019 - 15:21 WIB
Elshinta.com -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyepa...
Jumat, 11 Januari 2019 - 20:47 WIB
Elshinta.com - Indonesia dan Malaysia memiliki kesamaan dalam bidang pendidikan yakni sama...
Jumat, 11 Januari 2019 - 20:35 WIB
Elshinta.com - Menteri Pendidikan Malaysia Maszlee Malik mengatakan pihaknya sedang menjaj...
Jumat, 11 Januari 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Prof. Dr. Sutopo, M.Si dikukuhkan sebagai guru besar ilmu pendidikan fisika...
Kamis, 10 Januari 2019 - 21:39 WIB
Elshinta.com - Sedikitnya 37 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta berpartisipasi me...
Rabu, 09 Januari 2019 - 14:45 WIB
Elshinta.com - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta akan mengadakan kur...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)