Senin, 22 Oktober 2018 | 11:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Jadi korban pungli, karyawan PT Kahatex minta bantuan aparat

Sabtu, 09 Juni 2018 - 18:12 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto Elshinta.com
Ilustrasi. Foto Elshinta.com

Elshinta.com  - Karyawan PT. Kahatex yang berlokasi Jalan Raya Rancaekek KM 23, Kabupaten Sumedang, Jawa barat mengeluhkan adanya pungutan paksa oleh oknum warga. 

Demikian diungkapkan salah seorang karyawan PT. Kahatex, Usep Setiawan saat wawancara live di Radio Elshinta Bandung melalui sambungan telepon, Sabtu (9/6) pagi.

Usep menuturkan, pungutan liar tersebut berlangsung dua minggu sekali setiap karyawan gajian dan berlangsung di gerbang Batu Rumpil di sekitar belakang PT. Kahatex. Hal ini lanjut Usep sudah berlangsung bertahun-tahun. "Di gerbang Batu Rumpil sudah ada yang mungut langsung, meminta langsung ke karyawan. Yang memungut orang-orang sekitar sana. Yang rutin yang saya lihat pungutannya Rp10 ribu setiap karyawan. Pungutannya dua minggu sekali setiap bayaran ( gajian ) Rp10 ribu dari berapa ribu karyawan," kata Usep kepada Kontributor Elshinta, Nico Aquareasto.

Usep menambahkan ada di antara karyawan yang menolak pungutan liar namun justru mendapat intimidasi. Usep mengaku sudah tidak memiliki tempat untuk mengadukan masalah ini. "Banyak kejadian yang menolak, mendapat intimidasi dan pemaksaan. Harus dikasih. Kita juga sebagai karyawan dari pada mendapat masalah lebih baik baik ngasih. Pernah kejadian ada yang dipukul karena tidak ngasih. Keluhan-keluhan ini mau ke siapa lagi? Karyawan tidak ada tempat untuk mengadu. Dari aparat setempat sudah membudaya, sudah membiarkan saja," ujar Usep.

Usep juga merasa heran karena pungutan liar ini justru terjadi di depan pos satpam namun tidak ada tindakan apapun dari satpam Kahatex.

Di kesempatan yang sama saat dikonfirmasi Humas PT.Kahatex, Ludi Suteja membenarkan pungutan liar yang terjadi atas karyawannya. Menurut Ludi hal itu memang sudah berlangsung lama. "Dari tahun ke tahun persoalan ini sudah seringkali terjadi. Bukan cuma saat lebaran saja tapi saat kita ada bayaran karyawan (gajian). Pada hari H pengupahan, sekali ada pungutan liar itu," jelas Ludi saat mengudara di Radio Elshinta Bandung.

Ludi menegaskan pihaknya sudah melaporkan hal ini kepada Polsek Cimanggung, Polsek Jatinangor dan babinsa setempat. "Tindak lanjutnya seperti apa saya tidak tahu," kata Ludi.

Sementara itu Usep Setiawan memberanikan menyampaikan hal ini ke publik melalui Radio Elshinta Bandung dan menulis di laman facebook-nya karena sudah tidak tega melihat perlakuan terhadap teman-temannya yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Usep mengaku siap menanggung resiko atas keberaniannya membeberkan masalah ini. Ia berharap kepada aparat kepolisian agar memberikan perlindungan kepada ia dan teman-temannya.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 22 Oktober 2018 - 11:37 WIB

Hidayat Nur Wahid minta Presiden berikan contoh politik kebohongan

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:28 WIB

Polisi ringkus penganiaya bocah perempuan

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:19 WIB

BNN konsisten edukasi bahaya narkoba pada pelajar

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 11:10 WIB

Ribuan siswa peringati Hari Santri di Alun-alun Kebumen

Hukum | 22 Oktober 2018 - 11:01 WIB

KPK panggil lagi Sjamsul Nursalim

Aktual Dalam Negeri | 22 Oktober 2018 - 10:52 WIB

Polisi ringkus juru parkir karena edarkan narkoba

Elshinta.com  - Karyawan PT. Kahatex yang berlokasi Jalan Raya Rancaekek KM 23, Kabupaten Sumedang, Jawa barat mengeluhkan adanya pungutan paksa oleh oknum warga. 

Demikian diungkapkan salah seorang karyawan PT. Kahatex, Usep Setiawan saat wawancara live di Radio Elshinta Bandung melalui sambungan telepon, Sabtu (9/6) pagi.

Usep menuturkan, pungutan liar tersebut berlangsung dua minggu sekali setiap karyawan gajian dan berlangsung di gerbang Batu Rumpil di sekitar belakang PT. Kahatex. Hal ini lanjut Usep sudah berlangsung bertahun-tahun. "Di gerbang Batu Rumpil sudah ada yang mungut langsung, meminta langsung ke karyawan. Yang memungut orang-orang sekitar sana. Yang rutin yang saya lihat pungutannya Rp10 ribu setiap karyawan. Pungutannya dua minggu sekali setiap bayaran ( gajian ) Rp10 ribu dari berapa ribu karyawan," kata Usep kepada Kontributor Elshinta, Nico Aquareasto.

Usep menambahkan ada di antara karyawan yang menolak pungutan liar namun justru mendapat intimidasi. Usep mengaku sudah tidak memiliki tempat untuk mengadukan masalah ini. "Banyak kejadian yang menolak, mendapat intimidasi dan pemaksaan. Harus dikasih. Kita juga sebagai karyawan dari pada mendapat masalah lebih baik baik ngasih. Pernah kejadian ada yang dipukul karena tidak ngasih. Keluhan-keluhan ini mau ke siapa lagi? Karyawan tidak ada tempat untuk mengadu. Dari aparat setempat sudah membudaya, sudah membiarkan saja," ujar Usep.

Usep juga merasa heran karena pungutan liar ini justru terjadi di depan pos satpam namun tidak ada tindakan apapun dari satpam Kahatex.

Di kesempatan yang sama saat dikonfirmasi Humas PT.Kahatex, Ludi Suteja membenarkan pungutan liar yang terjadi atas karyawannya. Menurut Ludi hal itu memang sudah berlangsung lama. "Dari tahun ke tahun persoalan ini sudah seringkali terjadi. Bukan cuma saat lebaran saja tapi saat kita ada bayaran karyawan (gajian). Pada hari H pengupahan, sekali ada pungutan liar itu," jelas Ludi saat mengudara di Radio Elshinta Bandung.

Ludi menegaskan pihaknya sudah melaporkan hal ini kepada Polsek Cimanggung, Polsek Jatinangor dan babinsa setempat. "Tindak lanjutnya seperti apa saya tidak tahu," kata Ludi.

Sementara itu Usep Setiawan memberanikan menyampaikan hal ini ke publik melalui Radio Elshinta Bandung dan menulis di laman facebook-nya karena sudah tidak tega melihat perlakuan terhadap teman-temannya yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Usep mengaku siap menanggung resiko atas keberaniannya membeberkan masalah ini. Ia berharap kepada aparat kepolisian agar memberikan perlindungan kepada ia dan teman-temannya.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 22 Oktober 2018 - 09:47 WIB

KA terguling di Taiwan, belum ada laporan korban WNI

Senin, 22 Oktober 2018 - 08:34 WIB

Wakil Bupati Pasaman Barat tinjau lokasi banjir

Senin, 22 Oktober 2018 - 07:50 WIB

Korban penyanderaan KKB di rawat di RS Bhayangkara

Minggu, 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com