Senin, 22 Oktober 2018 | 00:52 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Pemilu / Pilkada Serentak 2018

4 titik jadi perhatian KPU Kabupaten Dairi

Minggu, 10 Juni 2018 - 14:26 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Para pekerja tampak tengah melipat surat suara di ruang kelas Yayasan STAIS Al Ikhlas Dairi Jl. Pembangunan No.2 Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara pada Minggu (10/6) siang. Foto: Prasetiyo/Radio Elshinta
Para pekerja tampak tengah melipat surat suara di ruang kelas Yayasan STAIS Al Ikhlas Dairi Jl. Pembangunan No.2 Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara pada Minggu (10/6) siang. Foto: Prasetiyo/Radio Elshinta

Elshinta.com  - Selain kekurangan surat suara, KPU Kabupaten Dairi mengakui bahwa ada empat titik wilayah yang menjadi perhatian mereka dalam mendistribusikan logistik pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tahun 2018.

Seperti yang disampaikan oleh Komisioner KPU Kabupaten Dairi Divisi Program dan Data, Hartono Maha, SPdi kepada Kontributor Elshinta Prasetiyo bahwa keempat titik tersebut berada di Kecamatan Silain Sabungan tepatnya di Desa Baniara, Minggu (10/6).

"Memang ada empat titik yang memjadi perhatian kami dalam pendistribusian logistik pilgubsu ini," ungkap Hartono. 

Lebih lanjut disampaikannya bahwa jumlah DPT di lokasi Desa Baniara memang tidak begitu banyak, hanya 66 orang. Namun akses ke sana harus menempuh jarak sekitar 33 KM atau sekitar tiga jam perjalanan dan harus menyebrang Danau Toba. Titik kedua berada di Kecamatan Tanah Pinem. Ada dua desa yang dipetakan oleh KPU Dairi menjadi tempat yang sulit untuk diakses. Tepatnya di desa Alur Subur dengan DPT sekitar 187 orang serta Desa Sinar Pagi dengan jumlah DPT sebanyak 250 orang yang hanya dapat diakses dengan menggunakan kuda disebabkan jalurnya yang setapak. 

Kemudian, di kecamatan Nempu Hilir ada sekitar empat desa yang miliki akses kurang baik juga. Seperti di Desa lae Haporas dengan jumlah DPT 523 orang, Desa Lae Itam dengan DPT sebanayk 956 orang, Desa Lae Markelang dengan DPT sebanyak 864 orang dan Desa Lae Luhung dengan DPT sebanyak 742 orang. Waktu tempuh ke kecamatan ini dapat memakan waktu sekitar dua jam perjalanan.

Terakhir di Gunung Stember dengan tiga desa dengan akses distribusi logistik pemilu yang juga tergolong sulit. Yakni, di Desa Rantai Besi dengan DPT sebanyaj 583 orang, Desa Lau Lebah dengan DPT sebanyak 351 orang dan Desa Bukit Lau Kersik dengan DPT berjumlah 917 orang. Untuk mengantisipasi keterlambatan surat suara di 680 TPS di Kabupaten Dairi saat pemilihan, KPU setempat akan mendistribusikannya lima hari sebelum pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara berlangsung.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 21 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Jelang sidang tahunan ICCIA, ISABC dan SAIBC gelar pertemuan

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:35 WIB

Menag: Hari Santri Nasional bentuk pengakuan negara

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:29 WIB

Soekarwo: Tunggu 27 Oktober kepastian Suramadu gratis

Bencana Alam | 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

Arestasi | 21 Oktober 2018 - 20:35 WIB

10 pelajar pelaku tawuran tewaskan Rizky dibekuk

Elshinta.com  - Selain kekurangan surat suara, KPU Kabupaten Dairi mengakui bahwa ada empat titik wilayah yang menjadi perhatian mereka dalam mendistribusikan logistik pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tahun 2018.

Seperti yang disampaikan oleh Komisioner KPU Kabupaten Dairi Divisi Program dan Data, Hartono Maha, SPdi kepada Kontributor Elshinta Prasetiyo bahwa keempat titik tersebut berada di Kecamatan Silain Sabungan tepatnya di Desa Baniara, Minggu (10/6).

"Memang ada empat titik yang memjadi perhatian kami dalam pendistribusian logistik pilgubsu ini," ungkap Hartono. 

Lebih lanjut disampaikannya bahwa jumlah DPT di lokasi Desa Baniara memang tidak begitu banyak, hanya 66 orang. Namun akses ke sana harus menempuh jarak sekitar 33 KM atau sekitar tiga jam perjalanan dan harus menyebrang Danau Toba. Titik kedua berada di Kecamatan Tanah Pinem. Ada dua desa yang dipetakan oleh KPU Dairi menjadi tempat yang sulit untuk diakses. Tepatnya di desa Alur Subur dengan DPT sekitar 187 orang serta Desa Sinar Pagi dengan jumlah DPT sebanyak 250 orang yang hanya dapat diakses dengan menggunakan kuda disebabkan jalurnya yang setapak. 

Kemudian, di kecamatan Nempu Hilir ada sekitar empat desa yang miliki akses kurang baik juga. Seperti di Desa lae Haporas dengan jumlah DPT 523 orang, Desa Lae Itam dengan DPT sebanayk 956 orang, Desa Lae Markelang dengan DPT sebanyak 864 orang dan Desa Lae Luhung dengan DPT sebanyak 742 orang. Waktu tempuh ke kecamatan ini dapat memakan waktu sekitar dua jam perjalanan.

Terakhir di Gunung Stember dengan tiga desa dengan akses distribusi logistik pemilu yang juga tergolong sulit. Yakni, di Desa Rantai Besi dengan DPT sebanyaj 583 orang, Desa Lau Lebah dengan DPT sebanyak 351 orang dan Desa Bukit Lau Kersik dengan DPT berjumlah 917 orang. Untuk mengantisipasi keterlambatan surat suara di 680 TPS di Kabupaten Dairi saat pemilihan, KPU setempat akan mendistribusikannya lima hari sebelum pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara berlangsung.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com