Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:02 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Hukum

YLKI Sumut minta Polres usut tuntas tahu dengan pewarna pakaian

Senin, 11 Juni 2018 - 09:26 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2l2Mixq
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2l2Mixq

Elshinta.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sumatera Utara minta Polres Binjai mengusut hingga tuntas pengusaha tahu dengan proses produksi menggunakan zat pewarna pakaian yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

"Kasus tahu tersebut merupakan tindak pidana penipuan kepada masyarakat dan tidak boleh dibiarkan, serta harus diproses secara hukum," kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumut Abubakar Siddik, di Medan, Senin (11/6).

Tahu bercampur zat pewarna pakaian yang mengandung bahan kimiawi itu, menurut dia, bisa menimbulkan korban dan merugikan warga yang mengonsumsi makanan tersebut.

"Selain itu, tahu tersebut bisa menimbulkan penyakit gagal ginjal bagi warga," ujar Abubakar.

Ia mengatakan, makanan tahu yang dengan sengaja dicampur zat pewarna pakaian itu, merupakan kesalahan yang cukup besar dan tidak boleh dimaafkan serta harus dikenakan hukuman berat. Dia menegaskan agar kasus tahu tersebut jangan dianggap sebagai hal yang sepele dan sebab bisa saja menimbulkan jatuhnya korban jiwa dari konsumen

"Pengusaha yang dianggap nakal dan sengaja melanggar hukum itu, harus diberikan efek jera, sehingga tidak mengulangi lagi perbuatan salah tersebut," ujarnya pula, dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Pemerintah negosiasi ulang soal pesawat tempur KFX/IFX

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 14:44 WIB

Uni Eropa salurkan 22 juta dolar AS untuk korban bencana Sulteng

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 14:33 WIB

Ketua MPR minta lapangan tembak Senayan dibuat tertutup

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:22 WIB

ASEAN berkomitmen jaga stabilitas kawasan

Kriminalitas | 19 Oktober 2018 - 14:10 WIB

Terungkap, pencurian modus debt collector di Tangerang

Elshinta.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sumatera Utara minta Polres Binjai mengusut hingga tuntas pengusaha tahu dengan proses produksi menggunakan zat pewarna pakaian yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

"Kasus tahu tersebut merupakan tindak pidana penipuan kepada masyarakat dan tidak boleh dibiarkan, serta harus diproses secara hukum," kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumut Abubakar Siddik, di Medan, Senin (11/6).

Tahu bercampur zat pewarna pakaian yang mengandung bahan kimiawi itu, menurut dia, bisa menimbulkan korban dan merugikan warga yang mengonsumsi makanan tersebut.

"Selain itu, tahu tersebut bisa menimbulkan penyakit gagal ginjal bagi warga," ujar Abubakar.

Ia mengatakan, makanan tahu yang dengan sengaja dicampur zat pewarna pakaian itu, merupakan kesalahan yang cukup besar dan tidak boleh dimaafkan serta harus dikenakan hukuman berat. Dia menegaskan agar kasus tahu tersebut jangan dianggap sebagai hal yang sepele dan sebab bisa saja menimbulkan jatuhnya korban jiwa dari konsumen

"Pengusaha yang dianggap nakal dan sengaja melanggar hukum itu, harus diberikan efek jera, sehingga tidak mengulangi lagi perbuatan salah tersebut," ujarnya pula, dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com