Minggu, 16 Desember 2018 | 04:53 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Hiburan / Pertunjukan

Putri Ilalang, karya ke sebelas Teater Caneta

Senin, 11 Juni 2018 - 10:56 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Putri Ilalang, karya ke sebelas Teater Caneta. Foto: Istimewa/Elshinta.
Putri Ilalang, karya ke sebelas Teater Caneta. Foto: Istimewa/Elshinta.

Elshinta.com - Teater siswa-siswi SMAK 5 PENABUR Jakarta, Caneta, melahirkan karya ke sebelas berjudul “Putri Ilalang”. Karya ini berhasil ditampilkan dengan apik di Auditorium Gedung Yustinus Universitas Atmajaya, Jakarta pada Rabu malam, 6 Juni 2018. Sekitar dua ratus penonton dari berbagai kalangan hadir menyaksikan pertunjukan itu.

Pertunjukan “Putri Ilalang” menceritakan tentang seorang gadis bersama Rainun yang gemar bermain di padang ilalang di Jambi pada era 90an. Ia memiliki kekasih bernama Rajo Mudo, seorang pemuda yang cerdas dan kaya ilmu pengetahuan. Namun, sayang hubungannya itu tidak direstui oleh ayahnya.

Saat Rajo Mudo pergi merantau untuk menggapai cita-citanya, dengan terpaksa Rainun menerima pinangan seorang lelaki kaya raya pilihan ayahnya. Rajo Mudo yang mendengar kabar tersebut setelah pulang merantau menjadi sangat frustasi. Demikian pula dengan Rainun, ia sangat sedih hingga memutuskan untuk bunuh diri.

Keajaiban pun datang. Dengan bantuan kakek Rubiah, Rainun hidup walau semua ingatannya hilang. Meski demikian pada akhirnya Rainun tetap kembali ke pelukan Rajo Mudo di tengah padang ilalang.

Pembimbing Teater Caneta, Daniel Mangaraja, S.E., mengungkapkan bahwa “Putri Ilalang” ingin menyampaikan pesan kesetiaan pada penikmatnya. “Hidup itu perlu setia. Meskipun banyak hambatan yang menghalangi, kita harus tetap setia pada prinsip hidup yang kita yakini baik,” terangnya dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com, Senin (11/6). 

Selanjutnya, Daniel merangkan bahwa cerita “Putri Ilalang” merupakan karya buatan oleh siswa SMAK 5 bernama Jonathan Hartanto. Proses kreatifnya, anak-anak sendiri lah yang menjadi produser, sutradara, pengatur musik, bahkan make up.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Peristiwa Hari Ini | 15 Desember 2018 - 23:56 WIB

Kabar duka, Rois Syuriah PCNU Malang, KH Buchori Amin meninggal dunia

Kriminalitas | 15 Desember 2018 - 21:59 WIB

Petani mengeluh sayurannya banyak dicuri

Politik | 15 Desember 2018 - 21:39 WIB

PDI Perjuangan sanggah tuduhan pengrusakan bendera Demokrat

Aktual Pemilu | 15 Desember 2018 - 21:07 WIB

KPU soal kotak suara berbahan karton

Elshinta.com - Teater siswa-siswi SMAK 5 PENABUR Jakarta, Caneta, melahirkan karya ke sebelas berjudul “Putri Ilalang”. Karya ini berhasil ditampilkan dengan apik di Auditorium Gedung Yustinus Universitas Atmajaya, Jakarta pada Rabu malam, 6 Juni 2018. Sekitar dua ratus penonton dari berbagai kalangan hadir menyaksikan pertunjukan itu.

Pertunjukan “Putri Ilalang” menceritakan tentang seorang gadis bersama Rainun yang gemar bermain di padang ilalang di Jambi pada era 90an. Ia memiliki kekasih bernama Rajo Mudo, seorang pemuda yang cerdas dan kaya ilmu pengetahuan. Namun, sayang hubungannya itu tidak direstui oleh ayahnya.

Saat Rajo Mudo pergi merantau untuk menggapai cita-citanya, dengan terpaksa Rainun menerima pinangan seorang lelaki kaya raya pilihan ayahnya. Rajo Mudo yang mendengar kabar tersebut setelah pulang merantau menjadi sangat frustasi. Demikian pula dengan Rainun, ia sangat sedih hingga memutuskan untuk bunuh diri.

Keajaiban pun datang. Dengan bantuan kakek Rubiah, Rainun hidup walau semua ingatannya hilang. Meski demikian pada akhirnya Rainun tetap kembali ke pelukan Rajo Mudo di tengah padang ilalang.

Pembimbing Teater Caneta, Daniel Mangaraja, S.E., mengungkapkan bahwa “Putri Ilalang” ingin menyampaikan pesan kesetiaan pada penikmatnya. “Hidup itu perlu setia. Meskipun banyak hambatan yang menghalangi, kita harus tetap setia pada prinsip hidup yang kita yakini baik,” terangnya dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com, Senin (11/6). 

Selanjutnya, Daniel merangkan bahwa cerita “Putri Ilalang” merupakan karya buatan oleh siswa SMAK 5 bernama Jonathan Hartanto. Proses kreatifnya, anak-anak sendiri lah yang menjadi produser, sutradara, pengatur musik, bahkan make up.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com