Pelanggaran THR Surabaya capai 236 orang
Senin, 11 Juni 2018 - 11:13 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Sigit Kurniawan
Posko THR Jawa Timur saat melakukan konferensi pers. Sumber foto: https://bit.ly/2JqdeFK

Elshinta.com - Posko Tunjangan Hari Raya (THR) yang dibentuk LBH Surabaya, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur dan Aliansi Buruh Jatim (ABJ) menerima pengaduan pelanggaran THR 2018 dari 236 orang yang bekerja di tujuh perusahaan di Kota Pahlawan itu.

Sekretaris Posko THR Jamaludin, di Surabaya, Senin (11/6), mengatakan, 236 orang tersebut meliputi pekerja tetap sebanyak 65 orang, tenaga kontrak 95 orang dan buruh outsourcing atau tenaga alih daya 8 orang.

"Dari data Posko tersebut mengindikasikan pelanggaran yang terjadi di lapangan cukup massif dan lebih banyak," kata Jamaludin.

Dilansir dari laman Antara, menurut dia, modusnya dikarenakan status kerja outsourcing-kontrak, THR dibayar terlambat, besarannya kurang, dicicil, diganti parsel, dalam proses PHK, mogok kerja bahkan tidak dibayar sama sekali. Posko THR, lanjut dia, sudah menindaklanjuti pengaduan dengan mendesak perusahaan yang dilaporkan tersebut untuk membayar THR kepada para tenaga kerjanya.

Mendapati hal itu, kata dia, sebagian perusahaan merespons berkomitmen memberikan THR dan bagi perusahaan belum memberikan THR saat melewati jatuh tempo H-7 Lebaran, maka Posko melimpahkan kepada Dinas Tenaga Kerja Jatim. Diketahui Dinas Tenaga Kerja Jatim merupakan instansi yang berwenang untuk melakukan penindakan hukum dalam bentuk sanksi sebagaimana diatur ketentuan perundangan yakni denda hingga penutupan perusahaan.

"Dulu saat masih ditangani Disnaker Surabaya dilakukan tindakan preventif dan penanganan jauh lebih cepat dan mudah terselesaikan sekarang ditangani Disnaker Jatim lebih lamban," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 16 Januari 2019 - 20:40 WIB
Elshinta.com - Dalam rangka merespon problem kemanusiaan melalui filsafat Islam, AAFI (Asosiasi...
Rabu, 16 Januari 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis mengungkapkan akan terus berupaya membuat w...
Rabu, 16 Januari 2019 - 16:25 WIB
Elshinta.com - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia, Yonif Raide...
Rabu, 16 Januari 2019 - 08:00 WIB
Elshinta.com - Operasi bariatrik atau mengurangi ukuran lambung yang dilaksanakan oleh tim...
Selasa, 15 Januari 2019 - 19:56 WIB
Elshinta.com - Polres Majalengka, Jawa Barat mengimbau agar para pemuda atau yang sering d...
Selasa, 15 Januari 2019 - 19:14 WIB
Elshinta.com - Muhammad Ulil Albab (4,5) hanya tergolek lemah karena penyakit hidrosefalus...
Selasa, 15 Januari 2019 - 18:07 WIB
Elshinta.com - Anda tentu akan tercengang dan geleng-geleng kepala pada Legiman. Bagaimana tida...
Selasa, 15 Januari 2019 - 13:56 WIB
Elshinta.com - Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ...
Selasa, 15 Januari 2019 - 08:35 WIB
Elshinta.com - Penyandang disabilitas tidak butuh untuk dikasihani, namun butuh pengakuan ...
Kamis, 10 Januari 2019 - 21:14 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berencana mencairkan bantuan inse...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)