Jumat, 17 Agustus 2018 | 12:13 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Gaya Hidup / Kuliner

Libur Idul Fitri ajang dongkrak wisata kuliner daerah

Selasa, 12 Juni 2018 - 09:26 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Sigit Kurniawan
Anang Hermansyah. Foto: Efendi Murdiono/Elshinta.
Anang Hermansyah. Foto: Efendi Murdiono/Elshinta.

Elshinta.com - Momentum libur Idul Fitri 1439 H dapat dijadikan ajang menarik wisata kuliner, jika peluang itu dikemas dengan baik oleh pelaku wisata dan pemerintah daerah dipastikan mendongkrak pendapatan daerah dari sektor tersebut melebihi sektor lainnya.

Dikatakan anggota DPR RI Komisi X Anang Hermansyah, pemerintah daerah dapat menjadi komandan lapangan untuk mendorong sektor penunjang lainnya seperti pengelola hotel dan restoran dan sejenisnya untuk membuat program yang memudahkan wisatawan. Misalnya program potongan harga. Mesti, hampir lazim kita jumpai momentum hari besar keagamaan seperti lebaran justru dimanfaatkan untuk menaikan harga. 

Menurut suami artis Asanty ini selain sektor pariwisata, wisata kuliner daerah dalam musim libur lebaran ini juga menjadi potensi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Kuliner yang memiliki kekhasan di daerah-daerah harus dijadikan salah satu andalan untuk menyambut tamu dari kota di musim lebaran ini. 

"Terlebih bila merujuk data Bekraf dan BPS, capaian kinerja sektor kuliner pada tahun 2016 memiliki kontribusi  produk domestik bruto (PDB) paling tinggi dibanding subsektor ekraf lainnya yakni sebesar 41,69%. Artinya, lebaran tahun ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat di daaerah untuk menggenjot sektor kuliner. Setiap daerah memiliki keunggulan kuliner yang beraneka rupa rasanya", kata Anang, Selasa (12/06).

Kreativitas kalangan usaha sektor kreatif harus difasilitasi dengan baik oleh pemerintah daerah. Kewenangan atributif maupun delegatif pemerintah daerah harus dimanfaatkan dengan baik mendukung pelaku ekonomi kreatif di daerah. Kebijakan daerah harus berorientasi penguatan sektor ekonomi kreatif. Sinkronisasi program kebijakan itu harus dilakukan dengan pihak swasta. 

Meski harus diakui, masih mudah dijumpai benturan kebijakan antara pemerintah daerah dan pelaku usaha ekonomi kreatif. Kebijakan pemda sama sekali tidak melalui proses pengambilan keputusan yang berbasis partisipasi pelaku industri, di sisi lain, pelaku ekonomi kreatif  tampak jalan sendiri.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 17 Agustus 2018 - 12:07 WIB

Lindungi mata dari bahaya cahaya biru ponsel, ini tujuh caranya

Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 11:54 WIB

Novel: 17 Agustus harus jadi bahan introspeksi

Asian Games 2018 | 17 Agustus 2018 - 11:40 WIB

Kasum TNI: Asian Games strategis promosikan Indonesia

Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 11:13 WIB

Mataram rayakan HUT RI tanpa pengibaran bendera

Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 10:45 WIB

YLKI imbau konsumen waspada obat tradisional pasaran

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 16 Agustus 2018 - 21:12 WIB

Saran ahli kesehatan untuk posisi tidur terbaik

Kamis, 16 Agustus 2018 - 19:10 WIB

Lima tips tidur nyenyak dan berkualitas

Kamis, 16 Agustus 2018 - 15:16 WIB

Pariwisata jadi andalan kebijakan penguatan devisa

Kamis, 16 Agustus 2018 - 12:03 WIB

Duduk lama, ini cara jaga tubuh tetap sehat dan bugar

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com