Senin, 22 Oktober 2018 | 00:47 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

BNN Bali tangkap lima pengedar ganja `online`

Selasa, 12 Juni 2018 - 13:12 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Foto Elshinta.com
Ilustrasi. Foto Elshinta.com

Elshinta.com  -  Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali menangkap lima orang pengedar ganja kering secara "online" (daring) yang merupakan sindikat penyalahgunaan narkotika antarpulau.

"Kelima tersangka itu mengedarkan 12 kilogram lebih ganja dari Kota Medan ke Bali," kata Kepala BNNP Bali, Brigjen (Pol) Putu Gede Suastawa, di Denpasar, Selasa (12/6).

Jenderal bintang satu ini mengatakan, kelima tersangka ditangkap secara terpisah, yakni Sucipto Silalahi (21), Albertus Nova (29), Putra Yasa (21), Ade Romadhon (29) dan Guruh Rakasiwi (26).

Dalam aksinya, komplotan pengedar barang terlarang itu menjual ganja secara online dan melakukan transaksi berpindah-pindah di sejumlah tempat di Denpasar. "Kelima tersangka ini ada juga yang masuk dalam jaringan peredarana narkotika LP Kelas II A Kerobokan yang saat ini masih kami selidiki," ujarnya.

Dihimpun dari Antara, total barang bukti yang disita ini merupakan tangkapan terbesar BNN Bali karena barang bukti masih dalam bentuk paket besar atau belum dipecah menjadi beberapa bagian oleh tersangka. Proses pengiriman barang terlarang itu menggunakan jasa pengiriman barang lewat jalur udara dan tangkapan 12 kilogram ganja ini merupakan hasil penyelidikan BNN Provinsi Bali.

Akibat perbuatanya, tersangka Sucipto Silalahi, Albertus Nova dan Guruh Rakasiwi dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 atau Pasal 111 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentan narkotika, dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. Untuk tersangka Putra Yasa dijerat dengan Pasal 111 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentan narkotika, dengan ancaman hukuman 20 tahun dan tersangka untuk tersangka Ade Romadhon dijerat dengan Pasal 111 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentan narkotika, dengan ancaman hukuman 12 tahun.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Ekonomi | 21 Oktober 2018 - 22:22 WIB

Jelang sidang tahunan ICCIA, ISABC dan SAIBC gelar pertemuan

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:35 WIB

Menag: Hari Santri Nasional bentuk pengakuan negara

Aktual Dalam Negeri | 21 Oktober 2018 - 21:29 WIB

Soekarwo: Tunggu 27 Oktober kepastian Suramadu gratis

Bencana Alam | 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

Arestasi | 21 Oktober 2018 - 20:35 WIB

10 pelajar pelaku tawuran tewaskan Rizky dibekuk

Elshinta.com  -  Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali menangkap lima orang pengedar ganja kering secara "online" (daring) yang merupakan sindikat penyalahgunaan narkotika antarpulau.

"Kelima tersangka itu mengedarkan 12 kilogram lebih ganja dari Kota Medan ke Bali," kata Kepala BNNP Bali, Brigjen (Pol) Putu Gede Suastawa, di Denpasar, Selasa (12/6).

Jenderal bintang satu ini mengatakan, kelima tersangka ditangkap secara terpisah, yakni Sucipto Silalahi (21), Albertus Nova (29), Putra Yasa (21), Ade Romadhon (29) dan Guruh Rakasiwi (26).

Dalam aksinya, komplotan pengedar barang terlarang itu menjual ganja secara online dan melakukan transaksi berpindah-pindah di sejumlah tempat di Denpasar. "Kelima tersangka ini ada juga yang masuk dalam jaringan peredarana narkotika LP Kelas II A Kerobokan yang saat ini masih kami selidiki," ujarnya.

Dihimpun dari Antara, total barang bukti yang disita ini merupakan tangkapan terbesar BNN Bali karena barang bukti masih dalam bentuk paket besar atau belum dipecah menjadi beberapa bagian oleh tersangka. Proses pengiriman barang terlarang itu menggunakan jasa pengiriman barang lewat jalur udara dan tangkapan 12 kilogram ganja ini merupakan hasil penyelidikan BNN Provinsi Bali.

Akibat perbuatanya, tersangka Sucipto Silalahi, Albertus Nova dan Guruh Rakasiwi dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 atau Pasal 111 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentan narkotika, dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. Untuk tersangka Putra Yasa dijerat dengan Pasal 111 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentan narkotika, dengan ancaman hukuman 20 tahun dan tersangka untuk tersangka Ade Romadhon dijerat dengan Pasal 111 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentan narkotika, dengan ancaman hukuman 12 tahun.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 21 Oktober 2018 - 21:12 WIB

Desa Salua Kabupaten Sigi diterjang banjir

Minggu, 21 Oktober 2018 - 20:35 WIB

10 pelajar pelaku tawuran tewaskan Rizky dibekuk

Minggu, 21 Oktober 2018 - 19:52 WIB

Tawuran, satu pelajar tewas dan tiga terluka

Minggu, 21 Oktober 2018 - 19:34 WIB

Satu keluarga tewas tertabrak KA di Surabaya

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com