Seludupkan vanili ilegal, 2 warga Jayapura diamankan
Selasa, 12 Juni 2018 - 16:13 WIB | Penulis : Andi Juandi | Editor : Sigit Kurniawan
Istimewa. Foto: Aman Hasibuan/Radio Elshinta

Elshinta.com - Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad yang bertugas di perbatasan RI dan Papua New Guenia (PNG) berhasil mengamankan 675 kilogram vanili yang dibawa oleh dua oknum masyarakat berinisial HR (35) dan IW (25) tanpa dilengkapi dokumen resmi dari kantor Badan Karantina dan Bea Cukai.

Saat dimintai keterangan, tersangka HR beralamat di Koya Timur, Distrik Muara Tami, Jayapura, sedangkan IW beralamat di Jalan Perikanan Hamadi, Jayapura. Kedua tersangka mengaku mendapatkan vanili tersebut dari seorang tengkulak vanili dari negara Papua New Giunea (PNG), namun kedua tersangka tidak melalui pemeriksaan pihak Karantina Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

“Jumlah muatan vanili milik tersangka HR seberat 367 kilogram, sedangkan muatan vanili milik IW seberat 308 kilogram. Alasan pihak Satgas menahan kedua tersangka dan mengamankan 675 vanili tersebut dikarenakan kedua tersangka tidak bisa menunjukkan Surat Keterangan Pajak yang harus disetorkan ke negara yang dikeluarkan oleh pihak Bea Cukai,” kata Dansatgas YPR 501 Kostrad. Letkol Inf. Eko Antoni Chandra. L kepada Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan.

Chandra menjelaskan, pihaknya memberikan kesempatan kepada kedua tersangka untuk melengkapi dokumen yang dimaksud. Karena berdasarkan Pasal 19 Undang Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Karantina Tumbuhan, apabila media pembawa tidak dilengkapi dengan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf "a" dan kewajiban tambahan berupa dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2), maka terhadap media pembawa tersebut dilakukan penahanan paling lama 14 (empat belas) hari, dan selama dalam proses penahanan, Pemilik harus dapat melengkapi Sertifikat Kesehatan Tumbuhan dan dokumen lain yang disyaratkan.

Chadra mengimbau kepada seluruh masyarakat Papua, sebagai warga negara yang baik agar selalu mentaati segala peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. “Karena apabila kita telah menaati aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, maka segala sesuatunya pasti akan menjadi aman. Perlu kita ketahui pula bahwa setiap aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, sudah pasti memiliki sanksi hukum apabila peraturan itu dilanggar,” ujarnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Minggu, 19 Mei 2019 - 06:33 WIB
Elshinta.com - Penangkapan dua terduga teroris di Bogor Jawa Barat, menambah jumlah terdug...
Sabtu, 18 Mei 2019 - 15:15 WIB
Elshinta.com - Selain membekuk seorang teroris yang diduga anggota jaringan ISIS berinisal...
Sabtu, 18 Mei 2019 - 14:14 WIB
Elshinta.com - Wakapolres Bogor Jawa Barat, Kompol Didik Purwanto menuturkan bahwa terduga...
Jumat, 17 Mei 2019 - 21:40 WIB
Elshinta.com - Densus 88 bersama Polres Bogor, Jawa Barat membekuk satu orang terduga tero...
Jumat, 17 Mei 2019 - 15:35 WIB
Elshinta.com - Kapolres Serdangbedagai (Sergai), AKBP, H. Juliarman Eka Putra Pasaribu mem...
Jumat, 17 Mei 2019 - 10:26 WIB
Elshinta.com - Satreskrim Polres Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mengamankan pelaku pembunu...
Kamis, 16 Mei 2019 - 16:13 WIB
Elshinta.com - Setelah hampir dua minggu buron, pihak kepolisian akhirnya berhasil mengama...
Rabu, 15 Mei 2019 - 21:55 WIB
Elshinta.com - Polres Kediri, Jawa Timur, berhasil mengamankan seorang mucikari bernama No...
Rabu, 15 Mei 2019 - 14:57 WIB
Elshinta.com - Tim Densus 88 Antiteror menangkap seorang terduga teroris berinisial AUA (2...
Rabu, 15 Mei 2019 - 06:11 WIB
Elshinta.com - Tim Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 Mabes Polri mengamankan seorang ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)