Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:04 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Pembangunan

Wapres: Model kereta Jakarta-Surabaya masih dipertimbangkan

Rabu, 13 Juni 2018 - 07:37 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sumber foto: https://bit.ly/2l3ye6O
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sumber foto: https://bit.ly/2l3ye6O

Elshinta.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla di Tokyo, Rabu (13/6), mengatakan model perlintasan kereta cepat Jakarta-Surabaya masih menjadi pertimbangan, apakah akan menggunakan bentuk layang atau bawah tanah. 

"Sekarang kita sudah putuskan untuk segera memulai itu, tinggal studinya yang lengkap sedang dibuat bersama dengan Kementerian Perhubungan. Kalau lintasan itu bisa dibuat 'elevated' atau 'underground', maka itu bisa cukup lima atau enam jam Jakarta-Sruabaya," kata Wapres Jusuf Kalla kepada Antara di Tokyo, Rabu. Menurut Kalla, perjalanan kereta api dari Jakarta ke Surabaya saat ini menempuh waktu 12 jam karena masih banyak terdapat perlintasan sebidang.

Oleh karena itu, dengan adanya kereta cepat tersebut nantinya dapat menjadi pilihan moda transportasi masyarakat. "Kalau itu bisa dibuat 'elevated' atau 'underground', maka itu bisa cukup 5 - 6 jam Jakarta ke Surabaya. Itu bisa bersaing dengan pesawat terbang. Sekarang kan orang lebih memilih pesawat terbang karena relatif lebih murah, juga relatif lebih cepat," tambahnya, seperti dikutip dari Antara

Pembangunan jalur kereta cepat Jakarta-Surabaya dimulai 2019, dengan membangun perlintasan baru dari Jakarta hingga ke Semarang.

Sementara untuk rute dari Semarang ke Surabaya akan dilalui dengan perlintasan yang sudah ada milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). "Rencana mulai (pembanguna) tahun depan. Ya ini tahap pertama dahulu, itu sampai Semarang. Umumnya kan sebagian besar perlintasan itu sudah dikuasai PT KAI; tinggal dibangun satu line lagi sehingga akan menjadi tiga lintasan," ujarnya. Proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya dibangun dengan metode pembiayaan pinjaman lunak (soft loan), dengan tenor 40 tahun dan masa tenggang 10 tahun, beserta bunga pinjaman sebesar 0,5 persen.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Pemerintah negosiasi ulang soal pesawat tempur KFX/IFX

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 14:44 WIB

Uni Eropa salurkan 22 juta dolar AS untuk korban bencana Sulteng

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 14:33 WIB

Ketua MPR minta lapangan tembak Senayan dibuat tertutup

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:22 WIB

ASEAN berkomitmen jaga stabilitas kawasan

Kriminalitas | 19 Oktober 2018 - 14:10 WIB

Terungkap, pencurian modus debt collector di Tangerang

Elshinta.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla di Tokyo, Rabu (13/6), mengatakan model perlintasan kereta cepat Jakarta-Surabaya masih menjadi pertimbangan, apakah akan menggunakan bentuk layang atau bawah tanah. 

"Sekarang kita sudah putuskan untuk segera memulai itu, tinggal studinya yang lengkap sedang dibuat bersama dengan Kementerian Perhubungan. Kalau lintasan itu bisa dibuat 'elevated' atau 'underground', maka itu bisa cukup lima atau enam jam Jakarta-Sruabaya," kata Wapres Jusuf Kalla kepada Antara di Tokyo, Rabu. Menurut Kalla, perjalanan kereta api dari Jakarta ke Surabaya saat ini menempuh waktu 12 jam karena masih banyak terdapat perlintasan sebidang.

Oleh karena itu, dengan adanya kereta cepat tersebut nantinya dapat menjadi pilihan moda transportasi masyarakat. "Kalau itu bisa dibuat 'elevated' atau 'underground', maka itu bisa cukup 5 - 6 jam Jakarta ke Surabaya. Itu bisa bersaing dengan pesawat terbang. Sekarang kan orang lebih memilih pesawat terbang karena relatif lebih murah, juga relatif lebih cepat," tambahnya, seperti dikutip dari Antara

Pembangunan jalur kereta cepat Jakarta-Surabaya dimulai 2019, dengan membangun perlintasan baru dari Jakarta hingga ke Semarang.

Sementara untuk rute dari Semarang ke Surabaya akan dilalui dengan perlintasan yang sudah ada milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). "Rencana mulai (pembanguna) tahun depan. Ya ini tahap pertama dahulu, itu sampai Semarang. Umumnya kan sebagian besar perlintasan itu sudah dikuasai PT KAI; tinggal dibangun satu line lagi sehingga akan menjadi tiga lintasan," ujarnya. Proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya dibangun dengan metode pembiayaan pinjaman lunak (soft loan), dengan tenor 40 tahun dan masa tenggang 10 tahun, beserta bunga pinjaman sebesar 0,5 persen.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com