Selasa, 19 Juni 2018 | 13:31 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

Luar Negeri / Aktual Luar Negeri

Harga pakaian yang melambung rusak kebahagiaan Idul Fitri di Yaman

Rabu, 13 Juni 2018 - 09:39 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
Tentara yang bersekutu dengan Houthi menghadiri aksi di lapangan berbaris yang rusak oleh serangan udara untuk memperingati tiga tahun campur tangan Saudi pada konflik Yaman di Sanaa, Yaman. Sumber foto: https://bit.ly/2JGsISb
Tentara yang bersekutu dengan Houthi menghadiri aksi di lapangan berbaris yang rusak oleh serangan udara untuk memperingati tiga tahun campur tangan Saudi pada konflik Yaman di Sanaa, Yaman. Sumber foto: https://bit.ly/2JGsISb

Elshinta.com - Sementara Idul Fitri kian dekat, yang menandai berakhirnya Bulan Suci Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia sibuk mempersiapkan diri untuk menyambut Lebaran dengan kebahagiaan dan kegembiraan.

Di negara dengan mayoritas warga beragama Islam, rakyat bergegas ke pasar dan pusat perbelanjaan untuk membeli pakaian baru buat Idul Fitri dan hadiah untuk merayakan Hari Raya tersebut, terutama selama 10 hari terakhir Ramadan. Namun, keadaannya berbeda di Yaman negara Arab yang dirongrong pertempuran, tempat kebanyakan orang mengeluh dengan sedih mengenai harga barang, terutama pakaian yang meroket.

Um Mothana As-Salahi, ibu empat anak dari Kota Pelabuhan Aden di Yaman Selatan, tampak kelelahan dan tertekan saat ia terus bergerak dari toko ke toko di permukimannya, dalam upaya membeli pakaian Lebaran buat anak-anaknya. "Saya mendapat celana pendek dan kaus yang cocok buat anak-anak saya di beberapa toko. Tapi sayangnya, saya tak bisa membelinya," kata ibu tersebut, sebagaimana dikutip Antara dari Xinhua, di Jakarta, Rabu (13/6) pagi.

Ia menambahkan harga pakaian di Aden, yang dikuasai pemerintah, jauh lebih mahal dibandingkan dengan harapannya. Ia mengatakan uang di dompetnya nyaris tidak cukup untuk membeli celana pendek dan kaus buat satu anak sekalipun. "Saya menghabiskan waktu beberapa jam untuk mencari pakaian yang murah dimana saja di pasar, tapi akhirnya saya menyerah dan tak mendapat apa pun buat anak-anak saya," ia mengeluh.

Haitham Ali, seorang prajurit yang baru direkrut, juga mengatakan kepada Xinhua bahwa ia tak bisa membeli pakaian untuk dua anaknya, mengingat gaji bulanannya, yang kecil. "Saya menerima gaji 60.000 rial Yaman (240 dolar AS) dan pakaian dua anak saya berharga rata-rata 49.000 rial. Saya tidak tahu apa yang bisa saya lakukan dengan gaji yang tak berdaya ini," kata Ali.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Amerika | 19 Juni 2018 - 13:23 WIB

Trump: AS tidak akan menjadi kamp migran

Kecelakaan | 19 Juni 2018 - 13:13 WIB

Mobil dinas Kemenag Sulteng masuk jurang sedalam 60 meter

Eropa | 19 Juni 2018 - 12:50 WIB

Merkel dukung Italia kurangi pendatang

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 12:33 WIB

Jasa Raharja jamin penuh korban KM Sinar Bangun

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 12:08 WIB

Menhub kirim tim investigasi KM Sinar Bangun

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Selasa, 19 Juni 2018 - 13:23 WIB

Trump: AS tidak akan menjadi kamp migran

Selasa, 19 Juni 2018 - 12:50 WIB

Merkel dukung Italia kurangi pendatang

Selasa, 19 Juni 2018 - 10:51 WIB

Satu keluarga jemaah umrah jadi korban kecelakaan

Senin, 18 Juni 2018 - 21:45 WIB

Beijing batasi kendaraan bermotor

Senin, 18 Juni 2018 - 19:29 WIB

Islam berkembang di Rusia peluang kerja sama

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com