Senin, 18 Juni 2018 | 05:20 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

Dalam Negeri / Ekonomi

PSI ingatkan Tommy tak lupakan utang orba

Rabu, 13 Juni 2018 - 11:06 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
PSI. Foto: Redaksi/Elshinta.
PSI. Foto: Redaksi/Elshinta.

Elshinta.com - Ketua Umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto baru saja mengkritik kondisi Indonesia yang saat ini memiliki banyak utang luar negeri. Kritikan ini disampaikan oleh Tommy saat berpidato di konsolidasi pemenangan Partai Berkarya di Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Senin (11/6).

Menanggapi kritik tersebut, Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Ekonomi, Industri dan Bisnis Rizal Calvary Marimbo mengingatkan, utang zaman Orde Baru (Orba) habis dikorupsi oleh pejabat dan kroni-kroninya. “Tak hanya itu, utang orba membuat masyarakat Indonesia sengsara serta jatuh ke dalam krisis tahun 1998. Mungkin ini yang beliau lupa. Enggak apa-apa kita ingatkan,” ujar Rizal.

Rizal mengatakan rasio utang di masa orba sebesar 57,7% dari PDB (Produk Domestik Bruto), dilanjutkan zaman Pak Habibie menjadi sebesar 85,4% atas PDB. Sedangkan zaman Pak Jokowi hanya 27% dari PDB.”tingginya ketergantungan Orba kepada utang membuat perekonomian nasional rontok serta menimbulkan huru-hara serta gerakan reformasi besar-besaran tahun 1998,” ucap dia dalam rilisnya yang diterima redaksi elshinta.com, Rabu (13/6). 

Rizal mengatakan, dizaman Orba defisit selalu dijaga di kisaran 3% dari PDB setiap tahunnya. Namun, defisit tersebut hanyalah memindahkan sumber pembiayaan dari pencetakan uang baru ke utang luar negeri untuk menjaga inflasi. Sayangnya, inflasi tersebut harus dibayar dengan akumulasi utang yang terus meningkat dan beban pembayaran bunga uang yang semakin memberatkan.

Tingginya rasio utang atas PDB Orba tersebut meninggalkan bom waktu. “Ketika guncangan ekonomi global datang, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar melonjak dan nilai utang dan beban bunga pemerintah meningkat tajam pula. Saat itu utang luar negeri mencapai 5,2% dari PDB. Nilai itu belum termasuk utang diundur pembayarannya,” ucap dia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 Juni 2018 - 21:58 WIB

ESDM pastikan stok BBM arus balik aman

Aktual Dalam Negeri | 17 Juni 2018 - 21:42 WIB

Puncak arus balik dari Stasiun Cirebon diperkirakan hari ini

Aktual Dalam Negeri | 17 Juni 2018 - 21:24 WIB

Polisi ingatkan warga tidak berwisata dengan mobil pick up

MotoGP | 17 Juni 2018 - 21:07 WIB

Lorenzo juara MotoGP Katalunya, Marquez kedua

Aktual Pemilu | 17 Juni 2018 - 20:55 WIB

2.041.201 warga Surabaya masuk DPS Pemilu 2019

Pemilihan Presiden 2019 | 17 Juni 2018 - 20:47 WIB

PPP ajak PKB resmi gabung koalisi Jokowi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com