Selasa, 19 Juni 2018 | 13:26 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

Luar Negeri / Aktual Luar Negeri

Pengamat: Kesepakatan Trump-Kim harus ditindaklanjuti secara teknis

Rabu, 13 Juni 2018 - 14:46 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Presiden Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat melakukan KTT di Singapura pada Selasa (12/6). Sumber foto: https://bit.ly/2JMhPSd
Presiden Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat melakukan KTT di Singapura pada Selasa (12/6). Sumber foto: https://bit.ly/2JMhPSd

Elshinta.com - Kesepakatan yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam pertemuan di Singapura, Selasa (12/6), harus ditindaklanjuti secara teknis dan komprehensif.

"Presiden Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara telah membuat Joint Statement yang terdiri dari empat poin dalam pertemuannya di Singapura. Sebagaimana telah diduga statement tersebut masih bersifat umum dan kedua pemimpin sepakat untuk menindaklanjuti secara teknis," ujar Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana, di Jakarta, Rabu (13/6).

Ia mengatakan masyarakat internasional perlu bersyukur pertemuan Trump-Kim berjalan positif dan memberi suatu harapan bagi perdamaian abadi di Semenanjung Korea. Hanya saja, lanjut dia, dunia tidak seharusnya larut dalam kegembiraan, hal itu dikarenakan masih ada sejumlah langkah yang harus dilakukan agar denuklirisasi di Korea Utara terwujud.

Dilansir dari Antara, rintangan pertama, menurut dia, adalah berkaitan dengan perilaku Donald Trump, mengingat setelah pertemuan, Trump merasa dirinya keluar sebagai pemenang perang. Perilaku seperti ini akan memprovokasi Kim Jong Un, bahkan rakyat Korut, untuk bereaksi negatif dan berdampak pada perundingan teknis. Sedangkan yang kedua, lanjut dia, dunia perlu memperhatikan situasi politik dalam negeri di Korut.

"Bila ada loyalis orang tua dan kakek Kim Jong Un yang kecewa dengan hasil pertemuan, menjadi pertanyaan apakah mereka tidak akan melakukan kudeta atas kepemimpinan Kim Jong Un. Bila kudeta terjadi lagi-lagi ini akan berdampak pada pertemuan teknis," kata dia pula.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Amerika | 19 Juni 2018 - 13:23 WIB

Trump: AS tidak akan menjadi kamp migran

Kecelakaan | 19 Juni 2018 - 13:13 WIB

Mobil dinas Kemenag Sulteng masuk jurang sedalam 60 meter

Eropa | 19 Juni 2018 - 12:50 WIB

Merkel dukung Italia kurangi pendatang

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 12:33 WIB

Jasa Raharja jamin penuh korban KM Sinar Bangun

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 12:08 WIB

Menhub kirim tim investigasi KM Sinar Bangun

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Selasa, 19 Juni 2018 - 13:23 WIB

Trump: AS tidak akan menjadi kamp migran

Selasa, 19 Juni 2018 - 12:50 WIB

Merkel dukung Italia kurangi pendatang

Selasa, 19 Juni 2018 - 10:51 WIB

Satu keluarga jemaah umrah jadi korban kecelakaan

Senin, 18 Juni 2018 - 21:45 WIB

Beijing batasi kendaraan bermotor

Senin, 18 Juni 2018 - 19:29 WIB

Islam berkembang di Rusia peluang kerja sama

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com