Sabtu, 20 Oktober 2018 | 18:53 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Sosbud

Warga Jakarta padati pasar tradisional jelang Lebaran

Rabu, 13 Juni 2018 - 16:33 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2l86bmI
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2l86bmI

Elshinta.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, warga Jakarta memadati sejumlah pasar tradisional untuk belanja bahan kebutuhan masakan khas lebaran.

Warga memadati Pasar Tradisional Deprok Cipinang dan Pasar Cipinang Muara, Jakarta Timur pada Rabu (13/6) atau H minus 2 jika Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Jumat (15/6).

Di Pasar Deprok Cipinang, ibu-ibu ramai mengantri di lapak penjual kelapa dan bumbu dapur ataupun kios palawija. Tidak hanya itu, sejumlah warga yang dominan merupakan kaum ibu memenuhi area pasar yang menjual daging sapi dan ayam, serta kebutuhan pokok lainnya.

Masyarakat mengaku mendahului belanja kebutuhan masakan untuk Hari Lebaran guna menghindari harga yang biasanya semakin meninggi mendekati Idul Fitri pada setiap tahunnya.

"Kalau H-1 lebaran, biasanya naik harga-harganya. Saya menyiapkan dari dari jauh-jauh hari dan baru dimasak besok," kata seorang ibu pembeli bawang merah di Pasar Deprok Cipinang, Haris (47) dikutip Antara.

Pasar tradisional pada hari-hari biasa cenderung sepi menjelang siang hari. Namun jika menjelang hari lebaran, kegiatan jual beli di pasar masih terjadi hingga pukul 12.00 WIB.

Antrian pembeli juga terjadi di tempat daging sapi serta penjual ayam di Pasar Cipinang Muara. Penjual daging sapi di pasar itu, Jejen (48), mengatakan biasanya pembeli mulai "menyerbu" pasar sejak H-3 sebelum lebaran. "Mulai ramai biasanya dari H-3 sampai sehari sebelum lebaran. Saya juga 'nambah' persediaan dagingnya," ujar dia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Pemilu | 20 Oktober 2018 - 18:49 WIB

MPR ingatkan semua pihak waspadai kecurangan pemilu

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:38 WIB

Negara di luar ASEAN sepakati penggunaan `Our Eyes`

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Warga tangkap buaya

Aktual Pemilu | 20 Oktober 2018 - 18:12 WIB

PPP kedepankan kampanye positif pilpres

Pemilihan Presiden 2019 | 20 Oktober 2018 - 17:49 WIB

Sandiaga berbagi tips bagi pengusaha kecil di Tangsel

Aktual Dalam Negeri | 20 Oktober 2018 - 17:37 WIB

Pemeriksaan kesehatan kucing di UB cetak rekor MURI

Elshinta.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, warga Jakarta memadati sejumlah pasar tradisional untuk belanja bahan kebutuhan masakan khas lebaran.

Warga memadati Pasar Tradisional Deprok Cipinang dan Pasar Cipinang Muara, Jakarta Timur pada Rabu (13/6) atau H minus 2 jika Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Jumat (15/6).

Di Pasar Deprok Cipinang, ibu-ibu ramai mengantri di lapak penjual kelapa dan bumbu dapur ataupun kios palawija. Tidak hanya itu, sejumlah warga yang dominan merupakan kaum ibu memenuhi area pasar yang menjual daging sapi dan ayam, serta kebutuhan pokok lainnya.

Masyarakat mengaku mendahului belanja kebutuhan masakan untuk Hari Lebaran guna menghindari harga yang biasanya semakin meninggi mendekati Idul Fitri pada setiap tahunnya.

"Kalau H-1 lebaran, biasanya naik harga-harganya. Saya menyiapkan dari dari jauh-jauh hari dan baru dimasak besok," kata seorang ibu pembeli bawang merah di Pasar Deprok Cipinang, Haris (47) dikutip Antara.

Pasar tradisional pada hari-hari biasa cenderung sepi menjelang siang hari. Namun jika menjelang hari lebaran, kegiatan jual beli di pasar masih terjadi hingga pukul 12.00 WIB.

Antrian pembeli juga terjadi di tempat daging sapi serta penjual ayam di Pasar Cipinang Muara. Penjual daging sapi di pasar itu, Jejen (48), mengatakan biasanya pembeli mulai "menyerbu" pasar sejak H-3 sebelum lebaran. "Mulai ramai biasanya dari H-3 sampai sehari sebelum lebaran. Saya juga 'nambah' persediaan dagingnya," ujar dia.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 18:38 WIB

Negara di luar ASEAN sepakati penggunaan `Our Eyes`

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 18:28 WIB

Warga tangkap buaya

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 17:37 WIB

Pemeriksaan kesehatan kucing di UB cetak rekor MURI

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 16:29 WIB

Pemkab Aceh Barat hadiahkan Rp1 juta tiap santri

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com