Selasa, 19 Juni 2018 | 13:32 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

Dalam Negeri / Aktual Dalam Negeri

Pengamat: Kunjungan Yahya Staquf ke AJC melukai Indonesia

Rabu, 13 Juni 2018 - 17:37 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Foto: Efendi Murdiono/Elshinta.com
Foto: Efendi Murdiono/Elshinta.com

Elshinta.com - Pengamat politik senior Rahman Saboon Nama memberikan masukan kepada presiden terkait kunjungan Yahya Cholil Staquf dalam American Jewish Committee (AJC) Global Forum 2018 di Israel.

Menurut Rahman kunjungan dan giat Staquf tersebut direspon sangat negatif oleh negara-negara Islam dan pegiat pejuang Kemerdekaan Palestina dari berbagai belahan dunia, termasuk pegiat relawan dari Indonesia.

"Kunjungan dan giat Staquf itu lebih jauh memberi kesan dan pertanyaan besar dari masyarakat mengapa Presiden Jokowi dalam membuat kebijakan strategis selalu tidak hati-hati, termasuk dalam hal ini meloloskan dan membiarkan Yahya Cholil Staquf berkunjung dan berpidato di forum global di Israel, bil khusus di Yerusalem, kota yang oleh dunia internasional dinilai dirampas dan dijajah oleh Israel," tegas Rahman, Rabu (13/6) yang dilaporkan oleh Kontributor Elshinta Effendi Murdiono.

Di tengah tindakan sepihak Amerika dan Israel terkait Kota Yerusalem ada suatu tindakan mengkangkangi Resolusi PBB dan dikutuk dunia, seharusnya presiden, melarang kunjungan Yahya Staquf yang sangat ambisius secara individul. Sekarang, Ketua Umum (Ketum) MUI Kiayi Ma'aruf Amin dan Ketum PB NU Kiayai Said Aqil Siradj menyatakan penolakan bahwa kunjungan dan giat Staquf yang blunder itu tidak mewakili NU. 

Penolakan serupa, juga dilakukan oleh presiden dengan menyatakan bahwa kunjungan dan giat Staquf tidak mewakili pemerintah Indonesia. "Merujuk penolakan itu, juga respon negatif dunia Islam terhadap tindakan Staquf yang menciderai citra Bangsa Indonesia dan Presiden, maka saran saya, sebaiknya Presiden Jokowi segera menonaktifkan Saudara Yahya Cholil Staquf dari lembaga Wantimpres. Sebab, secara spesifik pula nama besar dan kemuliaan bangsa Indonesia akan runtuh di mata bangsa Palestina dan umat Islam sedunia," ujar dia.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Amerika | 19 Juni 2018 - 13:23 WIB

Trump: AS tidak akan menjadi kamp migran

Kecelakaan | 19 Juni 2018 - 13:13 WIB

Mobil dinas Kemenag Sulteng masuk jurang sedalam 60 meter

Eropa | 19 Juni 2018 - 12:50 WIB

Merkel dukung Italia kurangi pendatang

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 12:33 WIB

Jasa Raharja jamin penuh korban KM Sinar Bangun

Aktual Dalam Negeri | 19 Juni 2018 - 12:08 WIB

Menhub kirim tim investigasi KM Sinar Bangun

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com