Pengamat: Kunjungan Yahya Staquf ke AJC melukai Indonesia
Rabu, 13 Juni 2018 - 17:37 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Sigit Kurniawan
Foto: Efendi Murdiono/Elshinta.com

Elshinta.com - Pengamat politik senior Rahman Saboon Nama memberikan masukan kepada presiden terkait kunjungan Yahya Cholil Staquf dalam American Jewish Committee (AJC) Global Forum 2018 di Israel.

Menurut Rahman kunjungan dan giat Staquf tersebut direspon sangat negatif oleh negara-negara Islam dan pegiat pejuang Kemerdekaan Palestina dari berbagai belahan dunia, termasuk pegiat relawan dari Indonesia.

"Kunjungan dan giat Staquf itu lebih jauh memberi kesan dan pertanyaan besar dari masyarakat mengapa Presiden Jokowi dalam membuat kebijakan strategis selalu tidak hati-hati, termasuk dalam hal ini meloloskan dan membiarkan Yahya Cholil Staquf berkunjung dan berpidato di forum global di Israel, bil khusus di Yerusalem, kota yang oleh dunia internasional dinilai dirampas dan dijajah oleh Israel," tegas Rahman, Rabu (13/6) yang dilaporkan oleh Kontributor Elshinta Effendi Murdiono.

Di tengah tindakan sepihak Amerika dan Israel terkait Kota Yerusalem ada suatu tindakan mengkangkangi Resolusi PBB dan dikutuk dunia, seharusnya presiden, melarang kunjungan Yahya Staquf yang sangat ambisius secara individul. Sekarang, Ketua Umum (Ketum) MUI Kiayi Ma'aruf Amin dan Ketum PB NU Kiayai Said Aqil Siradj menyatakan penolakan bahwa kunjungan dan giat Staquf yang blunder itu tidak mewakili NU. 

Penolakan serupa, juga dilakukan oleh presiden dengan menyatakan bahwa kunjungan dan giat Staquf tidak mewakili pemerintah Indonesia. "Merujuk penolakan itu, juga respon negatif dunia Islam terhadap tindakan Staquf yang menciderai citra Bangsa Indonesia dan Presiden, maka saran saya, sebaiknya Presiden Jokowi segera menonaktifkan Saudara Yahya Cholil Staquf dari lembaga Wantimpres. Sebab, secara spesifik pula nama besar dan kemuliaan bangsa Indonesia akan runtuh di mata bangsa Palestina dan umat Islam sedunia," ujar dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 17 Januari 2019 - 23:52 WIB
Elshinta.com - Persiapan pelaksanaan Millenial Road Safety Festival kian matang. Selain me...
Kamis, 17 Januari 2019 - 21:47 WIB
Elshinta.com - Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mendalami modus jaringan kokain i...
Kamis, 17 Januari 2019 - 20:26 WIB
Elshinta.com - Banyaknya berkas persyaratan yang harus dipenuhi oleh para peserta CPNS yan...
Kamis, 17 Januari 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Gangguan pasokan air PDAM di sejumlah wilayah Kota Malang, Jawa Timur, lang...
Kamis, 17 Januari 2019 - 17:56 WIB
Elshinta.com - Pasien kanker di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo dan Rumah Sakit Kanker ...
Kamis, 17 Januari 2019 - 17:25 WIB
Elshinta.com - Delegasi dari 13 negara yang mewakili Food and Agriculture Organisation (FA...
Kamis, 17 Januari 2019 - 16:56 WIB
Elshinta.com - Sebanyak 50 orang perwakilan dari sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah p...
Kamis, 17 Januari 2019 - 16:33 WIB
Elshinta.com - Pendidikan reguler Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat ke-57 (Dikre...
Kamis, 17 Januari 2019 - 16:20 WIB
Elshinta.com - Sembilan personel Kepolisian Sektor Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Ria...
Kamis, 17 Januari 2019 - 16:08 WIB
Elshinta.com - Sembilan oknum anggota polisi di lingkup Polda Maluku dikenakan sanksi Pemb...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)