Sabtu, 23 Juni 2018 | 17:16 WIB

Daftar | Login

Peristiwa / Arestasi

Polres Nias Selatan temukan satu hektare lahan ganja

Kamis, 14 Juni 2018 - 06:38 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2y6LII4
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2y6LII4

Elshinta.com - Tim gabungan Kepolisian Resor (Polres) Nias Selatan, Sumatera Utara, menemukan ganja yang ditanam di lahan seluas satu hektare di areal perbukitan Desa Hilinamozaua Raya, Kecamatan Onolalu, Kabupaten Nias Selatan.

Kapolres Nias Selatan, AKBP Faisal F. Napitupulu pada Rabu (13/6) mengatakan, bahwa ganja tersebut berada di ladang/kebun Luahajoa`afu, dan pihaknya juga mengamankan ratusan batang tanaman ganja yang baru tumbuh. Penemuan ladang ganja tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat yang menyebutkan bahwa di areal perbukitan itu ada tanaman ganja. "Selanjutnya, dibentuk tim untuk melakukan penyelidikan, dan akhirnya Rabu (13/6) dini hari petugas menemukan ladang ganja tersebut," ujarnya.

Ia menjelaskan, orang yang menanam ganja itu tidak berada di tempat saat polisi ke tempat kejadian perkara (TKP), sehingga polisi menurunkan bantuan personel untuk mencari dan menggeledah rumah warga yang diduga memiliki kebun ganja tersebut. Namun, warga yang identitasnya sudah dikantongi petugas kepolisian itu telah melarikan diri, dan tidak ada ditemukan barang bukti (BB) ganja. "Untuk mengelabui petugas, pelaku menanam ganja di antara tanaman cabai dan jagung," ucapnya.

Faisal mengemukakan, pelaku juga menabur tiga ranjau berupa paku di sekitar kebun ganja agar orang lain yang masuk ke lokasi terluka dan menghindari lokasi tersebut. Bahkan, dua anggota Polres Nias Selatan (Nisel) sempat terluka akibat terkena ranjau paku itu.

Polisi menduga kuat bahwa pelaku sudah beberapa kali panen, karena sistem panen ganja dilakukan secara berkala atau tidak sekaligus, dan terbukti di TKP ada sisa panen sebelumnya. "Petugas mencabut semua tanaman ganja yang ada di kebun Luahajoa`afu, membawa barang bukti 151 batang pohon ganja yang baru tumbuh, dan tiga rajau paku ke Polres Nisel," katanya.

Sementara itu, Bupati Nias Selatan, Hiliarius Duha yang melihat temuan ladang ganja tersebut mengapresiasi kinerja Polres Nisel karena sudah berhasil mengungkap kasus yang meresahkan masyarakat. Wilayah Nias Selatan, menurut dia, cukup luas dan hutan masih banyak, sehingga memungkinkan orang-orang tidak bertanggung jawab melakukan penanaman ganja. "Kami Forkopimda, khususnya Kapolres sudah komitmen terus melakukan penyisiran di areal hutan untuk memberantas narkoba di wilayah Nias Selatan," ujarnya, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Event | 23 Juni 2018 - 17:11 WIB

Shaqiri pastikan kemenangan Swiss 2-1 atas Serbia

Arestasi | 23 Juni 2018 - 16:35 WIB

Densus 88 tembak mati dua terduga teroris

Aktual Dalam Negeri | 23 Juni 2018 - 16:22 WIB

Pemerintah bentuk ad hoc selidiki KM Sinar Bangun

Ekonomi | 23 Juni 2018 - 16:10 WIB

Permintaan uang kartal libur Lebaran capai Rp2 triliun

Musibah | 23 Juni 2018 - 15:50 WIB

Menhub: KM Ramos Risma Marisi lepas kendali

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com