Ombudsman dukung penanganan kasus impor bawang bombai
Kamis, 14 Juni 2018 - 07:49 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2LP1Foe

Elshinta.com - Ombudsman RI mendukung penanganan kasus import bawang bombai mini, yang kemudian dijual di pasaran selayaknya bawang merah, karena kuat dugaan terdapat upaya tindak pidana penipuan yang bisa merugikan konsumen.

Anggota Komisioner Ombudsman Dadan Suparjo Suharmawijaya dalam pernyataan di Jakarta menegaskan, pentingnya pelibatan Satuan Tugas (Satgas) Pangan, termasuk kepolisian, karena kecil kemungkinan hal ini terjadi karena adanya kesalahan administrasi.

Menurut dia, importir nakal telah memanfaatkan momentum perayaan hari raya, karena permintaan masyarakat terhadap komoditas pangan seperti bawang merah meningkat dalam periode ini. "Kalau ada kesengajaan, unsur penipuan, bisa masuk pidana itu. Berarti kan mengakal-akali. Tinggal dilakukan pemeriksaan saja," katanya.

Ia menilai, tidak hanya konsumen yang berpotensi dirugikan karena membeli barang yang belum tentu sesuai dengan yang diharapkan, namun juga lembaga pengawas karena adanya pelaksanaan perizinan yang tidak sesuai ketentuan. "Silakan kepolisian masuk untuk melakukan pemeriksaan, untuk melakukan penyidikan, apakah betul ada unsur penipuan," kata Dadan, dikutip Antara.

Sebelumnya, tim penyidik Kementerian Perdagangan telah menyita 670 ton bawang bombai impor milik CV SMM, LH, dan AL yang tidak sesuai dengan ukuran yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian. Kuat dugaan bawang bombai tersebut akan dijual sebagai bawang merah, karena mempunyai bentuk yang lebih besar dari ukuran rata-rata yang diperkenankan. Saat ini Kementerian Perdagangan sedang menginvestigasi kemungkinan potensi pelanggaran maupun pidana dari kasus ini, karena importir tersebut mempunyai surat izin impor.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 16 Januari 2019 - 13:40 WIB
Elshinta.com - Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, pertumbuhan e...
Rabu, 16 Januari 2019 - 13:31 WIB
Elshinta.com - Menteri Perdagangan (Mendag) RI Enggartiasto Lukita menyatakan pembahasan d...
Rabu, 16 Januari 2019 - 09:14 WIB
Elshinta.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menyebutkan maskapai penerbangan seharus...
Selasa, 15 Januari 2019 - 19:35 WIB
Elshinta.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (15/1)...
Selasa, 15 Januari 2019 - 19:07 WIB
Elshinta.com - Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Sela...
Selasa, 15 Januari 2019 - 17:33 WIB
Elshinta.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengingatkan kalangan pengusaha bah...
Selasa, 15 Januari 2019 - 12:33 WIB
Elshinta.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan bahwa para pedagang maupun penye...
Selasa, 15 Januari 2019 - 10:43 WIB
Elshinta.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa d...
Selasa, 15 Januari 2019 - 10:05 WIB
Elshinta.com - Jajaran Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPB...
Selasa, 15 Januari 2019 - 09:05 WIB
Elshinta.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat sebanyak 1.239 Nomor Induk...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)