Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:07 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Ekonomi

Ombudsman dukung penanganan kasus impor bawang bombai

Kamis, 14 Juni 2018 - 07:49 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2LP1Foe
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2LP1Foe

Elshinta.com - Ombudsman RI mendukung penanganan kasus import bawang bombai mini, yang kemudian dijual di pasaran selayaknya bawang merah, karena kuat dugaan terdapat upaya tindak pidana penipuan yang bisa merugikan konsumen.

Anggota Komisioner Ombudsman Dadan Suparjo Suharmawijaya dalam pernyataan di Jakarta menegaskan, pentingnya pelibatan Satuan Tugas (Satgas) Pangan, termasuk kepolisian, karena kecil kemungkinan hal ini terjadi karena adanya kesalahan administrasi.

Menurut dia, importir nakal telah memanfaatkan momentum perayaan hari raya, karena permintaan masyarakat terhadap komoditas pangan seperti bawang merah meningkat dalam periode ini. "Kalau ada kesengajaan, unsur penipuan, bisa masuk pidana itu. Berarti kan mengakal-akali. Tinggal dilakukan pemeriksaan saja," katanya.

Ia menilai, tidak hanya konsumen yang berpotensi dirugikan karena membeli barang yang belum tentu sesuai dengan yang diharapkan, namun juga lembaga pengawas karena adanya pelaksanaan perizinan yang tidak sesuai ketentuan. "Silakan kepolisian masuk untuk melakukan pemeriksaan, untuk melakukan penyidikan, apakah betul ada unsur penipuan," kata Dadan, dikutip Antara.

Sebelumnya, tim penyidik Kementerian Perdagangan telah menyita 670 ton bawang bombai impor milik CV SMM, LH, dan AL yang tidak sesuai dengan ukuran yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian. Kuat dugaan bawang bombai tersebut akan dijual sebagai bawang merah, karena mempunyai bentuk yang lebih besar dari ukuran rata-rata yang diperkenankan. Saat ini Kementerian Perdagangan sedang menginvestigasi kemungkinan potensi pelanggaran maupun pidana dari kasus ini, karena importir tersebut mempunyai surat izin impor.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 15:06 WIB

Pemerintah belum bahas rencana pembelian Sukhoi

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Pemerintah negosiasi ulang soal pesawat tempur KFX/IFX

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 14:44 WIB

Uni Eropa salurkan 22 juta dolar AS untuk korban bencana Sulteng

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 14:33 WIB

Ketua MPR minta lapangan tembak Senayan dibuat tertutup

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:22 WIB

ASEAN berkomitmen jaga stabilitas kawasan

Kriminalitas | 19 Oktober 2018 - 14:10 WIB

Terungkap, pencurian modus debt collector di Tangerang

Elshinta.com - Ombudsman RI mendukung penanganan kasus import bawang bombai mini, yang kemudian dijual di pasaran selayaknya bawang merah, karena kuat dugaan terdapat upaya tindak pidana penipuan yang bisa merugikan konsumen.

Anggota Komisioner Ombudsman Dadan Suparjo Suharmawijaya dalam pernyataan di Jakarta menegaskan, pentingnya pelibatan Satuan Tugas (Satgas) Pangan, termasuk kepolisian, karena kecil kemungkinan hal ini terjadi karena adanya kesalahan administrasi.

Menurut dia, importir nakal telah memanfaatkan momentum perayaan hari raya, karena permintaan masyarakat terhadap komoditas pangan seperti bawang merah meningkat dalam periode ini. "Kalau ada kesengajaan, unsur penipuan, bisa masuk pidana itu. Berarti kan mengakal-akali. Tinggal dilakukan pemeriksaan saja," katanya.

Ia menilai, tidak hanya konsumen yang berpotensi dirugikan karena membeli barang yang belum tentu sesuai dengan yang diharapkan, namun juga lembaga pengawas karena adanya pelaksanaan perizinan yang tidak sesuai ketentuan. "Silakan kepolisian masuk untuk melakukan pemeriksaan, untuk melakukan penyidikan, apakah betul ada unsur penipuan," kata Dadan, dikutip Antara.

Sebelumnya, tim penyidik Kementerian Perdagangan telah menyita 670 ton bawang bombai impor milik CV SMM, LH, dan AL yang tidak sesuai dengan ukuran yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian. Kuat dugaan bawang bombai tersebut akan dijual sebagai bawang merah, karena mempunyai bentuk yang lebih besar dari ukuran rata-rata yang diperkenankan. Saat ini Kementerian Perdagangan sedang menginvestigasi kemungkinan potensi pelanggaran maupun pidana dari kasus ini, karena importir tersebut mempunyai surat izin impor.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com