Jumat, 19 Oktober 2018 | 15:07 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Dalam Negeri / Sosbud

Sosiolog nilai mudik mempersatukan bangsa

Kamis, 14 Juni 2018 - 10:45 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Mudik. Foto: Ilustrasi/Elshinta.
Mudik. Foto: Ilustrasi/Elshinta.

Elshinta.com - Sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Musni Umar mengatakan fenomena mudik tidak hanya berdampak sosial dan ekonomi tetapi juga mempersatukan anak bangsa.

"Mudik tidak hanya mengandung fenomena sosial sebagai implementasi dari keyakinan teologis, tetapi memberi kebaikan bagi masyarakat, bangsa dan negara karena menjadi medium pemersatu dan memberi sumbangsih yang positif bagi peningkatan ekonomi di desa (kampung)," katanya di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, tambahnya utama mudik tidak lain dan tidak bukan kecuali untuk mempererat silaturrahim, menyatukan yang terpisah dan mendekatkan jarak. Menurutnya mudik juga memberi dampak ekonomi bagi keluarga terdekat dan jauh serta masyarakat desa. Setidaknya ada lima dampak ekonomi bagi mudik. Pertama, pemudik membawa uang ke kampung. "Mereka membayar zakat fitrah, zakat harta (maal), infak dan sadaqah, sehingga ekonomi di desa menggeliat," ujarnya seperti dikutip Antara.

Kedua, pemudik berbelanja. Dampaknya ekonomi di desa hidup dan otomatis masyarakat desa mendapatkan manfaat ekonomi. Ketiga, pemudik terutama yang sukses di perantauan, bisa dimintai bantuan untuk ikut membangun desa (kampung).

Keempat, hotel dan penginapan serta tempat-tempat wisata, ikut memanen rezeki dampak dari mudik Idul Fitri karena para pemudik pasti membutuhkan hotel dan penginapan untuk istirahat dan tidur serta berwisata. Kelima, restoran dan warung pasti ramai dikunjungi para pemudik untuk makan.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 15:06 WIB

Pemerintah belum bahas rencana pembelian Sukhoi

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:55 WIB

Pemerintah negosiasi ulang soal pesawat tempur KFX/IFX

Bencana Alam | 19 Oktober 2018 - 14:44 WIB

Uni Eropa salurkan 22 juta dolar AS untuk korban bencana Sulteng

Megapolitan | 19 Oktober 2018 - 14:33 WIB

Ketua MPR minta lapangan tembak Senayan dibuat tertutup

Aktual Dalam Negeri | 19 Oktober 2018 - 14:22 WIB

ASEAN berkomitmen jaga stabilitas kawasan

Kriminalitas | 19 Oktober 2018 - 14:10 WIB

Terungkap, pencurian modus debt collector di Tangerang

Elshinta.com - Sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Musni Umar mengatakan fenomena mudik tidak hanya berdampak sosial dan ekonomi tetapi juga mempersatukan anak bangsa.

"Mudik tidak hanya mengandung fenomena sosial sebagai implementasi dari keyakinan teologis, tetapi memberi kebaikan bagi masyarakat, bangsa dan negara karena menjadi medium pemersatu dan memberi sumbangsih yang positif bagi peningkatan ekonomi di desa (kampung)," katanya di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, tambahnya utama mudik tidak lain dan tidak bukan kecuali untuk mempererat silaturrahim, menyatukan yang terpisah dan mendekatkan jarak. Menurutnya mudik juga memberi dampak ekonomi bagi keluarga terdekat dan jauh serta masyarakat desa. Setidaknya ada lima dampak ekonomi bagi mudik. Pertama, pemudik membawa uang ke kampung. "Mereka membayar zakat fitrah, zakat harta (maal), infak dan sadaqah, sehingga ekonomi di desa menggeliat," ujarnya seperti dikutip Antara.

Kedua, pemudik berbelanja. Dampaknya ekonomi di desa hidup dan otomatis masyarakat desa mendapatkan manfaat ekonomi. Ketiga, pemudik terutama yang sukses di perantauan, bisa dimintai bantuan untuk ikut membangun desa (kampung).

Keempat, hotel dan penginapan serta tempat-tempat wisata, ikut memanen rezeki dampak dari mudik Idul Fitri karena para pemudik pasti membutuhkan hotel dan penginapan untuk istirahat dan tidur serta berwisata. Kelima, restoran dan warung pasti ramai dikunjungi para pemudik untuk makan.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com