Selasa, 16 Oktober 2018 | 18:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Amerika

Trump sebut Korea Utara bukan lagi ancaman nuklir

Kamis, 14 Juni 2018 - 11:48 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Sigit Kurniawan
President Donald Trump and North Korean leader Kim Jong Un walk after lunch at the Capella Hotel on Sentosa island in Singapore June 12, 2018. Sumber foto: https://bit.ly/2HFLCa9
President Donald Trump and North Korean leader Kim Jong Un walk after lunch at the Capella Hotel on Sentosa island in Singapore June 12, 2018. Sumber foto: https://bit.ly/2HFLCa9

Elshinta.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (13/6), mengucapkan selamat kepada dirinya sendiri terkait KTT dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, bersikeras bahwa negara itu bukan lagi sebuah ancaman nuklir.

Pernyataan itu adalah bagian dari serangkaian cuitan Twitter Trump ketika pesawat Air Force One mendarat di Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland, luar ibu kota AS serta membawa Trump pulang. Dia melambaikan tangan saat berjalan menuruni tangga berkarpet merah dan masuk ke sebuah limusin.

Trump memuji KTT di Singapura dengan Kim, saat pemimpin Korea Utara itu setuju untuk denuklirisasi negaranya, meski kesepakatan mereka tidak mengatakan bagaimana hal tersebut akan dilakukan.

Trump dikritik karena memberikan legitimasi kepada diktator Korea Utara tersebut, yang rezimnya memiliki catatan pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan, dengan menghadiri pertemuan di Singapura. "Baru saja mendarat - sebuah perjalanan panjang, tetapi semua orang sekarang bisa merasa jauh lebih aman dibandingkan saat saya mulai menjabat (presiden). Tidak ada lagi Ancaman Nuklir dari Korea Utara. Bertemu dengan Kim Jong Un adalah pengalaman yang menarik dan sangat positif. Korea Utara memiliki potensi di masa depan!," tulisnya seperti dikutip Antara dari AFP.

"Sebelum menjabat, orang-orang mengasumsikan bahwa kami akan berperang dengan Korea Utara. Presiden Obama mengatakan bahwa Korea Utara adalah masalah terbesar dan paling berbahaya. Tidak lagi - tidur nyenyak malam ini!" tambah Trump.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 18:08 WIB

Polisi amankan wanita bawa sabu di Bandara

Kesehatan | 16 Oktober 2018 - 17:58 WIB

Jenis kanker pada anak selain leukemia

Kecelakaan | 16 Oktober 2018 - 17:48 WIB

Mobil pick up tabrak truk TNI, satu tewas dan dua orang terluka

Startup | 16 Oktober 2018 - 17:30 WIB

Bareksa, marketplace reksadana dorong penetrasi investasi

Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 17:18 WIB

Belasan ribu pohon cabai terendam banjir

Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 17:08 WIB

Pemkot Magelang siapkan tenaga administrasi SD-TK

Elshinta.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (13/6), mengucapkan selamat kepada dirinya sendiri terkait KTT dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, bersikeras bahwa negara itu bukan lagi sebuah ancaman nuklir.

Pernyataan itu adalah bagian dari serangkaian cuitan Twitter Trump ketika pesawat Air Force One mendarat di Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland, luar ibu kota AS serta membawa Trump pulang. Dia melambaikan tangan saat berjalan menuruni tangga berkarpet merah dan masuk ke sebuah limusin.

Trump memuji KTT di Singapura dengan Kim, saat pemimpin Korea Utara itu setuju untuk denuklirisasi negaranya, meski kesepakatan mereka tidak mengatakan bagaimana hal tersebut akan dilakukan.

Trump dikritik karena memberikan legitimasi kepada diktator Korea Utara tersebut, yang rezimnya memiliki catatan pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan, dengan menghadiri pertemuan di Singapura. "Baru saja mendarat - sebuah perjalanan panjang, tetapi semua orang sekarang bisa merasa jauh lebih aman dibandingkan saat saya mulai menjabat (presiden). Tidak ada lagi Ancaman Nuklir dari Korea Utara. Bertemu dengan Kim Jong Un adalah pengalaman yang menarik dan sangat positif. Korea Utara memiliki potensi di masa depan!," tulisnya seperti dikutip Antara dari AFP.

"Sebelum menjabat, orang-orang mengasumsikan bahwa kami akan berperang dengan Korea Utara. Presiden Obama mengatakan bahwa Korea Utara adalah masalah terbesar dan paling berbahaya. Tidak lagi - tidur nyenyak malam ini!" tambah Trump.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 16 Oktober 2018 - 06:10 WIB

Dolar AS melemah tertekan data ekonomi negatif

Senin, 15 Oktober 2018 - 12:02 WIB

ASEAN setujui proposal Indonesia labeling tuna

Senin, 15 Oktober 2018 - 11:01 WIB

Tertekan, pasar saham Asia melemah

Minggu, 14 Oktober 2018 - 18:16 WIB

Malaysia tenggelamkan enam perahu asing

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com