Trump sebut Korea Utara bukan lagi ancaman nuklir
Kamis, 14 Juni 2018 - 11:48 WIB | Penulis : Angga Kusuma | Editor : Sigit Kurniawan
President Donald Trump and North Korean leader Kim Jong Un walk after lunch at the Capella Hotel on Sentosa island in Singapore June 12, 2018. Sumber foto: https://bit.ly/2HFLCa9

Elshinta.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (13/6), mengucapkan selamat kepada dirinya sendiri terkait KTT dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, bersikeras bahwa negara itu bukan lagi sebuah ancaman nuklir.

Pernyataan itu adalah bagian dari serangkaian cuitan Twitter Trump ketika pesawat Air Force One mendarat di Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland, luar ibu kota AS serta membawa Trump pulang. Dia melambaikan tangan saat berjalan menuruni tangga berkarpet merah dan masuk ke sebuah limusin.

Trump memuji KTT di Singapura dengan Kim, saat pemimpin Korea Utara itu setuju untuk denuklirisasi negaranya, meski kesepakatan mereka tidak mengatakan bagaimana hal tersebut akan dilakukan.

Trump dikritik karena memberikan legitimasi kepada diktator Korea Utara tersebut, yang rezimnya memiliki catatan pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan, dengan menghadiri pertemuan di Singapura. "Baru saja mendarat - sebuah perjalanan panjang, tetapi semua orang sekarang bisa merasa jauh lebih aman dibandingkan saat saya mulai menjabat (presiden). Tidak ada lagi Ancaman Nuklir dari Korea Utara. Bertemu dengan Kim Jong Un adalah pengalaman yang menarik dan sangat positif. Korea Utara memiliki potensi di masa depan!," tulisnya seperti dikutip Antara dari AFP.

"Sebelum menjabat, orang-orang mengasumsikan bahwa kami akan berperang dengan Korea Utara. Presiden Obama mengatakan bahwa Korea Utara adalah masalah terbesar dan paling berbahaya. Tidak lagi - tidur nyenyak malam ini!" tambah Trump.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 20 Mei 2019 - 13:53 WIB
Elshinta.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam Iran sehingga meningkatkan ...
Sabtu, 18 Mei 2019 - 17:39 WIB
Elshinta.com - Eddy Montes, seorang pengunjuk rasa yang ditembak hingga mati di penjara Ni...
Selasa, 14 Mei 2019 - 14:46 WIB
Elshinta.com - Penjaga Pantai Amerika Serikat dan petugas dari Federasi Penerbangan (FAA) ...
Selasa, 14 Mei 2019 - 14:15 WIB
Elshinta.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (13/5) waktu setempat...
Sabtu, 11 Mei 2019 - 08:22 WIB
Elshinta.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jumat (10/5) mengatakan dirinya `tidak te...
Senin, 06 Mei 2019 - 14:17 WIB
Elshinta.com - Ribuan demonstran turun ke jalan di Mexico City pada Minggu (5/5) guna menuntut ...
Minggu, 05 Mei 2019 - 19:39 WIB
Elshinta.com - Satu helikopter militer Venezuela jatuh dekat Karakas pada Sabtu pagi, mene...
Sabtu, 04 Mei 2019 - 17:29 WIB
Elshinta.com - Seorang juru bicara Naval Air Station Jacksonville mengungkapkan, satu pesa...
Kamis, 02 Mei 2019 - 10:39 WIB
Elshinta.com - Maskapai asal Amerika Serikat, Boeing, menunjuk J Michael Luttig sebagai pe...
Rabu, 01 Mei 2019 - 13:49 WIB
Elshinta.com - Dua orang tewas dan beberapa orang lagi cedera ketika seorang tersangka mel...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
ElshintaBandung