Selasa, 16 Oktober 2018 | 18:10 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Jasa Raharja bantah karyawannya lakukan pungli

Kamis, 14 Juni 2018 - 13:38 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2sYl0MQ
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2sYl0MQ

Elshinta.com - PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Riau, menyatakan Heriyansyah, (33) dan Sapri Matendra (26) yang diduga melakukan tindak pidana Pungutan Liar (Pungli) di Pelabuhan Kuala Enok Jalan Yos Sudarso Kota Tembilahan, Riau, Rabu (13/6), bukan petugas perusahaan itu.

"Mereka agen yang menjual Kupon Iuran Wajib Kapal Laut ke penumpang. Harga kupon itu Rp2.000/lembar dan penjual mendapatkan biaya keperantaraan sebesar 10 persen-12,5 persen," kata Kasubag Humas PT Jasa Raharja (Persero) cabang Riau, Yuniar Ahmadani di Pekanbaru, Kamis (14/6).

Tanggapan tersebut disampaikannya terkait Polres Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, membekuk Heriyansyah dan Sapri Matendra yang diduga melakukan tindak pidana Pungli di pelabuhan Tembilahan. Mereka diduga melakukan kecurangan dengan menjual kupon tersebut seharga Rp3.000/lembar ke penumpang kapal laut yang seharusnya Rp2.000/lembar.

Jadi, tegasnya informasi masyarakat tentang dua pelaku pungli itu adalah oknum lapangan PT Jasa Raharja itu salah, yang benarnya mereka mitra yang dikoordinir untuk penjualan Kupon Iuran Wajib Kapal Laut ke penumpang. Menurut Dani, kedua pelaku adalah oknum pelabuhan bukan oknum petugas Jasa Raharja, jadi kedua oknum tersebut bersalah telah mengatasnamakan Jasa Raharja. Dani menekankan bahwa pihaknya sudah mengirim petugas dari cabang Jasa Raharja ke Tembilahan untuk melakukan klarifikasi ke Polres Inhil.

"Mencermati kasus pencemaran nama baik Jasa Raharja ini, maka ke depan kami akan mengevaluasi lagi setiap mitra yang sudah ada yang akan bekerjasama agar kasus ini tidak terulang lagi, karena yang dirugikan adalah Jasa Raharja," katanya, dikutip Antara.

Sementara itu terkait kasus dilakukan oknum warga itu, Polres Inhil telah mengamankan sejumlah barang bukti yakni tiket Jasa Raharja sebanyak 1 Blok berisi 50 Lembar dan uang sebanyak Rp 237.000.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 18:08 WIB

Polisi amankan wanita bawa sabu di Bandara

Kesehatan | 16 Oktober 2018 - 17:58 WIB

Jenis kanker pada anak selain leukemia

Kecelakaan | 16 Oktober 2018 - 17:48 WIB

Mobil pick up tabrak truk TNI, satu tewas dan dua orang terluka

Startup | 16 Oktober 2018 - 17:30 WIB

Bareksa, marketplace reksadana dorong penetrasi investasi

Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 17:18 WIB

Belasan ribu pohon cabai terendam banjir

Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 17:08 WIB

Pemkot Magelang siapkan tenaga administrasi SD-TK

Elshinta.com - PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Riau, menyatakan Heriyansyah, (33) dan Sapri Matendra (26) yang diduga melakukan tindak pidana Pungutan Liar (Pungli) di Pelabuhan Kuala Enok Jalan Yos Sudarso Kota Tembilahan, Riau, Rabu (13/6), bukan petugas perusahaan itu.

"Mereka agen yang menjual Kupon Iuran Wajib Kapal Laut ke penumpang. Harga kupon itu Rp2.000/lembar dan penjual mendapatkan biaya keperantaraan sebesar 10 persen-12,5 persen," kata Kasubag Humas PT Jasa Raharja (Persero) cabang Riau, Yuniar Ahmadani di Pekanbaru, Kamis (14/6).

Tanggapan tersebut disampaikannya terkait Polres Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, membekuk Heriyansyah dan Sapri Matendra yang diduga melakukan tindak pidana Pungli di pelabuhan Tembilahan. Mereka diduga melakukan kecurangan dengan menjual kupon tersebut seharga Rp3.000/lembar ke penumpang kapal laut yang seharusnya Rp2.000/lembar.

Jadi, tegasnya informasi masyarakat tentang dua pelaku pungli itu adalah oknum lapangan PT Jasa Raharja itu salah, yang benarnya mereka mitra yang dikoordinir untuk penjualan Kupon Iuran Wajib Kapal Laut ke penumpang. Menurut Dani, kedua pelaku adalah oknum pelabuhan bukan oknum petugas Jasa Raharja, jadi kedua oknum tersebut bersalah telah mengatasnamakan Jasa Raharja. Dani menekankan bahwa pihaknya sudah mengirim petugas dari cabang Jasa Raharja ke Tembilahan untuk melakukan klarifikasi ke Polres Inhil.

"Mencermati kasus pencemaran nama baik Jasa Raharja ini, maka ke depan kami akan mengevaluasi lagi setiap mitra yang sudah ada yang akan bekerjasama agar kasus ini tidak terulang lagi, karena yang dirugikan adalah Jasa Raharja," katanya, dikutip Antara.

Sementara itu terkait kasus dilakukan oknum warga itu, Polres Inhil telah mengamankan sejumlah barang bukti yakni tiket Jasa Raharja sebanyak 1 Blok berisi 50 Lembar dan uang sebanyak Rp 237.000.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com