Rabu, 15 Agustus 2018 | 15:47 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Dalam Negeri / Hankam

Kapolda Kalteng perintahkan tembak di tempat bagi teroris

Kamis, 14 Juni 2018 - 17:24 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Sigit Kurniawan
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2JJWmWK
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2JJWmWK

Elshinta.com - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah Brigjen Anang Revandoko memerintahkan personel TNI dan Polri tergabung dalam Tim Satuan Tugas Antiterorisme tidak ragu menembak di tempat bagi teroris yang membuat kegaduhan dan melawan saat akan diamankan atau ditangkap.

Perintah ini disampaikan Anang saat memimpin apel gabungan TNI-Polri dalam rangka memperkuat Satgas Antiterorisme Kalteng yang dilaksanakan di halaman Mapolda setempat, di Kota Palangka Raya, Kamis (14/6).

"Keberadaan Satgas Antiterorisme di Kalteng mempunyai tugas khususnya untuk menangkal segala bentuk paham maupun tindakan radikal yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa serta aksi teror," ujar dia.

Kejahatan teroris dapat bersifat nasional dan internasional sebagar akar kejahatannya, sehingga diperlukan pengamanan yang serius, intensif dan berkesinambungan dengan melibatkan para stakeholder serta seluruh elemen masyarakat. Anang mengatakan kejahatan teroris selama ini dalam mengembangkan paham ajarannya selalu memanfaatkan situasi politik, kemajuan teknologi dan kesenjangan sosial sebagai cara yang mudah dalam menyampaikan ajaran.

"Bahkan dengan mengembuskan isu-isu negatif, sehingga tidak sedikit perempuan dan anak-anak yang terpapar serta telah menjadi bagian diri paham tersebut. Ini yang harus dipahami," kata dia lagi.

Menurut Kapolda Kalteng ini, sebagian besar upaya yang akan dilakukan oleh kelompok teroris tersebut dapat digagalkan berkat kesigapan dan ketanggapan personel TNI dan Polri dibantu oleh seluruh elemen masyarakat dan jajarannya. Ditambah lagi, menurut dia, pada tahun 2018-2019 merupakan tahun pesta demokrasi, akan dilaksanakann pilkada serentak, pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden RI.

"Momen itu tidak menutup kemungkinan akan dimanfaatkan oleh kelompok teroris untuk melancarkan aksinya, baik itu dengan cara menyebar isu negatif bahkan melakukan berbagai aksi teror di tengah masyarakat," demikian Anang, dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Sosbud | 15 Agustus 2018 - 15:14 WIB

MUI tunggu hasil investigasi praktik Kerajaan Ubur-ubur

Bencana Alam | 15 Agustus 2018 - 15:08 WIB

Dinsos Kediri kirim bumbu sambal pecel untuk korban gempa Lombok

Arestasi | 15 Agustus 2018 - 14:56 WIB

Polisi tangkap pelaku penipuan yang mengaku anggota KPK

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com