Selasa, 16 Oktober 2018 | 18:08 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Arestasi

Densus 88 amankan lima orang terduga teroris di Blitar

Kamis, 14 Juni 2018 - 17:48 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2l7cAyv
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2l7cAyv

Elshinta.com - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri kembali mengamkan dua orang, dari sebelumnya hanya tiga, terkait dengan keterlibatan dalam jaringan terorisme di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

"Tadi malam di Kabupaten Blitar telah dilakukan penangkapan lima orang terduga terkait jaringan terorisme, dan mereka ini sudah dibawa ke Surabaya untuk pemeriksaan dan pendalaman oleh tim penyidik Mabes Polri," kata Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha di Blitar, Kamis (14/6).

Ia mengatakan, tim Densus mengamankan kelimanya di tiga titik berbeda, pada Rabu (13/6) malam. Tiga orang di Kelurahan/Kecamatan Talun, satu orang di Kecamatan Gandusari, dan satu lagi di Kecamatan Wlingi. Untuk di Talun, mereka berinisial NH, SZ dan AN.

Tim Densus 88 juga langsung melakukan penggeledahan di rumah para terduga terois tersebut. Untuk lokasi di Talun, tim menyita sejumlah barang bukti berupa satu pucuk senjata api dari pabrik dengan delapan butir peluru, serta beberapa buku yang terkait dengan seruan jihad dan pemahaman radikal. Sementara, di dua lokasi lainnya, petugas belum menemukan barang bukti. Petugas hanya mengamankan orangnya saja. Kini, seluruh barang bukti tersebut telah diamankan petugas.

Petugas, kata dia, juga sudah lama melakukan penyelidikan aktivitas yang dilakukan para terduga teroris tersebut. Bahkan, tim sudah sering mengikuti dan memantau kegiatan mereka, namun masih menunggu alat bukti untuk melakuakn penindakan.

"Ini sudah observasi lama. Densus sudah bolak-balik mengikuti mereka, jadi tidak kurang informasi. Namun, harus ada alat bukti jika melakukan penindakan," tuturnya, dikutip Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kesehatan | 16 Oktober 2018 - 17:58 WIB

Jenis kanker pada anak selain leukemia

Kecelakaan | 16 Oktober 2018 - 17:48 WIB

Mobil pick up tabrak truk TNI, satu tewas dan dua orang terluka

Startup | 16 Oktober 2018 - 17:30 WIB

Bareksa, marketplace reksadana dorong penetrasi investasi

Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 17:18 WIB

Belasan ribu pohon cabai terendam banjir

Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 17:08 WIB

Pemkot Magelang siapkan tenaga administrasi SD-TK

Megapolitan | 16 Oktober 2018 - 16:52 WIB

Jusuf Kalla minta tempat latihan PB Perbakin diawasi

Elshinta.com - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri kembali mengamkan dua orang, dari sebelumnya hanya tiga, terkait dengan keterlibatan dalam jaringan terorisme di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

"Tadi malam di Kabupaten Blitar telah dilakukan penangkapan lima orang terduga terkait jaringan terorisme, dan mereka ini sudah dibawa ke Surabaya untuk pemeriksaan dan pendalaman oleh tim penyidik Mabes Polri," kata Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha di Blitar, Kamis (14/6).

Ia mengatakan, tim Densus mengamankan kelimanya di tiga titik berbeda, pada Rabu (13/6) malam. Tiga orang di Kelurahan/Kecamatan Talun, satu orang di Kecamatan Gandusari, dan satu lagi di Kecamatan Wlingi. Untuk di Talun, mereka berinisial NH, SZ dan AN.

Tim Densus 88 juga langsung melakukan penggeledahan di rumah para terduga terois tersebut. Untuk lokasi di Talun, tim menyita sejumlah barang bukti berupa satu pucuk senjata api dari pabrik dengan delapan butir peluru, serta beberapa buku yang terkait dengan seruan jihad dan pemahaman radikal. Sementara, di dua lokasi lainnya, petugas belum menemukan barang bukti. Petugas hanya mengamankan orangnya saja. Kini, seluruh barang bukti tersebut telah diamankan petugas.

Petugas, kata dia, juga sudah lama melakukan penyelidikan aktivitas yang dilakukan para terduga teroris tersebut. Bahkan, tim sudah sering mengikuti dan memantau kegiatan mereka, namun masih menunggu alat bukti untuk melakuakn penindakan.

"Ini sudah observasi lama. Densus sudah bolak-balik mengikuti mereka, jadi tidak kurang informasi. Namun, harus ada alat bukti jika melakukan penindakan," tuturnya, dikutip Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com