Kemenag lakukan pencegahan dakwah politik praktis
Kamis, 14 Juni 2018 - 20:48 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2lahbA8

Elshinta.com - Kementerian Agama Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan melakukan pencegahan terjadinya penyalahgunaan mimbar dakwah Salat Idul Fitri 2018 menjadi ajang politik praktis karena 2018 mulai memasuki tahun politik.

Dilansir dari Antara, Kepala Kemenag Gunung Kidul Aidi Johansyah di Gunung Kidul, Kamis (14/6), mengatakan mendekati Pemilu 2019, pihaknya sudah menghmbau agar para Dai ataupun khatib untuk berceramah pada Hari Raya Idul Fitri bebas dari politik.

"Kami mengimbau kepada semua dai, khotib untuk menyampaikan dakwah yang damai, membawa pesan damai, artinya tidak melakukan ujaran kebencian unsur menghasut. Kita harapkan para dai kita memberikan pesan kedamaian, kerukunan, dan keamanan bersama itu yang kita harapkan," tutur Aidi.

Sementara itu, Kepala seksi Bimas Islam Kemenag Gunung Kidul Arif Gunadi berharap semua mubaliq dan khotib mentaati imbauan. Tim dari Kemenag akan melakukan pemantauan secara acak terhadap titik Salat Id yang berpotensi digunakan untuk politik praktis.

"Kami meminta tim di lapangan termasuk penyuluh dan kepala KUA, untuk bisa mendeteksi khotib atau mubalig yang dimungkinkan menimbulkan disharmonisasi. Kami akan meminta naskah yang akan disampaikan saat ceramah Salat Idul Fitri, jika memang ada yang mencurigakan atau bermuatan politik akan kami konfirmasi," ujarnya.

Kemenag Gunung Kidul sudah meminta kepada seluruh panitia Shalat Idul Fitri yang total ada 1.135 titik untuk mengirimkan naskah ceramahnya. Hal ini untuk mengantisipasi perpecahan di masyarakat. Meski demikian, pihaknya tetap akan mengklarifikasi jika ada yang berbau politik.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Rabu, 16 Januari 2019 - 19:45 WIB
Elshinta.com - Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis mengungkapkan akan terus berupaya membuat w...
Rabu, 16 Januari 2019 - 16:25 WIB
Elshinta.com - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia, Yonif Raide...
Rabu, 16 Januari 2019 - 08:00 WIB
Elshinta.com - Operasi bariatrik atau mengurangi ukuran lambung yang dilaksanakan oleh tim...
Selasa, 15 Januari 2019 - 19:56 WIB
Elshinta.com - Polres Majalengka, Jawa Barat mengimbau agar para pemuda atau yang sering d...
Selasa, 15 Januari 2019 - 19:14 WIB
Elshinta.com - Muhammad Ulil Albab (4,5) hanya tergolek lemah karena penyakit hidrosefalus...
Selasa, 15 Januari 2019 - 18:07 WIB
Elshinta.com - Anda tentu akan tercengang dan geleng-geleng kepala pada Legiman. Bagaimana tida...
Selasa, 15 Januari 2019 - 13:56 WIB
Elshinta.com - Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ...
Selasa, 15 Januari 2019 - 08:35 WIB
Elshinta.com - Penyandang disabilitas tidak butuh untuk dikasihani, namun butuh pengakuan ...
Kamis, 10 Januari 2019 - 21:14 WIB
Elshinta.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berencana mencairkan bantuan inse...
Kamis, 10 Januari 2019 - 19:44 WIB
Elshinta.com - Menteri Kesehatan Nila Moeloek menginginkan kesehatan ibu dan anak terus di...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)