Selasa, 17 Juli 2018 | 13:11 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

IPTEK / Sains

Suara Stephen Hawking akan dipancarkan ke luar angkasa

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:38 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Dokumentasi Fisikawan Stephen Hawking saat pengumuman inisiatif
Dokumentasi Fisikawan Stephen Hawking saat pengumuman inisiatif

Elshinta.com  - Suara Stephen Hawking akan dipancarkan ke luar angkasa sebagai pesan perdamaian dan harapan pada Jumat saat misa arwah fisikawan Inggris itu digelar di Westminster Abbey, London.

Ilmuwan berkursi roda yang meninggal dunia pada Maret di usia 76 tahun setelah seumur hidup menghabiskan waktu untuk menyelidiki asal-usul alam semesta dan misteri lubang hitam itu menderita penyakit syaraf yang memaksanya untuk menggunakan suara elektronik, dilansir Antara dari Reuters.

Abunya akan dimakamkan di antara tokoh-tokoh ilmuwan utama Inggris yaitu Isaac Newton dan Charles Darwin di Westminster Abbey, sebuah lokasi yang selama 1.000 tahun telah dikenal di seluruh dunia untuk penobatan kerajaan, pernikahan dan pemakaman. Anggota masyarakat dari lebih dari 100 negara, yang dipilih surat suara, akan bergabung dengan teman dan keluarga Hawking dalam misa itu, yang juga dihadiri aktor Benedict Cumberbatch, yang memainkan Hawking dalam film BBC 2004.

Suara fisikawan itu, yang disiapkan komposer musik elektronik Yunani Vangelis, akan disiarkan Badan Luar Angkasa Eropa pada Jumat (15/6). Siaran itu akan dipancarkan menuju lubang hitam terdekat, 1A 0620-00, yang hidup dalam sistem biner dengan sejumlah bintang katai oranye, kata putrinya, Lucy Hawking, dalam sebuah pernyataan. "Ini adalah pesan perdamaian dan harapan, tentang persatuan dan kebutuhan kita untuk hidup bersama secara harmonis di planet ini," katanya.

Hawking akan dikebumikan antara Newton, yang merumuskan hukum gravitasi universal dan meletakkan dasar-dasar matematika modern dan Darwin, yang teori evolusinya adalah salah satu terobosan ilmiah paling kontroversial sepanjang masa. Pemakaman di Westminster Abbey adalah kehormatan yang jarang diberikan. Ilmuwan terakhir yang dimakamkan di sana adalah Ernest Rutherford, seorang pelopor fisika nuklir, pada tahun 1937, dan Joseph John Thomson, yang menemukan elektron, pada tahun 1940. Sekitar 25.000 orang melamar untuk menghadiri acara itu, menurut keluarga Hawking.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 13:07 WIB

Wapres: KPK banyak pasien, BPKP tidak efektif

Politik | 17 Juli 2018 - 12:58 WIB

PWNU Jambi dukung Said Aqil jadi cawapres Jokowi

Politik | 17 Juli 2018 - 12:36 WIB

Gerindra-PKS-PAN susun rancangan kabinet sejak dini

Aktual Dalam Negeri | 17 Juli 2018 - 12:12 WIB

Menhub: Kendaraan bermuatan lebih akibatkan ekonomi biaya tinggi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Brojonegoro
RIP
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com