Jumat, 20 Juli 2018 | 23:03 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

Luar Negeri / ASEAN

ASEAN - Jepang perkuat kerja sama bangun perdamaian

Sabtu, 16 Juni 2018 - 21:33 WIB    |    Penulis : Widodo    |    Editor : Administrator
ASEAN/foto: bit.ly/2lfL0PM
ASEAN/foto: bit.ly/2lfL0PM

Elshinta.com - ASEAN dan Jepang berkomitmen untuk lebih memperkuat kemitraan demi kesejahteraan bersama serta mendorong perdamaian dan stabilitas di kawasan, termasuk peran sentral ASEAN dalam mekanisme regional.

"Jepang terus mengembangkan kerja sama yang tangible dengan ASEAN. Sejak tahun 1973 - selama masa 45 tahun- ASEAN dan Jepang telah bekerja sama membangun kawasan yang damai dan sejahtera," ujar Wakil Menteri Luar Negeri dan Ketua Pejabat Senior (SOM) Jepang, Takeo Mori dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Mori menyampaikan hal itu dalam pertemuan ASEAN-Japan Forum (AJF) ke-33 yang berlangsung di Tokyo, Jepang (13/6).

Ia mengatakan Jepang menjadi mitra strategis ASEAN yang memfasilitasi pembangunan ekonomi, industri dan sumber daya manusia di kawasan.

Dilansir dari Antara, penjabat ketua SOM ASEAN-Indonesia Benny YP Siahaan mengatakan peranan positif olah raga dalam membangun perdamaian (peace building) sudah tidak diragukan lagi potensinya.

Olah Raga merupakan instrumen efektif yang mampu mempromosikan perdamaian. Hal ini dimungkinkan karena olah raga mengabaikan batas geografis dan kelas sosial, kata dia.

Tidak hanya itu, olah raga juga memainkan peran penting sebagai pendorong integrasi sosial dan pembangunan ekonomi dalam konteks geografis, budaya dan politik yang berbeda, pungkas Benny.

Pada kesempatan ini, Indonesia juga menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan yang diberikan negara anggota ASEAN dan Jepang pada pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020 sekaligus mengajak Jepang dan negara anggota ASEAN untuk terus bekerja sama dalam upaya menciptakan ekosistem perdamaian dan stabilitas global.

Pertemuan AJF ke-33/2018 dipimpin bersama Jepang dan Brunei Darussalam selaku koordinator kemitraan ASEAN-Jepang.

Terkait hal tersebut, Jepang menyampaikan briefing mengenai konsep Free and Open Indo Pacific (FOIP) sebagai inisiatif Jepang dalam mengupayakan kerja sama antara negara-negara di kawasan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Jepang menilai bahwa konsep ini mendukung prinsip 'ASEAN Centrality' dan memandang negara negara anggota ASEAN sebagai 'hub' dari samudera Hindia dan Pasifik sehingga ASEAN memiliki peran penting dalam pengimplementasiannya.

Indonesia dalam tanggapannya menyampaikan bahwa perubahan yang cepat pada tatanan geo-politik dan geo-ekonomi di kawasan menuntut adanya kerja sama di Kawasan Asia Indo�Pasifik yang mengedepankan prinsip-prinsip keterbukaan, transparansi, inklusif dan kepatuhan terhadap hukum internasional serta mendorong kerja sama dan persahabatan.

Kerjasama semacam ini dinilai akan menjamin perdamaian dan stabilitas di kawasan serta menciptakan kemitraan yang menguntungkan seluruh negara di kawasan. Untuk itu Indonesia memandang East Asia Summit (EAS) merupakan forum yang tepat guna membahas hal ini.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pileg 2019 | 20 Juli 2018 - 21:30 WIB

PKB: Menteri jadi caleg tidak ganggu kinerja kementerian

Sosbud | 20 Juli 2018 - 21:19 WIB

KPPPA: Anak cermin keberhasilan-kegagalan orang tua

Aktual Dalam Negeri | 20 Juli 2018 - 21:07 WIB

Kemenhub targetkan aturan angkutan online berlaku September

Pembangunan | 20 Juli 2018 - 20:44 WIB

Angkasa Pura tegaskan Terminal 4 Soetta bukan untuk LCC

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com