Google tidak akan gunakan kecerdasan buatan (AI) untuk senjata
Elshinta
Jumat, 08 Juni 2018 - 16:36 WIB | Penulis : Administrator | Editor : Administrator
Google tidak akan gunakan kecerdasan buatan (AI) untuk senjata
CEO Google Sundar Pichai memberikan kata sambutan dalam konferensi Google, I/O 2018, di Mountain View, California, 8 Mei 2018.

Elshinta.com - Google mengumumkan, Kamis (7/6/2018), tidak akan menggunakan kecerdasan buatan sebagai senjata atau “menyebabkan, atau secara langsung membantu mencederai orang.”

Seperti dilaporkan kantor berita AFP, Kepala Eksekutif Google Sundar Pichai, dalam postingan blognya menjelaskan kebijakan perusahaan tentang penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence. 

Ia menekankan walaupun Google tidak akan menggunakan kecerdasan buatan untuk membuat senjata, “kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan militer dalam banyak bidang lainnya, seperti keamanan dunia maya, pelatihan atau operasi pencarian dan penyelamatan.

Penjelasan Google tentang kebijakannya itu muncul ketika Google sedang menghadapi kemarahan dari banyak pegawainya dan pihak-pihak lain, karena Google membuat kontrak dengan militer Amerika, walaupun Google mengatakan minggu lalu tidak akan memperpanjang kontrak itu.

Pichai menyebutkan tujuh prinsip bagi aplikasi Google yang menggunakan kecerdasan buatan yang dapat mensimulasi cara kerja otak manusia.

Ia mengatakan Google menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu manusia menyelesaikan “masalah-masalah yang mendesak” seperti peramalan kebakaran hutan, membantu pekerjaan petani, mendiagnosa penyakit dan mencegah kebutaan.

“Kami menyadari bahwa penggunaan teknologi yang kuat seperti itu memicu pertanyaan tentang penggunaannya,” kata Pichai lagi dalam blog itu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Robot AUMR lawan tangguh Covid-19
Kamis, 28 Mei 2020 - 20:46 WIB
Robot itu diberi nama AUMR (Autonomous UVC Mobile Robot). AUMR, robot buatan anak negeri ini sengaja...
Menristek: Robot RAISA bantu tenaga medis tangani pasien COVID-19
Kamis, 14 Mei 2020 - 16:11 WIB
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro mengapresiasi inovasi Robot RAISA ya...
Mahasiswa Politeknik Negeri Jember sumbang robot untuk penanganan COVID-19
Sabtu, 02 Mei 2020 - 17:39 WIB
Kontribusi Politeknik Negeri Jember Jawa Timur dalam penanganan Corona (COVID-19) telah mendiskusika...
Gugus Tugas Sulsel uji coba drone deteksi suhu tubuh warga
Selasa, 31 Maret 2020 - 10:33 WIB
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Provinsi Sulsel yang diketuai Pangdam XIV/Hasanud...
Ratusan pelajar antusias ikuti workshop `Kompetisi Robot Terbang`
Rabu, 26 Februari 2020 - 20:42 WIB
Workshop Kompetisi Robot Terbang yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitb...
Robot ini bisa berkeringat seperti manusia
Selasa, 04 Februari 2020 - 17:15 WIB
Tetapi ada robot jenis baru yang memiliki sifat paling manusiawi. Para peneliti telah berhasil menge...
Menko PMK kagumi tiga drone ciptaan dosen UMM
Minggu, 12 Januari 2020 - 07:27 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy kesengsem dengan has...
AI gantikan Eselon III dan IV, ini komentar Menkominfo
Jumat, 06 Desember 2019 - 21:09 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menilai soal pemangkasan Eselon III dan IV masuk a...
LAPAN luncurkan Dadali, drone pengangkut manusia
Selasa, 24 September 2019 - 20:25 WIB
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin meresmikan peluncuran D...
Penguji sebut robot asmara berpotensi bunuh sang pemilik
Senin, 26 Agustus 2019 - 18:44 WIB
Penguji produk robotik di Realbotix dan Abyss, bernama samaran Brick Dollbanger menyebutkan bahwa ke...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV