Senin, 19 November 2018 | 19:25 WIB

Daftar | Login

MacroAd

IPTEK / Robotika

Google tidak akan gunakan kecerdasan buatan (AI) untuk senjata

Jumat, 08 Juni 2018 - 16:36 WIB    |    Penulis : Administrator    |    Editor : Administrator
CEO Google Sundar Pichai memberikan kata sambutan dalam konferensi Google, I/O 2018, di Mountain View, California, 8 Mei 2018.
CEO Google Sundar Pichai memberikan kata sambutan dalam konferensi Google, I/O 2018, di Mountain View, California, 8 Mei 2018.

Elshinta.com - Google mengumumkan, Kamis (7/6/2018), tidak akan menggunakan kecerdasan buatan sebagai senjata atau “menyebabkan, atau secara langsung membantu mencederai orang.”

Seperti dilaporkan kantor berita AFP, Kepala Eksekutif Google Sundar Pichai, dalam postingan blognya menjelaskan kebijakan perusahaan tentang penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence. 

Ia menekankan walaupun Google tidak akan menggunakan kecerdasan buatan untuk membuat senjata, “kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan militer dalam banyak bidang lainnya, seperti keamanan dunia maya, pelatihan atau operasi pencarian dan penyelamatan.

Penjelasan Google tentang kebijakannya itu muncul ketika Google sedang menghadapi kemarahan dari banyak pegawainya dan pihak-pihak lain, karena Google membuat kontrak dengan militer Amerika, walaupun Google mengatakan minggu lalu tidak akan memperpanjang kontrak itu.

Pichai menyebutkan tujuh prinsip bagi aplikasi Google yang menggunakan kecerdasan buatan yang dapat mensimulasi cara kerja otak manusia.

Ia mengatakan Google menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu manusia menyelesaikan “masalah-masalah yang mendesak” seperti peramalan kebakaran hutan, membantu pekerjaan petani, mendiagnosa penyakit dan mencegah kebutaan.

“Kami menyadari bahwa penggunaan teknologi yang kuat seperti itu memicu pertanyaan tentang penggunaannya,” kata Pichai lagi dalam blog itu.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:24 WIB

Boeing dinilai tidak transparan terkait potensi error

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:18 WIB

Polresta Pekalongan amankan 180 ton batu bara

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 19:12 WIB

Rupiah terus menguat jadi Rp14.586

Megapolitan | 19 November 2018 - 19:08 WIB

DKI Jakarta diharapkan gelar sayembara atasi Kali Item

Hukum | 19 November 2018 - 18:56 WIB

Ahmad Dhani harap Jaksa beri kepastian hukum

Aktual Dalam Negeri | 19 November 2018 - 18:46 WIB

Arcandra: Investasi satu sumur bisa capai Rp1,5 triliun

Elshinta.com - Google mengumumkan, Kamis (7/6/2018), tidak akan menggunakan kecerdasan buatan sebagai senjata atau “menyebabkan, atau secara langsung membantu mencederai orang.”

Seperti dilaporkan kantor berita AFP, Kepala Eksekutif Google Sundar Pichai, dalam postingan blognya menjelaskan kebijakan perusahaan tentang penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence. 

Ia menekankan walaupun Google tidak akan menggunakan kecerdasan buatan untuk membuat senjata, “kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan militer dalam banyak bidang lainnya, seperti keamanan dunia maya, pelatihan atau operasi pencarian dan penyelamatan.

Penjelasan Google tentang kebijakannya itu muncul ketika Google sedang menghadapi kemarahan dari banyak pegawainya dan pihak-pihak lain, karena Google membuat kontrak dengan militer Amerika, walaupun Google mengatakan minggu lalu tidak akan memperpanjang kontrak itu.

Pichai menyebutkan tujuh prinsip bagi aplikasi Google yang menggunakan kecerdasan buatan yang dapat mensimulasi cara kerja otak manusia.

Ia mengatakan Google menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu manusia menyelesaikan “masalah-masalah yang mendesak” seperti peramalan kebakaran hutan, membantu pekerjaan petani, mendiagnosa penyakit dan mencegah kebutaan.

“Kami menyadari bahwa penggunaan teknologi yang kuat seperti itu memicu pertanyaan tentang penggunaannya,” kata Pichai lagi dalam blog itu.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Senin, 19 November 2018 - 14:06 WIB

Netflix jajal paket streaming versi murah untuk ponsel

Minggu, 18 November 2018 - 17:16 WIB

Firefox Monitor tersedia dalam bahasa Indonesia

Minggu, 18 November 2018 - 16:41 WIB

AS demam Tik Tok karena Jimmy Fallon

Sabtu, 17 November 2018 - 13:27 WIB

WhatsApp sediakan fitur tambah kontak dengan kode QR

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com