Jumat, 16 November 2018 | 15:34 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Peristiwa / Kriminalitas

Pelaku aborsi di Magelang beroperasi secara otodidak

Rabu, 20 Juni 2018 - 10:25 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Aborsi/Ilustrasi. Foto: https://bit.ly/2I85EKq/Elshinta.
Aborsi/Ilustrasi. Foto: https://bit.ly/2I85EKq/Elshinta.

Elshinta.com - Polres Magelang, Jawa Tengah mengamankan seorang pelaku praktek aborsi di Dusun Wonokerto, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Selasa (19/5) kemarin. 

Menurut Kapolres Magelang, Jawa Tengah, AKBP Hari Purnomo, saat dihubungi Elshinta pada Rabu (20/5) mengatakan bahwa praktek aborsi tersebut sudah lama dilakukan pelaku berinisial Y (70).

“Pengakuan tersangka melakukan itu sudah beroperasi selama 20 tahun sebagai dukun bayi jadi pengakuan dari masyarakat sekitar pun dia menerima pijat bayi dan sekaligus kemudian ternyata dia melakukan aborsi,” terang Hari.

Menurut Hari, pasien yang datang ke praktek Y sejauh ini data yang dikumpulkan merupakan warga Magelang. Namun pihaknya masih terus melakukan pengembangan karena pihaknya masih dalam proses penyelidikan.

“Dari tersangka itu rata-rata sudah pada lupa dan memang pasien-pasien yang hadir atau datang ke rumah tersangka itu rata-rata tidak ada identitasnya, tidak meninggalkan KTP atau menyebutkan identitasnya, jadi rata-rata lupa. Sementara yang kita amankan kemarin, ibu kandung dari bayi yang menjadi korban aborsi kemarin itu orang Magelang,” tuturnya.

Hari menerangkan, bahwa dalam penggerebekannya kemarin, pihaknya menetapkan 3 orang sebagai tersangka. “Pertama ibu Y tadi yang sebagai praktek aborsi, dan kemudian pasiennya dalah ibu N, kemudian termasuk suami sirinya kita amankan juga,” tuturnya.

Menurut Hari, pelaku melakukan prakteknya tersebut berbekal ilmu otodidak. “Jadi tidak belajar, karena memang pengalaman dari 25 tahun yang lalu dia mempunyai keahlian sendiri. Kemarin sih waktu saya tanya-tanya yah otodidak saja tidak belajar dari siapa-siapa,” paparnya. 

Menurut Hari, terkuaknya praktek aborsi tersebut berawal  dari adanya informasi masyarakat bahwa ada seorang dukun bayi yang sebenarnya melakukan prakteknya sebagai pemijat bayi dan kemudian memiliki sampingan untuk aborsi. 

“Kemudian hasil dari informasi masyarakat kami melakukan penyelidikan dan pendalaman. Kemudian meyakinkan bahwa ada praktek aborsi, nah ketika ada pasien yang masuk kemudian kita melakukan penggerebekan, penangkapan terhadap para tersangka ini,” paparnya. (Yuno)

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Musibah | 16 November 2018 - 15:24 WIB

Bulog salurkan beras ke wilayah banjir Riau

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 15:15 WIB

Komnas HAM beri masukan ke Presiden soal KSAD baru

Lingkungan | 16 November 2018 - 15:06 WIB

Banyak program restorasi gambut gagal, ini penyebabnya

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 14:55 WIB

Presiden yakin tujuh mimpi anak bangsa di Kapsul Waktu bisa terwujud, jika...

Aktual Olahraga | 16 November 2018 - 14:47 WIB

Kasdam I/BB berangkatkan 32 atlet Yong Moo Do ke Bali

Musibah | 16 November 2018 - 14:36 WIB

Kemhan masih hitung kerugian akibat kebakaran

Elshinta.com - Polres Magelang, Jawa Tengah mengamankan seorang pelaku praktek aborsi di Dusun Wonokerto, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Selasa (19/5) kemarin. 

Menurut Kapolres Magelang, Jawa Tengah, AKBP Hari Purnomo, saat dihubungi Elshinta pada Rabu (20/5) mengatakan bahwa praktek aborsi tersebut sudah lama dilakukan pelaku berinisial Y (70).

“Pengakuan tersangka melakukan itu sudah beroperasi selama 20 tahun sebagai dukun bayi jadi pengakuan dari masyarakat sekitar pun dia menerima pijat bayi dan sekaligus kemudian ternyata dia melakukan aborsi,” terang Hari.

Menurut Hari, pasien yang datang ke praktek Y sejauh ini data yang dikumpulkan merupakan warga Magelang. Namun pihaknya masih terus melakukan pengembangan karena pihaknya masih dalam proses penyelidikan.

“Dari tersangka itu rata-rata sudah pada lupa dan memang pasien-pasien yang hadir atau datang ke rumah tersangka itu rata-rata tidak ada identitasnya, tidak meninggalkan KTP atau menyebutkan identitasnya, jadi rata-rata lupa. Sementara yang kita amankan kemarin, ibu kandung dari bayi yang menjadi korban aborsi kemarin itu orang Magelang,” tuturnya.

Hari menerangkan, bahwa dalam penggerebekannya kemarin, pihaknya menetapkan 3 orang sebagai tersangka. “Pertama ibu Y tadi yang sebagai praktek aborsi, dan kemudian pasiennya dalah ibu N, kemudian termasuk suami sirinya kita amankan juga,” tuturnya.

Menurut Hari, pelaku melakukan prakteknya tersebut berbekal ilmu otodidak. “Jadi tidak belajar, karena memang pengalaman dari 25 tahun yang lalu dia mempunyai keahlian sendiri. Kemarin sih waktu saya tanya-tanya yah otodidak saja tidak belajar dari siapa-siapa,” paparnya. 

Menurut Hari, terkuaknya praktek aborsi tersebut berawal  dari adanya informasi masyarakat bahwa ada seorang dukun bayi yang sebenarnya melakukan prakteknya sebagai pemijat bayi dan kemudian memiliki sampingan untuk aborsi. 

“Kemudian hasil dari informasi masyarakat kami melakukan penyelidikan dan pendalaman. Kemudian meyakinkan bahwa ada praktek aborsi, nah ketika ada pasien yang masuk kemudian kita melakukan penggerebekan, penangkapan terhadap para tersangka ini,” paparnya. (Yuno)

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Jumat, 16 November 2018 - 15:24 WIB

Bulog salurkan beras ke wilayah banjir Riau

Jumat, 16 November 2018 - 14:36 WIB

Kemhan masih hitung kerugian akibat kebakaran

Jumat, 16 November 2018 - 11:56 WIB

Polisi: HS membunuh seorang diri dengan linggis

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com