Selasa, 11 Desember 2018 | 10:37 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Eropa

Pelaku teror Paris dibawa ke RS akibat usus buntu

Rabu, 20 Juni 2018 - 19:37 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2I8Ylm0
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2I8Ylm0

Elshinta.com - Salah Abdeslam, satu-satunya anggota sel teror yang masih hidup yang melakukan serangan mematikan di Paris pada 2015, dibawa keluar dari penjara dan diantar dalam pengawalan ketat ke rumah sakit karena usus buntu, kata seorang sumber penjara.

Abdeslam (28), warga Prancis kelahiran Belgia, dibawa ke sebuah rumah sakit 15 kilometer dari sel penjaranya di selatan Paris, kata otoritas penjara.

Abdeslam, yang merupakan keturunan Maroko, ditahan dalam sel isolasi. Dia satu-satunya anggota sel teror yang masih hidup yang menewaskan 130 orang di dalam dan sekitar Paris pada November 2015, kekejaman terbesar di tanah Prancis yang dituduhkan kepada ISIS.

Di Belgia, dia dan kaki tangannya Sofiane Ayari (24), warga Tunisia, dijatuhi hukuman 20 tahun penjara atas keterlibatan mereka dalam baku tembak dengan polisi di Brussel, yang berujung dengan penangkapan mereka, demikian dilansir Kantor Berita AFP yang dihimpun Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kriminalitas | 11 Desember 2018 - 10:35 WIB

Granat Sumut: Pelajar diselamatkan dari pengaruh narkoba

Asia Pasific | 11 Desember 2018 - 10:26 WIB

Pendatang ilegal Yahudi serbu kompleks Masjid Al-Aqsha

Aktual Dalam Negeri | 11 Desember 2018 - 10:17 WIB

Jadi prioritas, perbaikan jalan Padang-Pekanbaru yang putus

Musibah | 11 Desember 2018 - 10:08 WIB

Lokasi longsor di Jalan Jati Padang dipasang cerucuk

Musibah | 11 Desember 2018 - 09:59 WIB

Banjir genangi ruas jalan di Padang

Elshinta.com - Salah Abdeslam, satu-satunya anggota sel teror yang masih hidup yang melakukan serangan mematikan di Paris pada 2015, dibawa keluar dari penjara dan diantar dalam pengawalan ketat ke rumah sakit karena usus buntu, kata seorang sumber penjara.

Abdeslam (28), warga Prancis kelahiran Belgia, dibawa ke sebuah rumah sakit 15 kilometer dari sel penjaranya di selatan Paris, kata otoritas penjara.

Abdeslam, yang merupakan keturunan Maroko, ditahan dalam sel isolasi. Dia satu-satunya anggota sel teror yang masih hidup yang menewaskan 130 orang di dalam dan sekitar Paris pada November 2015, kekejaman terbesar di tanah Prancis yang dituduhkan kepada ISIS.

Di Belgia, dia dan kaki tangannya Sofiane Ayari (24), warga Tunisia, dijatuhi hukuman 20 tahun penjara atas keterlibatan mereka dalam baku tembak dengan polisi di Brussel, yang berujung dengan penangkapan mereka, demikian dilansir Kantor Berita AFP yang dihimpun Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Selasa, 11 Desember 2018 - 10:26 WIB

Pendatang ilegal Yahudi serbu kompleks Masjid Al-Aqsha

Selasa, 11 Desember 2018 - 07:57 WIB

Harga minyak kembali jatuh

Selasa, 11 Desember 2018 - 07:17 WIB

Dolar AS menguat di tengah ketidakpastian Brexit

Senin, 10 Desember 2018 - 16:55 WIB

Pemerintah siapkan strategi baru bela Siti Aisyah

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com