Senin, 10 Desember 2018 | 19:02 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Olahraga / Atletik

Tim estafet perbaiki teknik usai menjuarai Korea Selatan Terbuka

Rabu, 20 Juni 2018 - 20:26 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Tim estafet putra Indonesia. Sumber foto: https://bit.ly/2I439sM
Tim estafet putra Indonesia. Sumber foto: https://bit.ly/2I439sM

Elshinta.com - Tim estafet putra Indonesia terus memperbaiki teknik peralihan tongkat maupun perbaikan waktu masing-masing atlet selepas menjuarai turnamen Korea Selatan Terbuka di kota Yecheon, pada Sabtu (16/6).

"Kami harus mempertajam semua teknik, kekuatan, serta catatan waktu semua atlet. Komposisi tim kemarin itu bagus meskipun ada satu atlet yang mengikuti uji coba lain," kata pelatih tim estafet putra Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Eni Sumartoyo, di Jakarta, Rabu (20/6).

Tim estafet putra Indonesia yang terdiri dari Yaspi Boby, Fadlin, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara meraih medali emas di kejuaraan Korea Terbuka 2018 setelah membukukan waktu 39,76 detik. Tim Merah-Putih itu mengalahkan tim tuan rumah Korea Selatan yang meraih waktu 40,61 detik dan tim Hong Kong 41,06 detik.

"Atlet-atlet kami tidak berlatih di Stadion Utama Gelora Bung Karno karena masih tertutup untuk persiapan pembukaan Asian Games. Bagi atlet estafet, lintasan lari sama saja kecuali teknik berbeda itu akan menentukan hasil berbeda," ujar Eni, dikutip Antara.

Dalam kejuaraan di Korea Selatan, komposisi tim estafet Indonesia tidak diperkuat atlet muda Lalu Muhammad Zohri sebagaimana ketika mereka berlatih di Amerika Serikat pada Maret. Pemusatan latihan nasional PB PASI mengirim Lalu ke kejuaraan junior Asia di Gifu, Jepang, pada awal Juni. Atlet senior Yaspi Boby masuk dalam tim estafet dan menggantikan Lalu.

"Kami masih punya persiapan setidaknya satu bulan. Saya rasa hasil yang dicapai sampai sekarang sudah cukup baik," kata Eni setelah perlombaan di Korea Selatan. 

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:45 WIB

Jonan minta Pertamina temukan teknologi `fast charging` mobil listrik

Aktual IPTEK | 10 Desember 2018 - 18:38 WIB

Menteri ESDM resmikan stasiun pengisian listrik umum pertama

Aktual Dalam Negeri | 10 Desember 2018 - 18:25 WIB

Puluhan aktivis Kudus unjuk rasa peringati Hari Anti Korupsi

Aktual Pemilu | 10 Desember 2018 - 18:13 WIB

Wapres sebut Bawaslu harus lebih pintar dari yang diawasi

Megapolitan | 10 Desember 2018 - 17:55 WIB

Anies sesuaikan jadwal untuk konvoi Persija

Elshinta.com - Tim estafet putra Indonesia terus memperbaiki teknik peralihan tongkat maupun perbaikan waktu masing-masing atlet selepas menjuarai turnamen Korea Selatan Terbuka di kota Yecheon, pada Sabtu (16/6).

"Kami harus mempertajam semua teknik, kekuatan, serta catatan waktu semua atlet. Komposisi tim kemarin itu bagus meskipun ada satu atlet yang mengikuti uji coba lain," kata pelatih tim estafet putra Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Eni Sumartoyo, di Jakarta, Rabu (20/6).

Tim estafet putra Indonesia yang terdiri dari Yaspi Boby, Fadlin, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara meraih medali emas di kejuaraan Korea Terbuka 2018 setelah membukukan waktu 39,76 detik. Tim Merah-Putih itu mengalahkan tim tuan rumah Korea Selatan yang meraih waktu 40,61 detik dan tim Hong Kong 41,06 detik.

"Atlet-atlet kami tidak berlatih di Stadion Utama Gelora Bung Karno karena masih tertutup untuk persiapan pembukaan Asian Games. Bagi atlet estafet, lintasan lari sama saja kecuali teknik berbeda itu akan menentukan hasil berbeda," ujar Eni, dikutip Antara.

Dalam kejuaraan di Korea Selatan, komposisi tim estafet Indonesia tidak diperkuat atlet muda Lalu Muhammad Zohri sebagaimana ketika mereka berlatih di Amerika Serikat pada Maret. Pemusatan latihan nasional PB PASI mengirim Lalu ke kejuaraan junior Asia di Gifu, Jepang, pada awal Juni. Atlet senior Yaspi Boby masuk dalam tim estafet dan menggantikan Lalu.

"Kami masih punya persiapan setidaknya satu bulan. Saya rasa hasil yang dicapai sampai sekarang sudah cukup baik," kata Eni setelah perlombaan di Korea Selatan. 

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Minggu, 09 Desember 2018 - 16:49 WIB

Cari bibit atlet berbakat, Lumajang perlu perhatian

Jumat, 07 Desember 2018 - 21:12 WIB

Inasgoc menghemat Rp2,8 triliun

Selasa, 04 Desember 2018 - 08:29 WIB

Bulls pecat pelatih kepala Fred Hoiberg

Minggu, 02 Desember 2018 - 20:46 WIB

Azzahra pecahkan rekor nasional di IOAC 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com