Minggu, 22 Juli 2018 | 21:32 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

IPTEK / Aplikasi

Mahasiswa UB ciptakan aplikasi Difodeaf penerjemah bahasa isyarat

Minggu, 24 Juni 2018 - 13:14 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Tim pencipta aplikasi Difodeaf. Sumber foto: https://bit.ly/2MhIunq
Tim pencipta aplikasi Difodeaf. Sumber foto: https://bit.ly/2MhIunq

Elshinta.com - Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) Universitas Brawijaya (UB) Malang, menciptakan aplikasi Dictionary for Deaf (Difodeaf), yakni aplikasi penerjemah bahasa verbal menjadi bahasa isyarat.

Salah seorang mahasiswa anggota tim Difodeaf Filkom UB, Anjas Pramono di Malang, Minggu (24/6), mengemukakan dicitakannya aplikasi tersebut berlatar belakang keberadaan kaum difabel di lingkungan sekitar yang perlu mendapat perhatian, dan jumlahnya yang cukup banyak.

"Pada beberapa negara berkembang seperti Malaysia, Indonesia dan India kaum difabel cukup banyak. Kurangnya perhatian masyarakat atas keberadaan para difabel berdampak pada aktivitas mereka yang terisolasi dan masih sangat terbatas," kata Anjas.

Difodeaf adalah aplikasi telepon seluler berbasis android yang dapat membantu berkomunikasi antara orang normal dan penderita tuna rungu. Caranya, aplikasi ini akan membantu pengguna untuk mempelajari bahasa isyarat. Difodeaf dilengkapi fitur yang dapat mengubah kata dari bahasa Inggris atau Indonesia menjadi gambar ilustrasi dalam bahasa isyarat berbentuk gif agar mudah dipahami jika ada gerakan isyarat tangan. "Aplikasi kami ini tidak hanya menerjemahkan kata saja, tapi juga bisa untuk kalimat," ujarnya.

Dasar yang digunakan dalam penerjemahan pada aplikasi Dofodeaf adalah American Sign Language (ASL), sehingga bahasa isyarat dalam Difodeaf dapat digunakan untuk skala internasional, tidak terbatas untuk lokal atau nasional saja. Aplikasi ini akan terus dikembangkan dengan melakukan penambahan perbendaharaan kata. Selain itu, aplikasi ini ke depannya direncanakan bisa diunduh secara gratis di google play store.

"Harapannya dengan adanya Difodeaf, keterbatasan komunikasi antara penyandang tuna rungu dan wicara dengan masyarakat umum dapat diselesaikan. Selain itu, semoga bisa menggugah masyarakat umum juga bisa lebih aware dengan keberadaan difable di sekitarnya," katanya.

Aplikasi Difodeaf ini juga telah membawa Anjas beserta tim yang terdiri dari Jauhar Bariq Rachmadi dan Avisenna Abdillah Alwi, meraih penghargaan dalam ajang kompetisi internasional. Penghargaan berupa silver medal berhasil di dapat dalam ajang kompetisi interansional Crown International Invention, Innovation and Articulation (I-IDEA 2018 CROWN) yang diselenggarakan di Universiti Teknologi MARA, Malaysia pada 26 April 2018, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 22 Juli 2018 - 21:27 WIB

Polsek Metro Tanah Abang ungkap kasus penculikan anak

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 21:14 WIB

Pemerintah serius perluas penggunaan Biodiesel 20

Aktual Luar Negeri | 22 Juli 2018 - 20:37 WIB

Tips bagi jamaah Haji yang tersesat dan pingsan

Pemilihan Presiden 2019 | 22 Juli 2018 - 20:28 WIB

KPU Langkat skors rapat pleno DPSHP Pemilu 2019 selama sembilan jam

Kesehatan | 22 Juli 2018 - 20:15 WIB

Sudah divaksin influenza masih bisa kena pilek

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com