Rabu, 21 November 2018 | 01:42 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Amerika

522 anak imigran AS dikembalikan ke keluarga, 16 lainnya menyusul

Minggu, 24 Juni 2018 - 16:46 WIB    |    Penulis : Fajar Nugraha    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2lwIPHD
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2lwIPHD

Elshinta.com - Sebanyak 522 anak-anak keluarga imigran di Amerika Serikat yang sempat dipisahkan dari keluarganya telah bersatu kembali dengan keluarganya, sementara 16 anak lainnya akan mendapat perlakuan serupa dalam 24 jam ke depan, demikian pernyataan Departemen Kemanan Dalam Negeri AS, Sabtu (23/6) malam waktu setempat.

Anak-anak tersebut sempat terpisah dari keluarganya akibat dari kebijakan Zero Tolerance atau toleransi nol (tidak ada toleransi) yang diambil pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap para keluarga imigran di perbatasan AS-Meksiko.

Meski demikian Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, dalam pernyataan resmi Badang Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai AS, menyatakan sebagian anak-anak akan tetap dipisahkan dari keluarganya atas berbagai alasan yang tak terkait dengan kebijakan "zero tolerance", termasuk jika hubungan kekeluargaan tak bisa dikonfirmasi.

Sebelumnya pada Rabu (20/6), Trump menandantangani peraturan pemerintah penghentian kebijakan memisahkan anak-anak imigran dari keluarga mereka di perbatasan AS-Meksiko, sebagai buntut dari beredar viralnya gambar anak-anak kecil di dalam kerangkeng yang memicu kemarahan di dalam dan luar negeri.

Departemen itu juga mengatakan Departemen Kesehatan dan Jasa Kemanusiaan (HHS) menampung 2.053 anak-anak yang terpisah di fasilitas-fasilitas yang didanai HHS dan bekerja sama dengan mitra-mitra lembaga terkait untuk mendorong komunikasi dan tugas ke arah penyatuan kembali tiap anak dan tiap orangtua atau penjaga melalui proses reunifikasi yang dibuat dengan baik.

Saat ini, 17 persen dari anak-anak di fasilitas-fasilitas penampungan yang didanai HHS ditempatkan di sana sebagai dampak dari kebijakan Toleransi Nol, dan masih 83 persen tiba di AS tanpa orangtua atau penjaga, demikian Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
| 20 November 2018 - 21:31 WIB

157 CPNS Situbondo lulus SKD

Aktual Dalam Negeri | 20 November 2018 - 21:09 WIB

Serikat petani nilai serapan beras Bulog belum maksimal

Aktual Dalam Negeri | 20 November 2018 - 20:48 WIB

Besok, pihak UNPRI dipanggil Polrestabes Medan

Elshinta.com - Sebanyak 522 anak-anak keluarga imigran di Amerika Serikat yang sempat dipisahkan dari keluarganya telah bersatu kembali dengan keluarganya, sementara 16 anak lainnya akan mendapat perlakuan serupa dalam 24 jam ke depan, demikian pernyataan Departemen Kemanan Dalam Negeri AS, Sabtu (23/6) malam waktu setempat.

Anak-anak tersebut sempat terpisah dari keluarganya akibat dari kebijakan Zero Tolerance atau toleransi nol (tidak ada toleransi) yang diambil pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap para keluarga imigran di perbatasan AS-Meksiko.

Meski demikian Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, dalam pernyataan resmi Badang Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai AS, menyatakan sebagian anak-anak akan tetap dipisahkan dari keluarganya atas berbagai alasan yang tak terkait dengan kebijakan "zero tolerance", termasuk jika hubungan kekeluargaan tak bisa dikonfirmasi.

Sebelumnya pada Rabu (20/6), Trump menandantangani peraturan pemerintah penghentian kebijakan memisahkan anak-anak imigran dari keluarga mereka di perbatasan AS-Meksiko, sebagai buntut dari beredar viralnya gambar anak-anak kecil di dalam kerangkeng yang memicu kemarahan di dalam dan luar negeri.

Departemen itu juga mengatakan Departemen Kesehatan dan Jasa Kemanusiaan (HHS) menampung 2.053 anak-anak yang terpisah di fasilitas-fasilitas yang didanai HHS dan bekerja sama dengan mitra-mitra lembaga terkait untuk mendorong komunikasi dan tugas ke arah penyatuan kembali tiap anak dan tiap orangtua atau penjaga melalui proses reunifikasi yang dibuat dengan baik.

Saat ini, 17 persen dari anak-anak di fasilitas-fasilitas penampungan yang didanai HHS ditempatkan di sana sebagai dampak dari kebijakan Toleransi Nol, dan masih 83 persen tiba di AS tanpa orangtua atau penjaga, demikian Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com