Sebagian pria Saudi masih gamang soal izin mengemudi bagi perempuan
Elshinta
Senin, 25 Juni 2018 - 08:56 WIB |
Sebagian pria Saudi masih gamang soal izin mengemudi bagi perempuan
Samira al-Ghamdi, seorang psikolog, menyetir menuju tempat kerjanya bersama putranya Abdulmalik (26) duduk di belakang di Jeddah, Arab Saudi. Sumber foto: https://bit.ly/2MUmnVm

Elshinta.com - Di tengah perayaan akhir dari larangan mengemudi bagi perempuan pada Minggu (24/6), sejumlah pria masih mengemukakan ketidaksetujuan mereka dengan perubahan yang mereka khawatirkan akan menggerogoti identitas Muslim kerajaan konservatif itu.

"Selama masa ayah dan kakek kami, tidak ada perempuan yang mengemudi," kata Wadih al-Marzouki, pensiunan pegawai pemerintah di pelabuhan Laut Merah di Kota Jeddah.

Marzouki mengatakan bahwa dia menasihati ketiga menantunya untuk tidak membiarkan istri-istri mereka mengemudikan mobil. "Itu akan sangat, sangat sulit. Tuhan tolong kami pada bulan pertama ini," katanya sebagaimana dikutip Antara dari Reuters.

Anggapan bahwa membolehkan perempuan mengemudikan kendaraan akan membawa dampak negatif semacam itu belum menguap sembilan bulan setelah Raja Salman mengumumkan kebijakan pembalikan sebagai bagian dari reformasi total untuk mendongkrak perekonomian dan mewujudkan masyarakat yang terbuka.

Hampir seperempat warga Arab Saudi yang menyampaikan pendapat dalam survei baru-baru ini menyatakan menentang pencabutan larangan mengemudi bagi perempuan. Sepertiga dari mereka menyatakan khawatir kebijakan semacam itu akan mengancam tradisi budaya. Namun kritik tetap saja langka, khususnya setelah penindakan terhadap para penentang yang mencakup penangkapan sekitar 30 ulama, intelek, dan aktivis pada September dan lebih dari selusin pegiat hak asasi manusia dalam sebulan terakhir.

Para pendukung pemerintah menyatakan kebijakan semacam itu diperlukan dalam upaya pihak berwenang menjalankan reformasi liberalisasi. Sementara beberapa penentang pencabutan larangan mengemudi bagi perempuan hanya menyampaikan keberatan pribadi, tidak berani menentang dekret raja dalam kerajaan itu. "Saya mendukung karena beberapa keluarga memang sangat membutuhkan adanya perempuan yang bisa mengemudi," kata Abdelaziz (26). "Tapi menurut saya, perempuan mestinya tidak mengemudi kalau tidak perlu," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tiongkok akan larang dagang dan konsumsi hewan liar cegah COVID-19
Selasa, 25 Februari 2020 - 11:38 WIB
Badan legislatif Tiongkok mengatakan pihaknya akan secepatnya melarang perdagangan dan konsumsi hewa...
Hubei-Tiongkok laporkan 349 kasus baru covid-19  
Kamis, 20 Februari 2020 - 08:58 WIB
Provinsi Hubei di Tiongkok tengah pada Rabu (19/2)  memastikan ada 349 kasus  baru virus corona te...
Mayoritas Bursa Asia dibuka melemah setelah jumlah kematian virus corona tembus 2.000
Rabu, 19 Februari 2020 - 10:14 WIB
Bursa Asia bergerak variasi dengan pada awal perdagangan Rabu (19/2) dengan mayoritas indeks melemah...
Kematian baru di Tiongkok bertambah 142, jumlah total 1.665
Minggu, 16 Februari 2020 - 16:18 WIB
Jumlah total kematian di Tiongkok daratan akibat wabah virus corona hingga Sabtu (15/2) malam mencap...
Erdogan: Situasi Idlib takkan teratasi kecuali pasukan Suriah mundur
Minggu, 16 Februari 2020 - 12:38 WIB
Situasi di Idlib, Suriah barat laut, tidak akan teratasi hingga pasukan pemerintah Suriah mundur ke ...
Polisi bunuh penembak massal di mal perbelanjaan Thailand
Minggu, 09 Februari 2020 - 12:56 WIB
Pasukan keamanan Thailand berhasil menembak mati seorang tentara, yang menjadi pelaku penembakan mas...
Jumlah korban meninggal akibat virus corona lebih tinggi dari SARS
Minggu, 09 Februari 2020 - 10:29 WIB
Jumlah korban meninggal akibat virus corona di daratan Tiongkok mencapai 811 orang hingga 8 Februari...
Korban tewas penembakan brutal di Thailand bertambah, jadi 21 orang
Minggu, 09 Februari 2020 - 09:38 WIB
Anggota pasukan keamanan Thailand tewas pada Minggu dini hari dalam serangan di pusat perbelanjaan y...
Hong Kong laporkan kematian pertama akibat virus Corona 
Selasa, 04 Februari 2020 - 16:16 WIB
Hong Kong pada Selasa (4/2) melaporkan kematian pertama akibat virus corona baru, yang adalah kemati...
Pakistan hentikan penerbangan menuju dan dari Tiongkok
Jumat, 31 Januari 2020 - 14:26 WIB
Pakistan, Jumat, menghentikan penerbangan-penerbangan ke dan dari Tiongkok, kata otoritas, sementara...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)