Jumat, 16 November 2018 | 15:34 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Luar Negeri / Eropa

Rival utama Erdogan terima hasil pemilihan presiden Turki

Selasa, 26 Juni 2018 - 09:54 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Dewi Rusiana
Muharrem Ince, calon presiden dari oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP). Sumber foto: https://bit.ly/2N1ATKK
Muharrem Ince, calon presiden dari oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP). Sumber foto: https://bit.ly/2N1ATKK

Elshinta.com - Rival utama Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam pemilihan presiden pada akhir pekan menyatakan bahwa dia menerima hasil yang memberikan kemenangan bagi Erdogan pada putaran pertama pemilihan.

"Saya menerima hasil pemilihan umum ini," kata Muharrem Ince dari Partai Rakyat Republik (CHP), yang meraih suara kedua terbanyak setelah Erdogan dalam pemilihan umum.

Dia meminta Erdogan menjadi pemimpin bagi seluruh rakyat Turki, menambahkan bahwa Erdogan harus "mewakili 80 juta" warga dan mengatakan kepadanya: "Anda presiden bagi kami semua." Namun, Ince, yang menghadapi pembatasan waktu tampil di TV, mengatakan penyelenggaraan pemilihan umum berlangsung tidak adil. "Pemilihan ini tidak adil sampai hasilnya diumumkan," katanya dalam konferensi pers di kantor pusat CHP.

Dia berterima kasih kepada para pengamat partai yang telah menyaksikan penghitungan suara yang menegangkan untuk memastikan tidak ada kecurangan. "Ada suara yang direkayasa, teman-teman kami yang melihatnya berjuang melawan ini... Atas nama saya dan atas nama Turki, saya berterima kasih kepada mereka," katanya sebagaimana dikutip AFP.

"Kami akan melanjutkan perjuangan kami sampai Turki menjadi Turki untuk semua orang."

Dengan perolehan suara 52,6 persen berbanding 30,6 persen, Ince mengakui bahwa Erdogan unggul lebih dari 10 juta suara atas dia. Ince membela keputusannya, yang membuat banyak anggota CHP kecewa, tidak merespons langsung ketika hasil pemilihan diumumkan pertama pada Minggu malam. "Saya ingin hasilnya pasti dulu, itu lah mengapa saya tidak langsung menanggapi," katanya, mengakui bahwa dia menyasar suara 35 persen untuk mendorong Erdogan ke putaran kedua pemilihan umum, dikutip dari Antara.

elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Musibah | 16 November 2018 - 15:24 WIB

Bulog salurkan beras ke wilayah banjir Riau

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 15:15 WIB

Komnas HAM beri masukan ke Presiden soal KSAD baru

Lingkungan | 16 November 2018 - 15:06 WIB

Banyak program restorasi gambut gagal, ini penyebabnya

Aktual Dalam Negeri | 16 November 2018 - 14:55 WIB

Presiden yakin tujuh mimpi anak bangsa di Kapsul Waktu bisa terwujud, jika...

Aktual Olahraga | 16 November 2018 - 14:47 WIB

Kasdam I/BB berangkatkan 32 atlet Yong Moo Do ke Bali

Musibah | 16 November 2018 - 14:36 WIB

Kemhan masih hitung kerugian akibat kebakaran

Elshinta.com - Rival utama Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam pemilihan presiden pada akhir pekan menyatakan bahwa dia menerima hasil yang memberikan kemenangan bagi Erdogan pada putaran pertama pemilihan.

"Saya menerima hasil pemilihan umum ini," kata Muharrem Ince dari Partai Rakyat Republik (CHP), yang meraih suara kedua terbanyak setelah Erdogan dalam pemilihan umum.

Dia meminta Erdogan menjadi pemimpin bagi seluruh rakyat Turki, menambahkan bahwa Erdogan harus "mewakili 80 juta" warga dan mengatakan kepadanya: "Anda presiden bagi kami semua." Namun, Ince, yang menghadapi pembatasan waktu tampil di TV, mengatakan penyelenggaraan pemilihan umum berlangsung tidak adil. "Pemilihan ini tidak adil sampai hasilnya diumumkan," katanya dalam konferensi pers di kantor pusat CHP.

Dia berterima kasih kepada para pengamat partai yang telah menyaksikan penghitungan suara yang menegangkan untuk memastikan tidak ada kecurangan. "Ada suara yang direkayasa, teman-teman kami yang melihatnya berjuang melawan ini... Atas nama saya dan atas nama Turki, saya berterima kasih kepada mereka," katanya sebagaimana dikutip AFP.

"Kami akan melanjutkan perjuangan kami sampai Turki menjadi Turki untuk semua orang."

Dengan perolehan suara 52,6 persen berbanding 30,6 persen, Ince mengakui bahwa Erdogan unggul lebih dari 10 juta suara atas dia. Ince membela keputusannya, yang membuat banyak anggota CHP kecewa, tidak merespons langsung ketika hasil pemilihan diumumkan pertama pada Minggu malam. "Saya ingin hasilnya pasti dulu, itu lah mengapa saya tidak langsung menanggapi," katanya, mengakui bahwa dia menyasar suara 35 persen untuk mendorong Erdogan ke putaran kedua pemilihan umum, dikutip dari Antara.

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com