Trump kecam restoran yang tolak juru bicaranya
Selasa, 26 Juni 2018 - 15:02 WIB | Penulis : Fajar Nugraha | Editor : Sigit Kurniawan
Cuitan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat mengecam Red Hen. Sumber foto: https://bit.ly/2K7LxCc

Elshinta.com - Presiden AS Donald Trump pada Senin (25/6) mengecam satu restoran yang bernama Red Hen, yang meminta Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders untuk pergi sebab wanita itu bekerja dan berbicara buat Trump.

"Restoran Red Hen mesti memusatkan perhatian pada pembersihan kanopi kotornya, pintu dan jendela (yang sangat perlu dicat) dan bukan menolak untuk melayani orang baik seperti Sarah Huckabee Sanders. Saya sejak dulu memiliki aturan, jika satu restoran kotor di luar, restoran itu kotor di dalamnya!" tulis presiden AS itu di akun Twitternya.

Pada 6 Februari, para pemeriksa yang mendatangi Red Hen memeriksa unit temperatur/makanan yang bagus, staf dengan celemek/seragam bersih, dan pekerjaan sangat bagus dalam pemberian tanda tanggal dan tempat pengepakan produk tertentu. "Dalam beberapa tahun belakangan, Red Hen telah lolos pemeriksaannya dengan pelanggaran kecil atau tak ada pelanggaran," kata Pemeriksa Restoran Departemen Kesehatan Virginia, yang catatan terbukanya tersedia daring.

Pemilik restoran itu, Stephanie Wilkinson, belakangan mengatakan ia diberitahu mengenai kunjungan Sanders oleh beberapa staf "gaynya", yang merasa tidak nyaman untuk melayani seorang anggota pemerintah yang diduga tidak bersahabat dengan kaum gay.

"Mereka juga tidak senang dengan cara Gedung Putih menangani imigran gelap dalam beberapa bulan belakangan, terutama setelah petugas patroli perbatasan mulai memisahkan imigran dewasa dari anak-anak mereka," tambah wanita pemilik Red Hen tersebut.

Wilkinson mengatakan stafnya menarik Sanders ke tepi dan memintanya pergi, yang kemudian dipatuhi oleh staf Gedung Putih itu. Rombongan Sanders tidak dikenakan biaya untuk makanan yang telah disajikan sebelum kepergian mereka, demikian Antara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kamis, 21 Februari 2019 - 12:12 WIB
Elshinta.com - Pihak berwenang Amerika Serikat telah menangkap seorang letnan petugas penj...
Sabtu, 16 Februari 2019 - 09:19 WIB
Elshinta.com -Presiden AS Donald Trump pada Jumat (15/2) mengumumkan keadaan darurat dalam upay...
Rabu, 13 Februari 2019 - 09:13 WIB
Elshinta.com - Uskup Agung untuk Monterrey, Rogelio Cabrera mengatakan, sedikitnya 152 pas...
Sabtu, 09 Februari 2019 - 18:28 WIB
Elshinta.com - Pihak berwenang Brazil memerintahkan Vale SA untuk mengevakuasi sekitar lim...
Jumat, 08 Februari 2019 - 08:59 WIB
Elshinta.com - Amerika Serikat, Rabu (6/2), mengatakan pihaknya membekukan beberapa bantua...
Kamis, 07 Februari 2019 - 17:53 WIB
Elshinta.com -Pengadilan Federal Amerika Serikat pada Kamis (7/2) menunda eksekusi yang sudah t...
Kamis, 07 Februari 2019 - 07:48 WIB
Elshinta.com - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap mata uang utama lainnya pa...
Rabu, 06 Februari 2019 - 13:02 WIB
Elshinta.com - Senat Amerika Serikat (AS) meloloskan rancangan undang-undang (RUU) kebijak...
Jumat, 01 Februari 2019 - 09:47 WIB
Elshinta.com - Kurs dolar AS sedikit menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), kar...
Jumat, 01 Februari 2019 - 08:17 WIB
Elshinta.com - Pedagang-pedagang obligasi berspekulasi langkah Federal Reserve berikutnya adala...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)